Wawali Kendari Temukan Penyalahgunaan QR Code di SPBU Puuwatu

Sulawesi Tenggara

Wawali Kendari Temukan Penyalahgunaan QR Code di SPBU Puuwatu

Irwan Mubaraq - detikSulsel
Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Puuwatu.
Foto: Wakil Wali Kota Kendari Sudirman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Puuwatu. (dok. istimewa)
Kendari -

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menemukan dugaan penyalahgunaan barcode atau QR Code untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Puuwatu. Pengendara yang antre menggunakan QR Code milik orang lain.

Sudirman bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Puuwatu, Kendari pada Rabu (7/10/2026). Dia kemudian menemukan pengendara mobil yang hendak mengisi Pertalite menggunakan QR Code milik orang lain.

"Ini salah satu contoh kita dapati, sementara mengantre sudah mau diisi dengan barcode yang berbeda," kata Sudirman kepada wartawan di SPBU Puuwatu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengendara mobil tersebut langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemkot juga akan menelusuri kendaraan yang barcode-nya digunakan oleh pengendara tersebut.

"Kita amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai. Jangan sampai mobil yang dia pakai itu memang tidak tahu kalau dipakai barcode-nya," bebernya.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan sebanyak lima pengendara juga ditemukan menggunakan barcode kendaraan lain di SPBU Anggoeya, Kecamatan Poasia, Selasa (6/10). Menurutnya, penggunaan barcode yang tidak sesuai mengganggu ketertiban dan merugikan masyarakat.

"Kemarin ada lima kita dapat temuan, dan ini kita akan terus lakukan. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, dan ini setiap hari akan kita lakukan," katanya.

Sudirman menegaskan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah SPBU di Kota Kendari. Pemkot Kendari akan terus melakukan pengawasan dan mendalami pihak-pihak yang terlibat.

"Ada pihak tertentu di lingkungan SPBU yang memberikan jaminan kepada pengantre sehingga berani menggunakan barcode kendaraan lain. Dugaan tersebut masih akan ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.



(hsr/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads