Tanggal 4 Oktober 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Perayaan Global

Tanggal 4 Oktober 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Perayaan Global

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 04 Okt 2026 06:45 WIB
Hari Hewan Sedunia Diperingati Tiap 4 Oktober, Begini Awal Mulanya
Ilustrasi Hari Hewan Sedunia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/g-stockstudio)
Makassar -

Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 4 Oktober 2026 memperingati apa?

Tanggal 4 Oktober 2026 jatuh pada hari Minggu. Di tanggal ini tidak ada hari nasional yang diperingati di Indonesia.

Meski demikian, terdapat sejumlah momen yang diperingati secara global. Penasaran dengan momen apa saja yang diperingati?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, dalam artikel ini detikSulsel menyajikan daftar peringatan yang jatuh pada 4 Oktober 2026, lengkap dengan ulasannya yang rangkum dari laman National Today. Yuk simak selengkapnya untuk memahami makna dan pesan yang terkandung di balik tanggal tersebut.

Daftar Hari Penting yang Diperingati pada 4 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

Hari Hewan Sedunia

Tanggal 4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia setiap tahun. Hari peringatan ini bertujuan mengajak para pencinta hewan untuk menunjukkan kepedulian mereka.

Selain itu, peringatan global ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat dunia dalam memperjuangkan hak-hak hewan, meningkatkan kesadaran tentang konservasi, serta mendorong perlakuan yang manusiawi terhadap semua makhluk hidup.

Hari Hewan Sedunia bermula pada 1925 ketika Heinrich Zimmermann menyelenggarakan peringatan pertama di Berlin. Zimmermann, penerbit majalah pecinta hewan asal Jerman, "Man and Dog", menggelar acara tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan memperbaiki kesejahteraan hewan.

Tanggal 4 Oktober juga dikenal sebagai hari pesta Santo Fransiskus dari Assisi, santo pelindung hewan. Santo Fransiskus yang dihormati umat Katolik dikenal luas karena kedekatannya yang luar biasa dengan hewan dan seluruh makhluk hidup.

Fransiskus juga dipilih sebagai nama kepausan oleh Paus Fransiskus. Sejumlah gereja Katolik bahkan diketahui memberikan pemberkatan kepada hewan peliharaan pada hari tersebut untuk menghormati berbagai hal yang telah dilakukan Santo Fransiskus bagi hewan.

Hari Hewan Sedunia juga menjadi wadah bagi para ahli ekologi untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan spesies terancam punah.

Sejak 2003, organisasi amal berbasis di Inggris, Naturewatch Foundation, telah mensponsori peringatan ini dan mengorganisasi berbagai kegiatan agar para pencinta hewan di seluruh dunia dapat berpartisipasi serta menyuarakan dukungan bagi hewan. Peringatan ini bukan hanya ditujukan bagi hewan peliharaan, tetapi juga hewan liar, spesies yang terancam punah, serta hewan yang terancam akibat kerusakan lingkungan atau kurangnya perlindungan.

Hari ini menjadi pengingat agar kita tidak hanya menyayangi hewan yang ada di rumah, tetapi juga menghargai dan menghormati seluruh makhluk hidup yang menjadi bagian dari ekosistem kita.

Hari Habitat Sedunia

Hari Habitat Sedunia diperingati setiap Senin pertama Oktober. Tahun ini hari peringatan tersebut jatuh pada 4 Oktober 2026.

Peringatan global yang dipimpin oleh UN-Habitat ini menyerukan tindakan bersama untuk mengatasi berbagai tantangan perumahan dan mendorong pembangunan perkotaan yang inklusif. Selain itu juga bertujuan untuk mengadvokasi hak dasar setiap orang untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan permukiman manusia yang berkelanjutan.

Sejarah urbanisasi dapat ditelusuri hingga ke Mesopotamia kuno (sekarang dikenal sebagai Irak). Pada masa itu, dua kota berkembang pesat, yakni Uruk dan Ur, yang terletak tidak jauh dari tepian Sungai Efrat.

Para sejarawan juga mengaitkan kemunculan kawasan perkotaan dengan peradaban lembah sungai di berbagai tempat seperti Mesir, India, dan China. Pada awalnya, wilayah-wilayah tersebut bergantung pada pertanian dan peternakan, tetapi kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan kawasan para pedagang.

Catatan sejarah menunjukkan urbanisasi menyebar dari Mesopotamia kuno ke Mesir, kemudian ke Yunani kuno. Kota-kota Mesopotamia pada akhirnya mengalami kemunduran-penyebabnya hanya dapat diperkirakan, seperti kepadatan penduduk yang berlebihan dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Peradaban-peradaban kuno berikutnya kemudian berupaya mencegah dampak urbanisasi yang tidak diinginkan, khususnya di Mesir.

Pertumbuhan kawasan perkotaan meningkat pesat sekitar 200 tahun lalu ketika masyarakat mulai mencari pekerjaan, yang sebagian besar tersedia di kota-kota tempat pabrik berada. Dalam 50 tahun terakhir, urbanisasi berkembang dengan sangat cepat. Sebagian besar masyarakat di berbagai belahan dunia kini tinggal di kawasan perkotaan, dengan pertumbuhan urbanisasi yang banyak terjadi di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Saat ini, negara-negara di seluruh dunia mengalami pola yang sama, yakni masyarakat berbondong-bondong menuju kawasan perkotaan untuk mencari mata pencaharian dan taraf hidup yang lebih sejahtera.

Sebagai pusat kegiatan ekonomi, kota terus berkembang dan beradaptasi. Namun, kurangnya perencanaan dan sumber daya yang memadai terkadang menimbulkan berbagai persoalan besar. Dalam kondisi seperti ini, hunian yang layak belum tentu dapat diperoleh oleh banyak penduduk perkotaan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pada 1985, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat dan mengesahkan resolusi untuk memperingati Hari Habitat Sedunia setiap Senin pertama di bulan Oktober. Berbagai negara memperingati hari ini dengan bekerja sama dengan organisasi global dan nasional untuk mengkaji bagaimana urbanisasi memengaruhi habitat manusia serta dampaknya terhadap lingkungan.

Empat tahun kemudian, badan PBB yang menangani pembangunan perkotaan, United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat), meluncurkan penghargaan khusus bagi berbagai inisiatif yang memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan habitat manusia dan peningkatan kualitas hidup. Penghargaan berupa plakat yang diukir dengan nama pemenang dan pencapaiannya tersebut diberikan dalam peringatan global Hari Habitat Sedunia.

Pekan Kesadaran Penyakit Mental

Tanggal 4 Oktober 2026 menandai dimulainya peringatan Pekan Kesadaran Penyakit Mental. Peringatan ini diperingati mulai hari Minggu pertama bulan Oktober dan berlangsung selama tujuh hari penuh.

Hari peringatan ini didirikan untuk menyoroti isu kesehatan mental. Peringatan ini berasal dari didirikannya National Alliance of Mental Illness (NAMI).

Awalnya NAMI didirikan dengan nama Parents of Adult Schizophrenics, sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari kelompok-kelompok dukungan keluarga yang mencari jawaban dan pengobatan bagi orang-orang terkasih mereka yang terdampak penyakit mental.

Organisasi tersebut kemudian berganti nama menjadi Alliance for the Mentally Ill of San Mateo. Pembentukan organisasi ini memicu gerakan nasional ketika para anggotanya mendorong lebih banyak penelitian, dukungan yang lebih besar, serta kesadaran publik yang lebih luas.

Perkembangan gerakan tersebut menghasilkan pembentukan National Alliance on Mental Illness, organisasi kesehatan mental berbasis akar rumput terbesar di Amerika Serikat. Pada 1979, National Alliance on Mental Illness resmi didirikan.

Aliansi tersebut membuka kantor pertamanya di Washington pada 1980, dan pada 1982 ditunjuk sebagai bagian dari National Mental Health Advisory Council. Pada 1984, "Shattered Dreams" dan "Scrapbook" ditayangkan secara nasional; keduanya merupakan iklan layanan masyarakat pertama NAMI. Pada 1990, NAMI mendirikan NAMI HelpLine. Pada tahun yang sama, Kongres secara resmi menetapkan Pekan Kesadaran Penyakit Mental. Pada 1999, NAMI berpartisipasi dalam White House Conference on Mental Health pertama dan meluncurkan NAMI Family Support Group.

Kampanye StigmaFree diluncurkan pada 2015 dan diperingati dengan menyalanya Empire State Building dalam warna hijau. Pada tahun yang sama, NAMI juga bermitra dengan Alpha Kappa Alpha, Inc., perkumpulan mahasiswa perempuan tertua di Amerika Serikat yang didirikan oleh mahasiswi keturunan Afrika-Amerika.

Tujuan kerja sama tersebut adalah memperluas edukasi, kesadaran, dan kegiatan dukungan terkait kesehatan mental di kampus serta komunitas lokal. Pada 2019, "Stop the Stigma: A Conversation About Mental Health," yang menghadirkan para pakar NAMI, ditayangkan dalam program "CBS This Morning." Pada tahun yang sama, program NAMI Provider menjadi bagian dari kurikulum bagi mahasiswa kedokteran tahun ketiga di Des Moines University School of Osteopathic Medicine.

Pekan Antariksa Sedunia

Tanggal 4 Oktober 2026 juga menandai dimulainya peringatan Pekan Antariksa Sedunia. Peringatan ini berlangsung setiap tahun pada 4-10 Oktober, dengan menyoroti berbagai manfaat besar eksplorasi antariksa bagi kehidupan manusia.

Perkembangan Pekan Antariksa Sedunia mulai berlangsung pada 1980 ketika World Space Week Association (WSWA) mulai menyelenggarakan acara antariksa yang relatif kecil bernama Space Week. Acara tersebut menampilkan perayaan pendaratan pertama manusia di Bulan yang digelar setiap 16-24 Juli.

Pada 1981, WSWA membentuk "Spaceweek National Headquarters" untuk mengoordinasikan perayaan nasional di Amerika Serikat. Pada 1999, Spaceweek telah menjangkau lebih dari 15 negara. Pada tahun yang sama, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Pekan Antariksa Sedunia untuk diperingati setiap tahun pada 4-10 Oktober. Perayaan pertama dilaksanakan pada 2000, dengan WSWA sebagai koordinator global acara tersebut.

Saat ini, WSWA mengawasi tim internasional yang terdiri atas para koordinator nasional yang mengatur kegiatan di negara masing-masing. W.S.W.A. bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat antariksa dan meningkatkan ketertarikan mereka melalui partisipasi, dengan Pekan Antariksa Sedunia sebagai kegiatan utamanya.

Organisasi tersebut terus memperluas skala dan dampak peringatan ini. Upaya tersebut membuahkan hasil, dengan Pekan Antariksa Sedunia kini diperingati di lebih dari 90 negara dan menjadi acara antariksa terbesar di dunia.

Setiap tahun, Dewan Direksi WSWA memilih tema untuk membantu peserta menentukan isi program mereka. Para penyelenggara disarankan untuk mengangkat tema tahunan tersebut dalam kegiatan dan promosi mereka. Tema pada tahun-tahun sebelumnya antara lain "Women in Space" (2021) dan "Satellites Improve Life" (2020). Kegiatan Pekan Antariksa Sedunia biasanya mencakup aktivitas sekolah, pameran, acara pemerintah, serta kegiatan khusus di planetarium.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads