Gempa bumi berkekuatan magnitude (M) 5,7 mengguncang Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Gempa ini akibat aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Sulawesi.
Gempa bumi tektonik ini terjadi pada Senin (12/10/2026) pukul 05.34 Wita. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° LU ; 121,78° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 29 km barat laut Pohuwato.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,4 pada kedalaman 85 km," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Sulawesi," ungkapnya.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Tolitoli dan Buol. Skala III MMI di Boalemo, Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango.
Pantauan BMKG hingga pukul 05.50 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
"Imbauan kepada masyarakat, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," jelas Wijayanto.
