Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) resmi membuka Internasional World Coconut Day 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Dia menekankan pengembangan kelapa mesti dilakukan dari hulu ke hilir.
"Pemerintah mendorong pengembangan komoditas kelapa dari sektor hulu hingga hilir," ucap Zulhas di Kota Manado, Kamis (8/10/2026).
Dia menyebut nilai ekonomi kelapa saat ini semakin tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan daya saing komoditas kelapa, termasuk melalui hilirisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percepatan peningkatan daya saing produk perkebunan, termasuk kelapa, hilirisasinya menjadi fokus pemerintah kita," kata Zulhas.
Menurut Zulhas, sejumlah pabrik turut mendukung hilirisasi kelapa mulai dibangun di beberapa daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menangkap peningkatan permintaan dari sejumlah negara, termasuk China.
"Di beberapa tempat sudah mulai dibangun pabrik untuk hilirisasi kelapa," ujarnya.
Pemerintah juga memasukkan kelapa dalam arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Pengembangan kelapa diarahkan melalui dua pilar utama, yakni ketahanan pangan dan hilirisasi nasional.
"Pengembangan komoditas kelapa akan melibatkan sejumlah kementerian yaitu pertanian dan lembaga untuk berperan dalam pengembangan sektor hulu, sementara sektor hilirisasi akan didorong bersama kementerian terkait dan Danantara," jelasnya.
"Pemerintah mendukung penuh program ini karena menjadi unggulan, jadi tidak usah diragukan," sebut dia.
Dalam forum yang dihadiri delegasi dari berbagai negara itu, Zulhas juga mengajak negara-negara yang telah lebih maju dalam industri kelapa untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Dia secara khusus meminta Malaysia dan Thailand berbagi pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan kelapa, mulai dari riset pembenihan, teknologi pengolahan, hingga perluasan pasar.
"Tolong teman-teman yang sudah maju dari Malaysia dan Thailand, kalau bisa jangan pelit-pelit bagi kami," beber Zulhas.
