Sekolah Berusia 2.400 Ditemukan, Benarkah Tempat Belajar Alexander Agung?

Sekolah Berusia 2.400 Ditemukan, Benarkah Tempat Belajar Alexander Agung?

Tim detikEdu - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 23:00 WIB
Sebagian dari sekolah kuno yang dipercaya oleh peneliti sebagai tempat Aristoteles mengajar Alexander Agung.
Sebagian dari sekolah kuno yang dipercaya oleh peneliti sebagai tempat Aristoteles mengajar Alexander Agung. (Foto: Hellenic Ministry of Culture)
Jakarta -

Sebuah sekolah yang diperkirakan berusia 2.400 tahun ditemukan. Temuan tersebut dipercaya menyimpan jejak sekolah filsuf besar masa Yunani kuno.

Dilansir dari detikEdu, Kementerian Kebudayaan Yunani mengumumkan temuan tersebut setelah para arkeolog menemukan adanya aula-aula dengan hiasan mozaik di situs sejarah kerajaan Mieza. Penggalian mengungkapkan bahwa tempat tersebut dipercaya berkaitan dengan masa awal pendidikan Alexander Agung yang saat itu diajari oleh Aristoteles.

Aristoteles merupakan filsuf yang diketahui hidup pada 383-322 SM dan Alexander Agung menjadi salah satu muridnya. Ia dikenal sebagai raja/komandan dan penakluk hebat yang berhasil memperluas kekuasaannya dari Balkan, Yunani, Mesir, Persia, serta pegunungan Himalaya dalam waktu kurang dari 15 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apa saja yang peneliti temukan dari sekolah yang berusia 2.400 tahun ini? Berikut rangkumannya:

Benarkan Ini Tempat Alexander Agung Diajari oleh Aristoteles?

Penggalian di situs Mieza telah dilakukan sejak tahun 2024. Dari area seluas sekitar 30 hektar tersebut, arkeolog menemukan kompleks gimnasium yang digunakan untuk latihan sekaligus tempat pengajaran akademik.

ADVERTISEMENT

Kompleks di Mieza ini dilengkapi palaestra atau area gulat, stadion, arcade, serta xystus. Xystus merupakan lintasan lari tertutup sepanjang 200 meter yang memungkinkan para atlet berlatih tanpa terpengaruh kondisi cuaca.

Mengutip Smithsonian Magazine, teka-teki keberadaan sekolah Alexander Agung ditelusuri dari tulisan abad pertama Masehi karya Plutarch. Dalam tulisannya, diketahui bahwa Raja Philip II yang merupakan ayah dari Alexander Agung sengaja membangun sekolah di kota Mieza Makedonia untuk mendidik putranya dan bangsawan lainnya.

Meskipun pada dasarnya banyak kompleks yang ditemukan adalah gimnasium, hal ini justru menjadi petunjuk tambahan. Menurut peneliti, sekolah pada zaman Yunani kuno letaknya memang berada di dalam sebuah kompleks gimnasium.

Ada Ruang Khusus untuk Belajar

Tim arkeolog yang dipimpin Angeliki Kottaridi, Direktur Emeritus Barang Antik di Kementerian Kebudayaan Yunani, menemukan sebuah area yang disebut Didaskaleion atau dikenal sebagai "tempat pengajaran". Area tersebut diyakini digunakan untuk belajar dengan menggunakan stylus dan meja batu.

Tidak jauh dari tempat belajar itu terdapat pula ruang jamuan makan. Ruangan tersebut memiliki lantai mozaik yang mewah dengan detail rumit dan disebut mirip dengan istana Raja Philip II di Aigai.

Keberadaan ruang makan dengan suasana formal turut menunjukkan pentingnya pendidikan sosial bagi Alexander dan para bangsawan muda lainnya. Menurut para arkeolog, ruangan tersebut tidak hanya digunakan untuk makan, tetapi juga menjadi tempat untuk mempelajari cara bergaul, bersikap, dan berperilaku di lingkungan kalangan atas. Pendidikan sosial ini dinilai memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan pembelajaran akademik.

Angeliki Kottaridi menilai kemiripan bagian bangunan tersebut bukan sekadar kebetulan belaka. Menurutnya, kondisi itu memperkuat dugaan bahwa kompleks gimnasium tersebut dibangun Raja Philip II untuk pendidikan Alexander Agung dan anak-anak bangsawan lainnya.

Ukuran bangunan, kualitas konstruksi, serta keberadaan fasilitas olahraga, dan pengajaran juga menunjukkan bahwa kompleks di Mieza kemungkinan merupakan lembaga pendidikan berskala besar, bukan sekadar fasilitas untuk masyarakat setempat.

Temuan Alat Tulis Perunggu

Selain struktur bangunan, sejumlah penemuan sebelumnya di kompleks tersebut mengungkap bahwa terdapat benda kuno seperti pecahan tembikar, koin kuno, dan berbagai barang antik lainnya. Arkeolog juga menemukan empat alat tulis berbahan perunggu yang diduga pernah digunakan oleh murid-murid Aristoteles, bahkan kemungkinan oleh Alexander Agung sendiri.

Temuan lain berupa fragmen wadah diperkirakan berguna untuk menyimpan minyak zaitun suci dari Athena. Keberadaan benda tersebut menunjukkan bahwa para siswa di kompleks Mieza memiliki akses terhadap salah satu produk bernilai tinggi di dunia Helenistik.

Meski berbagai temuan telah memberikan sejumlah petunjuk, para arkeolog belum bisa menjadikan temuan benda-benda itu sebagai bukti konkret Alexander Agung pernah belajar di gimnasium tersebut. Para arkeolog akan mencari peninggalan lainnya berdasarkan petunjuk yang telah ditemukan untuk mengungkap lebih jauh berdasarkan petunjuk yang telah ditemukan.



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads