Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar. Appi kini selangkah lagi berlabuh ke Demokrat.
Surat pengunduran diri Appi dari Golkar sudah diserahkan langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Ilham Arief Sirajuddin di Jalan Batu Putih, Makassar, Senin (5/10). Dia didampingi Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle dan fungsionaris Golkar Makassar Muh Nur Alamsyah.
Dalam surat pengunduran dirinya, Appi menyebut Partai Golkar adalah rumah tempatnya ditempa. Di bawah rindang beringin, dia belajar bahwa politik adalah jalan pengabdian dan bahwa karya selalu lebih nyaring daripada kata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas setiap kepercayaan, bimbingan, dan persaudaraan yang saya terima, saya menghaturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para senior, jajaran pengurus, dan segenap kader," bunyi surat Appi.
Lebih lanjut, Appi mengungkapkan setiap perjalanan mengenal persimpangan. Setelah menimbang dengan saksama, dia resmi menyatakan mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar.
"Terhitung sejak tanggal surat ini (5/10). Sejalan dengan keputusan tersebut, tentunya saya juga menyatakan tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar," tulisnya.
"Keputusan ini saya ambil dengan ikhlas, tanpa menyisakan ganjalan di hati. Saya pamit sebagai kader, tetapi tidak sebagai kawan dan saudara. Silaturahmi akan tetap saya jaga, sebab pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara adalah tujuan kita bersama. Apabila selama berhimpun ada tutur dan laku saya yang kurang berkenan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," lanjutnya.
IAS Hormati Keputusan Appi
IAS sendiri mengaku menghormati keputusan Appi untuk hengkang dari Golkar. IAS mengaku akan segera menyerahkan langsung surat pengunduran diri Appi ke DPP Golkar.
"Kami menghargai keputusan Appi melepas status sebagai kader Golkar," kata IAS dalam keterangannya.
IAS mengaku akan langsung membawa surat pengunduran diri Appi ke DPP hari ini. Kebetulan, kata IAS, dirinya memang akan berangkat ke Jakarta.
"Kebetulan akan ke Jakarta untuk konsultasi persiapan pelantikan ke DPP Golkar, surat pengunduran diri Appi sekaligus akan diserahkan ke DPP," jelasnya.
Elite Demokrat Goda Appi
Appi sendiri disebut-sebut akan berlabuh ke Demokrat usai hengkang dari Golkar. Appi bahkan diisukan akan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Sulsel yang rencananya digelar Oktober 2026.
Isu tersebut belakangan semakin memanas usai DPP Demokrat Makassar menunjukkan ketertarikannya terhadap sosok Appi. Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng sampai turun langsung membujuk Appi.
"Saya rasa juga barangkali 'wattunnami' juga kalau Bung Appi ini kemudian bisa bergabung dengan Partai Demokrat," tegas Andi Alfian saat konferensi pers di Hotel Novotel Makassar pada Sabtu (3/10).
Andi Alfian menyampaikan ajakan itu di hadapan Appi yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut. Andi Alfian menilai Appi sebagai politisi muda yang bisa membangun dan memperkuat Partai Demokrat khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Saya mengajak Bung Appi untuk bergabung memperkuat Partai Demokrat di Sulawesi Selatan untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai wadah untuk perjuangan membangun bangsa ini, membangun Sulawesi Selatan dari dari Makassar," paparnya.
Andi Alfian berharap ajakan Demokrat bersambut meski menyadari Appi masih berstatus kader Partai Golkar. Dia mengaku pengalamannya bersama Appi menjadi salah satu alasan untuk mengajaknya bergabung bersama Demokrat.
"Menurut saya Partai Demokrat ini cocok untuk Bung Appi, karena kita sudah sama-sama selama ini. Bung Appi tahu betul apa ini Partai Demokrat, bagaimana karakter Partai Demokrat, prinsip dan nilai-nilai Partai Demokrat," jelasnya.
Andi Alfian melanjutkan, ajakan ini bagian dari tanggung jawabnya sebagai kader senior Demokrat sekaligus putra Sulsel. Dia ingin Demokrat memiliki kekuatan baru melalui kehadiran tokoh-tokoh potensial.
"Sebenarnya ada banyak yang saya ajak. Cuma ya kebetulan kita pas ada di sini dan lalu ngobrol-ngobrol tadi segala macam, kena lah vibe-nya itu kena, kemudian saya juga mengajak langsung kepada beliau untuk bergabung dengan Partai Demokrat," paparnya.
Namun Alfian ogah memaksa Appi menerima pinangan Demokrat. Dia memberikan waktu kepada Appi untuk mempertimbangkan sembari memikirkan statusnya yang masih berstatus kader partai lain.
"Dari sisi kami, kami serahkan sepenuhnya ke beliau yang lebih ke beliau waktunya kapan paling pas. Jadi istilahnya saya mengajak monggo kapan bisanya," imbuh Andi Alfian.
Apalagi Demokrat belum sampai mempertimbangkan posisi Appi jika resmi bergabung. Pembicaraan soal Appi masuk dalam struktur partai akan dibahas setelah Appi menyatakan kesediaan menerima pinangan Demokrat.
"Saya bilang kalau sudah resmi bergabung nanti tetap aja harus koordinasi dengan pimpinan partai demokrat yang ada di Sulsel. Tentu ada proses mengikuti etika politik yang baik," jelasnya.
Simak Video "Video Demokrat soal Sistem Pilkada ke Depan: Kami Sejalan dengan Prabowo"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
