Tanggal 29 September Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Internasional

Tanggal 29 September Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Internasional

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 09:00 WIB
Ilustrasi kalender meja atau kalender duduk
Ilustrasi (Foto: Freepik/stockgiu)
Makassar -

Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai perayaan penting, termasuk hari ini, 29 September 2026. Sedikitnya ada 3 perayaan internasional yang yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, serta budaya.

Salah satu perayaan penting di tanggal ini adalah Hari Jantung Sedunia, sebuah kampanye Kesehatan yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantung. Selain itu, terdapat pula Hari Kesadaran Internasional tentang Kehilangan dan Pemborosan Makanan yang menyoroti keberlanjutan pangan.

Tanggal 29 September juga menandai sebuah perayaan untuk mengenang tokoh filsuf asal Tiongkok yang ajarannya membawa pengaruh besar. Perayaan tersebut dikenal sebagai Hari Konfusius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti apa cerita dan keunikan dari masing-masing peringatan tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini yang disadur dari laman National Today!

Hari Jantung Sedunia

Hari Jantung Sedunia YANG diperingati setiap 29 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit kardiovaskular serta pentingnya menjaga kesehatan jantung. Melalui peringatan ini, masyarakat didorong mengenali berbagai faktor risiko penyakit jantung sebagai upaya pencegahan.

ADVERTISEMENT

Peringatan ini digagas oleh Federasi Jantung Dunia bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pencetusnya adalah Antoni Bayés de Luna, Presiden Federasi Jantung Dunia periode 1997-1999.

Perayaan pertama Hari Jantung Sedunia berlangsung pada 24 September 2000. Hari Jantung Sedunia diperingati pada Minggu terakhir setiap September hingga tahun 2011, sebelum akhirnya ditetapkan pada 29 September.

Hari Jantung Sedunia menjadi momentum tahunan untuk menyebarkan informasi mengenai penyakit kardiovaskular, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Lebih dari 80 persen kematian akibat penyakit ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular di antaranya kurang aktivitas fisik, merokok, dan pola makan yang tidak sehat. Dengan mengetahui faktor risiko tersebut, upaya pencegahan pun dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

Hari Kesadaran Internasional tentang Kehilangan dan Pemborosan Makanan

Momen penting selanjutnya yang juga diperingati pada tanggal 29 September adalah Hari Kesadaran Internasional tentang Kehilangan dan Pemborosan Makanan. Tujuan dari perayaannya yaitu untuk meningkatkan kesadaran global terhadap banyaknya makanan yang hilang dan terbuang setiap tahun.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak turut mendukung kebijakan pangan berkelanjutan dan mengubah kebiasaan konsumsi.

Sejak zaman dahulu, kehilangan makanan dialami oleh manusia. Salah satunya penyebabnya adalah pembusukan yang sulit dikendalikan.

Meskipun saat ini manusia telah menemukan teknologi yang dapat membantu mengurangi pembusukan, kehilangan dan pemborosan makanan masih banyak terjadi. Beberapa faktor penyebab lainnya seperti kelalaian hingga kurangnya pengetahuan teknis.

Sekitar 14 persen makanan yang diproduksi di dunia hilang sejak panen hingga sebelum penjualan eceran, sedangkan sekitar 17 persen produksi pangan global diperkirakan terbuang. Pemborosan tersebut berasal dari rumah tangga sebesar 11 persen, sektor jasa makanan 5 persen, dan sektor ritel 2 persen.

Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena kehilangan dan pemborosan makanan berdampak pada ketahanan pangan, perekonomian, dan lingkungan. Ketika makanan terbuang, berbagai sumber daya yang digunakan untuk memproduksi makanan ikut terbuang.

Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bersama berbagai pihak menetapkan 29 September sebagai Hari Kesadaran Internasional tentang Kehilangan dan Pemborosan Makanan pada Desember 2019. Peringatan ini diharapkan dapat mendorong berbagai pihak untuk terlibat dalam upaya mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan.

Hari Konfusius

Tanggal 29 September juga menandai Hari Konfusius yang diperingati secara internasional. Peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang warisan pemikiran Konfusius, filsuf asal Tiongkok yang dikenal melalui ajarannya tentang etika, pendidikan, kebajikan, dan keharmonisan sosial.

Hari Konfusius menjadi momentum untuk mempelajari kembali pemikiran sang filsuf dan penerapannya dalam kehidupan.

Konfusius lahir dengan nama Kǒng Qiū dan dikenal pula dengan sebutan Guru Kong. Ia lahir pada 28 September 551 SM di Qufu, negara bagian Lu, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Shandong, Tiongkok.

Ayah sang filsuf meninggal dunia ketika ia berusia sekitar tiga tahun, memaksa dirinya tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit bersama sang ibu. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk belajar hingga menjadi seorang guru.

Di usia 22 tahun, Konfusius mulai mengajar dan memiliki murid-murid yang kemudian dikenal sebagai tokoh penting. Sebelum menghabiskan masa tuanya sebagai guru keliling, dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman Agung di negara bagian Lu.

Pemikiran Konfusius menekankan pentingnya kebajikan pribadi dan kehidupan sosial yang harmonis. Ajarannya tersebut kemudian berkembang menjadi Konfusianisme dan memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran serta kehidupan masyarakat Tiongkok.

Nah detikers, demikianlah daftar peringatan penting dan menarik yang dirayakan pada tanggal 29 September. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads