Zulhas awalnya menyoroti ketimpangan nilai tukar antara petani dan nelayan. Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini mencapai 131 atau tertinggi sepanjang sejarah, bahkan NTP petani padi mencapai 139. Sementara, Nilai Tukar Nelayan (NTN) masih stagnan di angka 103.
"Alhamdulillah petani kita sekarang tertinggi nilai tukarnya, artinya petani makmur sekarang. Nilai tukarnya 131," ujar Zulhas kepada wartawan di Makassar, Rabu (7/10/2026).
"Kalau 103 itu artinya kalau tidak diberi beras, tidak diberi bantuan tunai, nelayan tidak bisa makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya. Kalau petani padi pokok 100 untung 39, kalau nelayan pokok 100 untung tidak, rugi," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi tersebut, Zulhas memastikan pemerintah akan melakukan intervensi serius tahun ini dan tahun depan. Dengan membangun bioflok tematik, agar mampu mengejar seperti petani.
"Ini akan kita angkat tahun ini dan tahun depan. Kita akan bangun kampung nelayan, kita akan bangun bioflok tematik agar nelayan kita bisa juga mengejar seperti petani padi dan jagung," janjinya.
