Jalur Seba-seba Morowali Ditutup Warga Usai Cekcok dengan Sopir

Jalur Seba-seba Morowali Ditutup Warga Usai Cekcok dengan Sopir

Rangga Musabar - detikSulsel
Sabtu, 10 Okt 2026 15:25 WIB
Jalur Seba-seba di Morowali ditutup akibat konflik antara warga dan sopir travel.
Foto: Jalur Seba-seba di Morowali ditutup akibat konflik antara warga dan sopir travel. (dok. istimewa)
Morowali -

Jalur Seba-seba di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) ditutup gegara warga dan sopir travel kerap cekcok di lokasi. Pemerintah Desa akan meminta arahan ke Pemkab Morowali terkait polemik jalur alternatif tersebut.

Jalur Seba-seba di Desa Bahomoahi, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali ditutup pada Kamis (8/10). Penutupan jalur berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara masyarakat, dan pemilik lahan yang kerap cekcok dengan sopir di pos palang.

"Langkah ini diambil karena sering sekali beredar video perselisihan atau pertengkaran di pos palang tersebut. Sebelum masalah ini membesar menjadi konflik, lebih baik ditutup sementara sambil menunggu pemerintah daerah mengambil tindakan yang tepat," kata Kepala Desa Bahomoahi, Asep Anwar kepada detikcom, Sabtu (10/10/2026).

Asep menegaskan bahwa pihaknya berencana meminta petunjuk dan arahan dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas. Ia menyebut tindakan penutupan ini murni sebagai upaya penertiban atas situasi yang kerap memanas di lokasi.

Di sisi lain, Asep secara tegas membantah tuduhan yang menyebut pemerintah desa terlibat dalam aktivitas pemungutan uang di pos palang tersebut. Ia mengaku miris lantaran nama Pemerintah Desa kerap dicatut dan dituduh menerima aliran dana dari pungutan itu.

"Setiap kali terjadi keributan, mereka seolah-olah mengesankan ada keterlibatan kami selaku pemerintah desa. Padahal, sepeser pun kami tidak pernah mau menerima uang seperti itu," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Asep juga mengaku prihatin lantaran pemerintah desa kerap dituding terlibat dalam praktek pungutan liar (pungli) di lokasi. Dia menegaskan pemerintah desa tidak memberikan rekomendasi warga menarik uang dari sopir yang melintas.

"Kami tidak pernah memberikan rekomendasi maupun menjalin kerja sama dalam hal-hal seperti itu. Intinya, kami merasa malu karena setiap ada masalah, nama pemerintah desa selalu dicatut dan dituduh terlibat," tambahnya.

"Saya selalu menegaskan, jika memang ada yang menganggap kami terlibat, silakan buktikan dan silakan laporkan," pungkas Asep.

ADVERTISEMENT



Berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi penutupan jalur Seba-seba tersebut tampak dilakukan oleh Pemerintah Desa, masyarakat dan aparat keamanan. Terlihat juga sebuah alat berat jenis ekskavator dikerahkan ke lokasi untuk menumpuk tanah di tengah badan jalan.

Dalam video tersebut, material tanah ditumpuk hingga membentuk gundukan tinggi yang menutup total akses kendaraan. Proses pengerjaan ini juga disaksikan oleh warga sekitar di lokasi.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads