SPPG di Torut Ditutup Buntut 74 Siswa-Guru Diduga Keracunan MBG

SPPG di Torut Ditutup Buntut 74 Siswa-Guru Diduga Keracunan MBG

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Minggu, 11 Okt 2026 09:41 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa di Toraja Utara.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa di Toraja Utara. Foto: (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel)
Tana Toraja -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditutup sementara buntut 74 siswa dan guru diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap pegawai SPPG tersebut.

"BGN sudah memberikan sanksi suspend berat selama 30 hari mulai kemarin, Jumat 9 Oktober," ujar Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi saat dikonfirmasi detikSulsel, Minggu (11/10/2026).

KPPG Kendari sebagai koordinator SPPG di sejumlah wilayah Sulsel ini akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Operasional SPPG Palawa pun dilarang mendistribusikan MBG ke sekolah penerima manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan lakukan assesmen kepada seluruh pegawai, dan SPPG tidak boleh mendistribusikan MBG sejak surat suspend diterbitkan," ujarnya.

Kata Mulyadi, setelah diberi sanksi ringan dan kembali melakukan pelanggaran, SPPG tersebut akan diberikan sanksi berat hingga pencabutan izin oleh BGN.

ADVERTISEMENT

"Jika ditemukan ada kelalaian kepala SPPG dan anggota, maka akan diberi hukuman disiplin ringan hingga berat. Untuk SPPG Palawa sudah kena sanksi penutupan sementara. Kalau kelalaian berulang akan di-suspend permanen," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon menyebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap pegawai SPPG. Selain pegawai SPPG, beberapa siswa turut diperiksa.

"Saat ini 9 orang kita sudah periksa. Saksinya, siswa dan pegawai SPPG," kata Ruxon saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (10/10).

Ruxon menuturkan, pemeriksaan masih sementara berlangsung. Pihak terkait lainnya juga akan diperiksa untuk mengungkap fakta-fakta yang membuat para korban diduga keracunan.

"Saat ini masih berlangsung pemeriksaan. Kita akan periksa semua, siswa-siswi, guru, karyawan SPPG dan dinas terkait," ujarnya.

Diketahui, 74 siswa dan guru di SMAN 3 Toraja Utara diduga keracunan usai menyantap menu MBG. Mereka mengeluh mengalami gangguan perencanaan.

Kepala SMAN 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang mengatakan, para siswa dan guru diduga keracunan pada Kamis (8/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Para siswa dan guru mengeluh sakit perut, mual, dan muntah.

"Total yang mengalami gejala ada 74 orang, (rinciannya) siswa 68, 5 guru dan 1 staf kita. Itu langsung kita bawa ke Puskesmas. Berdasarkan data dari puskesmas, 69 orang yang dirawat," ujar Lukas, Jumat (9/10).

Lukas mengklaim siswa dan guru mengeluh mual dan muntah sehari setelah menyantap MBG. Pihak SPPG saat itu menyajikan menu nasi putih, daging ayam, sayur paria, kacang panjang, dan buah melon.

"Menunya ada nasi putih, lauknya itu ayam, saya tidak tahu masak apa tapi tidak ada kuah, dan bukan juga digoreng. Kemudian ada sayur kacang panjang sama paria lalu buah melon," tutur Lukas.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads