Udara Makassar Memburuk, PM2.5 Cenderung Tinggi di Malam-Pagi Hari

Udara Makassar Memburuk, PM2.5 Cenderung Tinggi di Malam-Pagi Hari

Iswandy Rusli - detikSulsel
Sabtu, 10 Okt 2026 20:00 WIB
Penampakan udara Makassar Senin (5/10/2026)
Foto: Iswandy Rusli/detikSulsel
Daftar Isi
Makassar -

Kualitas udara Makassar dan sekitarnya dilaporkan masih berada pada kategori tidak sehat per 10 Oktober 2026. Kondisi ini diprediksi masih akan berlangsung hingga 13 Oktober 2026.

"Hingga 3 hari ke depan (13 Oktober 2026), diprediksi masih berpotensi kategori sedang hingga tidak sehat," ujar Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Amhar Ulfiana kepada detikSulsel, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan data BMKG, di stasiun pemantauan Maros konsentrasi partikulat atau PM2.5 pada 10 Oktober 2026 pukul 07.00 Wita tembus 96.5 µg/m3. Amhar mengatakan, konsentrasi partikulat tertinggi berada di malam hingga pagi hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dilihat dari tren 5 hari terakhir, konsentrasi tertinggi umumnya di malam-pagi hari," ujarnya.

Diketahui rentang PM2.5 berada dalam kategori tidak sehat pada rentang 55.5-150.4 µg/m³.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Amhar menjelaskan saat ini di Makassar dan sekitarnya masih teramati Haze (udara kabur) yang diprediksi akumulasi partikel kering seperti debu, asap, dan polutan lain. Salah satu yang menjadi faktor utama penyebab memburuknya udara Makassar dan sekitarnya adalah kepungan asap dari sejumlah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sulawesi Selatan.

"Laporan dari BPBD masih terdapat titik kebakaran di beberapa wilayah di Sulsel. Angin pada lapisan atas di Sulawesi Selatan juga masih dominan dari Timur dan Tenggara. Jadi bisa saja partikel ini ada yang berasal dari sekitar kita atau dari wilayah timur/tenggara lokasi kita," jelasnya.

Selain itu, tingginya PM2.5 saat ini juga dipengaruhi kondisi kemarau dan kekeringan di sejumlah wilayah Sulsel. Kondisi cuaca yang kering ini mendukung partikel kecil dan debu lebih mudah melayang dan bertahan di udara.

"Karena hujan ini juga ibaratnya membantu 'membasuh' udara kita dari partikel-partikel seperti debu dan polutan lain di udara dibawa turun ke permukaan tanah," tambahnya.

Imbauan BMKG

Terkait kondisi udara buruk yang diprediksi terjadi hingga beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

"Jadi mengingat kondisi kualitas udara yang saat ini masih kurang baik, dan juga mengingat bahwa saat ini masih terjadi musim kemarau yang di mana anginnya masih cukup kencang, dan belum ada air hujan yang turun di wilayah Makassar dan sekitarnya, maka telah dikeluarkan imbauan kepada masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan termasuk Makassar, Gowa, Maros dan sekitarnya untuk menggunakan masker saat keluar ruangan serta menjaga kesehatan selama musim kemarau ini," imbaunya.



(alk/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads