5 Bulan Menegangkan 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia

5 Bulan Menegangkan 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 09:01 WIB
Momen 4 WNI yang sempat disandera di Somalia tiba di RI (Adrial/detikcom)
Momen 4 WNI yang sempat disandera di Somalia tiba di RI. Foto: (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Perjuangan empat warga negara Indonesia (WNI), kru kapal MT Honour-25 yang disandera perompak Somalia, akhirnya berbuah manis. Mereka berhasil pulang ke Indonesia setelah kurang lebih lima bulan dalam penyanderaan.

Kapal MT Honour-25 yang berisi 17 anak buah kapal (ABK) itu awalnya disandera perompak di perairan sekitar Hafun, Somalia sejak Selasa (21/4). Empat ABK merupakan WNI, sementara 11 lainnya warga Pakistan, satu Sri Langka, dan satu warga India.

Adapun empat WNI yakni Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Mula Penyanderaan

Istri Ashari, Santi mengatakan pembajakan terjadi saat kapal melintas di perairan Somalia pada Selasa (21/4). Dia mengetahui informasi tersebut langsung dari suaminya yang sempat mengirimkan pesan suara (voice note) saat pembajakan terjadi.

"Hari Selasa tanggal 21 (April) saya mendapat voice note dari suami saya bahwa kapalnya diserang sama bajak laut. Setelah itu di jam dan menit yang sama saya coba menghubungi kembali tapi sudah tidak ada respons," ujar Santi kepada wartawan, Senin (27/4).

ADVERTISEMENT

"Saat itu HP-nya masih dalam keadaan aktif. Tapi selang beberapa jam kemudian HP-nya sudah tidak bisa dihubungi lagi," imbuhnya.

Santi menyebut selama disandera, suaminya masih sempat memberikan kabar melalui panggilan video. Saat itu, dia diperlihatkan kondisi di atas kapal yang dipenuhi bajak laut dengan masing-masing menenteng senjata.

"Terakhir saya sempat video call sama suami saya dan keadaannya di situ sudah dipenuhi sama pembajak di atas kapal, dan mereka semua punya senjata masing-masing," tuturnya.

Perompak Somalia Tolak Negosiasi dengan Pemilik Kapal

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Jayadi Nas mengaku saat itu pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut. Informasi terbaru yang diterima menunjukkan proses negosiasi dengan pihak yang menahan awak kapal masih berlangsung hingga Agustus.

"Kita masih menunggu proses negosiasi. Pemerintah melalui KBRI Nairobi terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kita (Pemprov Sulsel) juga koordinasi terus dengan pihak kementerian terkait progresnya," kata Jayadi dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Jayadi menjelaskan, KBRI Nairobi telah berkomunikasi dengan Shakeel Ahmed selaku First Secretary Pakistan High Commission di Djibouti pada 15 Juli 2026 guna memperoleh perkembangan penanganan kasus dari sisi Pemerintah Pakistan. Namun dari komunikasi itu disebutkan bahwa Pemerintah Pakistan tidak akan melakukan negosiasi secara langsung dengan pihak pembajak.

"Komunikasi dengan pembajak saat ini dilakukan oleh Ansar Burney Trust atas dasar sukarela, bukan berdasarkan penunjukan Pemerintah Pakistan. Organisasi tersebut memiliki pengalaman dalam memfasilitasi pembebasan kapal yang dibajak dan saat ini berperan sebagai mediator antara pihak pembajak dengan Osman, karena pembajak menolak bernegosiasi langsung dengan Osman. Osman merupakan pihak penyewa kapal," paparnya.

Menurut Jayadi, Pemerintah Pakistan menilai tanggung jawab utama untuk memenuhi tuntutan uang tebusan berada pada Osman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengoperasian kapal. Penanganan kasus juga semakin kompleks karena MT Honour-25 diindikasikan merupakan bagian dari shadow fleet dengan struktur kepemilikan dan pertanggungjawaban perusahaan yang tidak jelas.

"Honour-25 merupakan bagian dari shadow fleet, sehingga penyelesaian kasus menjadi lebih kompleks akibat tidak jelasnya struktur kepemilikan dan pertanggungjawaban perusahaan," ungkap Jayadi.

4 WNI Dipulangkan ke Tanah Air

Setelah melalui proses panjang, evakuasi akhirnya membuahkan hasil. Empat WNI berhasil dievakuasi dengan selamat dan tiba di Bandara Soekarno Hatta Selasa, (6/10) sekitar pukul 18.42 WIB.

Melansir detikNews, keempat kru kapal itu tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 18.42 WIB. Keluarga yang sudah menunggu langsung histeris saat kembali dipertemukan.

Keluarga tampak memeluk erat korban yang sebelumnya disandera itu. Terlihat juga ada satu pihak keluarga yang pingsan saat menyambut kedatangan itu. Salah satu WNI yang pulang juga terlihat mengenakan kursi roda.

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir terlihat ikut menyambut kedatangan WNI tersebut. Selain itu, Menko PMK Sugino yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu juga hadir di lokasi.

Kondisi Memprihatinkan Saat Disandera Perompak Somalia

Duta Besar RI untuk Kenya, Witjaksono Adji, mengungkap situasi yang terjadi saat para WNI itu disandera. Ancaman terhadap keselamatan awak berkali-kali terjadi selama kurang lebih lika bulan penyanderaan.

"Memang kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Ancaman terhadap keselamatan para awak itu nyata. Berkali-kali mereka terancam peluru, bahkan sempat diikat untuk dieksekusi, tapi somehow seluruh awak kita berhasil lolos," kata Witjaksono di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (6/10).

Witjaksono menyebut penyanderaan WNI oleh perompak Somalia itu berlansung hampir 6 bulan lamanya. Operasi penyelamatan baru dilakukan pada 29 September 2026.

Dia mengatakan berdasarkan informasi dari empat WNI itu, para perompak sempat mau melakukan eksekusi. Namun seorang WNI, Fiki Mutakin, dilepaskan dari ikatan karena meminta diturunkannya sekoci kapal.

"Ini juga kita dapatnya dari ABK. Tapi Fiki itu dilepaskan talinya oleh pembajak karena pembajak meminta dia menurunkan sekoci, mengoperasikan crane untuk menurunkan sekoci supaya mereka bisa kabur," ucapnya.

Namun ada perompak lain yang marah dan menembak kaki Fiki. Witjaksono menyebut Fiki hingga berpura-pura mati usai ditembak.

"Ditembak, nggak kena ke paha, terus kemudian ditembak kedua kena kaki. Nanti kamu bisa konfirmasi sama Fiki. Dia katanya pura-pura mati, pura-pura mati, nggak bergerak, diam aja," ujar Witjaksono.

"Dia juga dibantu oleh pembajak lain yang, kan pembajak ada yang simpatik juga kepada ABK. Ada bahkan yang sedih tahu bahwa dia tertembak gitu karena udah 6 bulan bersama gitu ya. Sama pembajak yang baik dia diselimuti, ditutup," tambahnya.

Witjaksono menegaskan pemerintah Indonesia tidak secara resmi melakukan negosiasi ke perompak. Pemerintah tidak akan memberikan apa yang diminta oleh perompak tersebut.

"Sebenarnya pada dasarnya pemerintah kan tidak secara resmi bernegosiasi dengan pembajak. Karena kalau apabila kita bernegosiasi, apalagi terus kemudian memberikan apa yang diminta pembajak," katanya.

5 Kru Meninggal, Kapten Minta Maaf

Kapten kapal MT Honour-25, Ashari meminta maaf karena ada krunya yang tidak selamat. Selama kurang lebih lima bulan disandera, sebanyak lima ABK yang dinakhodainya meninggal dunia.

"Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal," ujar Ashari sambil terisak ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dilansir dari detikNews, Selasa (6/10).

Kapal itu diketahui membawa 17 ABK saat disandera, dan empat orang di antaranya merupakan WNI yang seluruhnya berhasil selamat. Namun, lima ABK warga negara asing (WNA) meninggal dunia.

"Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ucapnya.

Di sisi lain, Ashari turut berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang membantu proses pembebasan para ABK. Dia mengatakan langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi setelah mendapat kesempatan berkomunikasi dari dalam kapal.

"Di mana hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi," ujarnya.

Halaman 3 dari 3


Simak Video "Video: Komponen Kereta Dilepas Satu per Satu Saat Proses Evakuasi"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads