- Cara Cek Kualitas Udara Cara Cek Kualitas Udara Melalui Situs Resmi Pemerintah 1. Situs Resmi KLHK 2. Situs BMKG Menggunakan Aplikasi Pemantauan Kualitas Udara 1. IQAir Airvisual 2. Nafas
- Cara Membaca Indeks Kualitas Udara Apa itu ISPU? Apa itu AQI? Apa arti PM2.5?
- Kapan Kualitas Udara Dikategorikan Tidak Sehat?
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan semakin meluas. Polutan akibat karhutla tersebut bahkan dilaporkan telah meluas hingga ke wilayah Sulawesi.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengonfirmasi bahwa kualitas udara di Makassar berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi udara tidak sehat tersebut dipengaruhi kiriman asap karhutla yang terjadi di Kalimantan, Papua, dan Maluku.
"Jadi berapa hari ini terpantau kualitasnya untuk indikator PM2,5 Maros dan sekitarnya, termasuk Makassar, itu masuk dalam kategori tidak sehat hingga sedang," jelas Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Asriani Idrus kepada wartawan, Sabtu (3/10).(1)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah situasi tersebut, mengecek kualitas udara menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pasalnya, udara yang terlihat bersih belum tentu memiliki kualitas yang baik.
Cara Cek Kualitas Udara
Mengecek kualitas udara bisa dilakukan dengan mudah, tidak perlu alat khusus karena pengecekan bisa dilakukan menggunakan handphone masing-masing. Pemantauan ini dapat dilakukan melalui situs resmi pemerintah dan aplikasi pemantauan kualitas udara.
Cara Cek Kualitas Udara Melalui Situs Resmi Pemerintah
Salah satu cara paling mudah adalah menggunakan situs yang menyediakan data pemantauan kualitas udara. Di Indonesia sendiri terdapat 2 situs resmi yang bisa menjadi rujukan, yaitu situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan situs BMKG.
1. Situs Resmi KLHK
Pemerintah Indonesia menyediakan informasi kualitas udara melalui sistem Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Berikut ini cara ceknya melalui laman KLHK:
- Buka situs resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup melalui link link https://ispu.kemenlh.go.id/webv5/#/;
- Pilih lokasi atau stasiun pemantauan yang ingin diketahui;
- Perhatikan nilai ISPU yang ditampilkan;
- Lihat juga parameter pencemar, seperti PM2.5 dan PM10;
- Perhatikan kategori dan warna yang menunjukkan kondisi kualitas Udara.
2. Situs BMKG
BMKG juga menyediakan informasi mengenai kualitas udara, namun yang menjadi data utama adalah konsentrasi PM2.5 di berbagai wilayah Indonesia. Data tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui seberapa tinggi konsentrasi partikulat halus di udara dan kategori kualitas Udara di wilayah masing-masing.
Berikut ini cara ceknya:
- Buka situs resmi BMKG dan masuk ke menu 'Kualitas Udara', atau kilik link https://www.bmkg.go.id/kualitas-udara/pm25;
- Cari lokasi atau wilayah yang ingin diperiksa pada peta atau daftar pemantauan;
- Perhatikan nilai konsentrasi PM2.5 yang ditampilkan dalam satuan µg/m³ (mikrogram per meter kubik);
- Bandingkan nilai tersebut dengan kategori kualitas udara yang digunakan BMKG untuk mengetahui kondisi udara di wilayah tersebut.
Selain cara di atas, data kualitas udara juga dapat dicek melalui laman https://iklim.bmkg.go.id/id/kualitas-udara-indonesia/
Namun perlu menjadi catatan, angka yang ditampilkan pada laman BMKG berupa konsentrasi PM2.5 dalam µg/m³. Oleh karena itu, data tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai nilai ISPU.
Kendati demikian, BMKG juga mengolah data konsentrasi PM2.5 untuk menyajikan kualitas udara dalam kategori yang mengacu pada rentang ISPU. Dalam laporan kualitas udara nasional, hasil pemantauan PM2.5 disajikan dalam kategori Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan Berbahaya.
Menggunakan Aplikasi Pemantauan Kualitas Udara
Kualitas udara juga dapat dicek melalui berbagai aplikasi pemantauan kualitas udara. Beberapa aplikasi biasanya akan menampilkan data dan indikator yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, detikers perlu memperhatikan sistem indeks yang digunakan. Aplikasi tertentu menggunakan AQI, sedangkan sumber resmi Indonesia menggunakan ISPU. Angka AQI tidak selalu sama dengan angka ISPU karena metode dan kategorinya dapat berbeda.
Berikut ini beberapa aplikasi untuk cek kualitas udara:
1. IQAir Airvisual
IQAir AirVisual merupakan aplikasi pemantauan kualitas udara yang menyediakan informasi kualitas udara dari berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melihat kualitas udara berdasarkan lokasi pengguna maupun kota tertentu.
Berikut cara ceknya:
- Unduh dan instal aplikasi IQAir AirVisual melalui Google Play Store atau App Store;
- Buka aplikasi dan izinkan akses lokasi jika ingin melihat kualitas udara di sekitar lokasi Anda;
- Pada halaman utama, aplikasi akan menampilkan kondisi kualitas udara di lokasi yang dipilih;
- Perhatikan nilai AQI (US) yang ditampilkan serta konsentrasi PM2.5 dalam µg/m³;
- Gulir halaman untuk melihat kategori kualitas udara, prakiraan kualitas udara, dan informasi mengenai polutan yang dominan;
- detikers juga dapat mencari kota atau lokasi lain untuk membandingkan kondisi kualitas udara di wilayah berbeda.
2. Nafas
Nafas merupakan platform pemantauan kualitas udara yang berfokus pada kondisi udara di Indonesia. Selain melalui situs web, Nafas menyediakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau kualitas udara di lokasi tertentu.
Berikut ini cara ceknya melalui aplikasi:
- Unduh dan instal aplikasi Nafas melalui Google Play Store atau App Store;
- Buka aplikasi dan izinkan akses lokasi jika diperlukan;
- Pilih lokasi atau stasiun pemantauan yang ingin diperiksa;
- Aplikasi akan menampilkan kondisi kualitas udara berdasarkan data pemantauan di lokasi tersebut;
- Perhatikan informasi PM2.5 dan indeks kualitas udara yang ditampilkan;
- Gunakan informasi tersebut untuk mengetahui kondisi udara saat ini dan, apabila tersedia, melihat perubahan atau prakiraan kualitas udara.
Cara Membaca Indeks Kualitas Udara
Setelah mengetahui cara mengecek kualitas udara, detikers juga perlu memahami cara membaca indeks berdasarkan angka yang ditampilkan. Bagi sebagian orang, istilah yang ditampilkan mungkin cukup asing sehingga sulit dipahami.
Oleh karena itu, detikers perlu memahami arti dari setiap istilah yang ditampilkan agar bisa membaca dan memahami indeks kualitas Udara tersebut. Beberapa istilah yang akan sering ditemukan adalah ISPU, AQI, hingga PM 2,5.
Apa itu ISPU?
ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) adalah indeks yang digunakan di Indonesia untuk memberikan informasi mengenai tingkat mutu atau kualitas udara di suatu wilayah. Nilainya menggambarkan tingkat pencemaran udara berdasarkan parameter pencemar tertentu.(2)
Indeks ini membagi kualitas udara menjadi 5 kategori berdasarkan nilai indeks. Setiap kategori memiliki warna dan tingkat risiko yang berbeda terhadap kesehatan manusia, hewan, serta tumbuhan.
Berikut penjelasan dari setiap kategori tersebut:
Kategori Indeks Standar Pencemar Udara
| Warna | ISPU | Kategori | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Hijau | 0-50 | Baik | Aman bagi manusia, hewan, dan tumbuhan |
| Biru | 51-100 | Sedang | Aman bagi manusia dan hewan, tetapi dapat berdampak pada tumbuhan yang sensitif |
| Kuning | 101-200 | Tidak Sehat | Berisiko bagi manusia, hewan yang sensitif, dan tumbuhan |
| Merah | 201-300 | Sangat Tidak Sehat | Dapat berdampak buruk terhadap kesehatan sebagian masyarakat |
Hitam | >300 | Berbahaya | Sangat berisiko dan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius(3)(4) |
Apa itu AQI?
AQI (Air Quality Index) adalah indeks yang digunakan oleh U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Fungsinya serupa dengan ISPU, yaitu untuk memberikan informasi mengenai kualitas udara dan tingkat risiko pencemaran udara terhadap kesehatan manusia.
AQI mengukur kualitas udara berdasarkan beberapa polutan utama dengan menggunakan skala 0-500+. Semakin tinggi nilai AQI di suatu wilayah, semakin buruk kualitas udara dan risiko kesehatan pun semakin besar.
Indeks AQI dibagi menjadi enam kategori dengan penjelasan sebagai berikut:
| Warna AQI | Tingkat Risiko | Nilai AQI | Deskripsi Kualitas Udara |
|---|---|---|---|
| Hijau | Baik | 0-50 | Kualitas udara memuaskan dan polusi udara hanya menimbulkan sedikit atau tidak ada risiko bagi kesehatan. |
| Kuning | Sedang | 51-100 | Kualitas udara masih dapat diterima. Namun, sebagian orang, terutama mereka yang sangat sensitif terhadap polusi udara, mungkin mengalami risiko kesehatan |
| Oranye | Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif | 101-150 | Orang yang termasuk kelompok sensitif dapat mengalami dampak kesehatan. Masyarakat umum kemungkinan lebih kecil mengalami dampak tersebut |
| Merah | Tidak Sehat | 151-200 | Sebagian masyarakat umum dapat mengalami dampak kesehatan, sementara kelompok sensitif dapat mengalami dampak yang lebih serius |
| Ungu | Sangat Tidak Sehat | 201-300 | Peringatan kesehatan: risiko mengalami dampak kesehatan meningkat bagi semua orang |
| Marun | Berbahaya | 301 atau lebih | Peringatan kesehatan untuk kondisi darurat: semua orang lebih mungkin mengalami dampak kesehatan(5) |
Apa arti PM2.5?
Selain ISPU dan AQI, istilah lain yang cukup sering muncul dalam pengecekan kualitas Udara adalah PM2.5.
Secara sederhana, PM2.5 adalah partikel atau partikulat udara yang memiliki ukuran yang sangat kecil. Karena ukurannya sangat kecil, PM2.5 dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Oleh karena itu, PM2.5 menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara karena paparan partikulat halus berkaitan dengan berbagai dampak kesehatan.(6)
Kategori Kualitas Udara (PM2.5)
| Indikator Warna | Konsentrasi PM2.5 (µg/m³) | Kategori kualitas udara |
|---|---|---|
| Hijau | 0-15.5 | Baik |
| Biru | 15.6-55.4 | Sedang |
| Kuning | 55.5-150.4 | Tidak Sehat |
| Merah | 150.5-250.4 | Sangat Tidak Sehat |
| Hitam | >250.5 | Berbahaya(4) |
Kapan Kualitas Udara Dikategorikan Tidak Sehat?
Jika mengacu pada penjelasan di atas, kualitas udara dikategorikan tidak sehat ketika konsentrasi polutan di udara mencapai tingkat tertentu yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Penilaiannya diukur melalui indeks kualitas udara, tetapi batas kategorinya dapat berbeda tergantung sistem yang digunakan.
Apabila menggunakan indeks AQI, nilai 101-150 dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif, sedangkan 151-200 masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, berdasarkan indeks ISPU kualitas udara dikategorikan Tidak Sehat ketika nilai ISPU berada pada rentang 101-200.
Pada tingkat ini, kualitas udara dapat memberikan dampak yang merugikan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Semakin tinggi nilai AQI maupun ISPU, maka semakin buruk kondisi kualitas udara dan semakin besar risikonya terhadap kesehatan.
Referensi:
1. Wawancara Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Asriani Idrus
2. Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
3. Laman KLHK
4. Laman BMKG
5. AirNow.gov
6. WHO Global Air Quality Guidelines
