Pengujian sampel menu makan bergizi gratis (MBG) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tabulahan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) telah tuntas. Hasilnya, makanan yang menyebabkan 20 siswa mengalami keracunan positif mengandung bakteri Staphylococcus Aureus.
"Untuk hasil pemeriksaan uji sampel makanan, berdasarkan laporan yang kami terima, dua sampel positif mengandung bakteri Staphylococcus Aureus," kata Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryana kepada wartawan, Senin (5/10/2026).
Iryana tidak menyebutkan secara detail dua sampel makanan yang disebut positif terkontaminasi bakteri. Dia juga belum bisa menarik kesimpulan penyebab kontaminasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bisa menarik mata rantai titik awal sehingga bakteri ada dalam makanan tersebut. Bisa saja dari manusia yang lebih dulu terpapar atau dari proses penyimpanan makanannya, itu semua yang harus diperhatikan," ucapnya.
Iryana mengaku hasil uji laboratorium sampel makanan tersebut telah diserahkan kepada pengelola dapur SPPG untuk ditindaklanjuti. Pihaknya telah menarik Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG tersebut.
"Ada beberapa rekomendasi yang harus memang mereka penuhi sehubungan dengan keluarnya hasil laboratorium dan ditemukan adanya bakteri pada sampel. Kami sudah tarik SLHS-nya," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr Ratna Sari Dewi, menyebut beberapa faktor penyebab munculnya bakteri. Selain dari manusia, juga karena kondisi lingkungan dan proses pengelolaan makanan.
"Bisa jadi dari petugasnya atau dari lingkungan yang tidak bersih dan pengolahan makanan, karena memang agak lama di suatu ruangan, sehingga di situ muncul bakteri," sebutnya.
Dia menegaskan, dapur SPPG tersebut dapat kembali beroperasi setelah proses pengelolaan makanan diperbaiki dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
"Jadi saya langsung koordinasi dengan Puskesmas Tabulahan untuk mendatangi SPPG terkait. Kami koordinasikan agar mencabut sertifikat SLHS-nya dan itu akan kembali beroperasi setelah ada perbaikan," pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 20 siswa di Kecamatan Tabulahan, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (28/9). Para siswa diduga keracunan akibat ayam yang menjadi lauk dalam MBG tersebut belum matang secara sempurna.
"Informasi yang saya terima dari guru, ternyata dibilang ayamnya masih ada yang merah. (Kurang matang) seperti itu," kata Camat Tabulahan, Martina kepada detikcom, Senin (28/9).
