Sulbar Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dalam 4 Hari

Sulbar Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dalam 4 Hari

Tim detikcom - detikSulsel
Selasa, 29 Sep 2026 06:20 WIB
Bangunan MTs Uhaidao di Mamasa rusak parah akibat angin kencang dan hujan deras.
Foto: dok. istimewa
Sulbar -

Angin kencang menyebabkan 22 unit rumah dan sejumlah sekolah porak-poranda di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan tujuh unit rumah warga di Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan.

Angin kencang disertai hujan deras mulanya melanda wilayah Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa pada Jumat (25/9) sekitar pukul 15.45 Wita. Peristiwa itu tepatnya terjadi di tiga desa yakni Desa Uhailanu, Desa Uhaidao dan Desa Ralleanak.

"Terkait kejadian hujan disertai angin kencang dilaporkan ada 18 rumah warga dan 4 bangunan sekolah yang alami kerusakan," kata Kepala BPBD Mamasa Alfredi kepada wartawan, Sabtu (26/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfredi mengatakan 4 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan di Desa Uhailanu, sementara di Desa Uhaidao ada 2 rusak berat dan 4 rusak ringan, serta 2 rusak berat dan 1 rusak ringan di Desa Ralleanak.

"Empat bangunan sekolah yang turut terdampak, yakni MTS Uhaidao, SDS Kurasa, SD 03 Ralleanak dan MI Uhaidao. Rata-rata terdampak pada bagian atap yang terlepas," terang Alfredi.

ADVERTISEMENT

Alfredi mengungkapkan bencana alam tersebut berdampak terhadap 18 keluarga yang terdiri dari 72 jiwa. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga.

"Untuk warga yang mengungsi ada beberapa yang rumahnya rusak berat. Termasuk warga yang rumahnya tertimpa pohon tumbang," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Uhaidao Ali mengatakan angin kencang menerjang setelah hujan mengguyur beberapa jam. Dia menuturkan sudah dua hari terakhir wilayahnya dilanda hujan deras.

"Lama itu hujan, dari jam dua sampai sore. Dua hari hujan, setelah itu ada mi angin kencang," imbuhnya.

72 Siswa MTs Mamasa Belajar di Tenda

Kepala MTs Uhaidao, Asbadiun mengatakan peristiwa ini menyebabkan empat ruangan kelas sekolahnya rusak. Akibatnya, sebanyak 72 siswanya terpaksa belajar di tenda sebagai ruang kelas darurat.

"Kami sementara tidak ada tempat lain. Kalau tidak ada ruang kelas yang bisa kami pinjam, bisa jadi ruang terbuka jadi tempat proses pembelajaran (bertenda)," kata Asbadiun kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9).

"Empat ruangan terdampak, paling parah dua ruangan. Sudah setengah atapnya terbawa angin, plafonnya juga roboh terkena air dan dinding yang rusak terkena reruntuhan," ungkapnya.

Menurut Asbadiun, kuatnya tiupan angin disertai hujan deras membuat puluhan lembar atap seng sekolah terlepas. Bahkan sejumlah atap terbang terbawa angin sejauh sekitar 100 meter dari bangunan sekolah.

"Awalnya hujan tidak terlalu deras, mungkin sekitar setengah jam baru ada angin disertai hujan deras. Atap sekolah terlepas terbang sekitar seratus meter mungkin jauhnya dari sekolah," tuturnya.

7 Rumah Warga Mamuju Rusak Diterjang Angin Kencang

Angin kencang juga menyebabkan tujuh rumah warga di Kabupaten Mamuju rusak. Bencana hidrometeorologi ini terjadi di Mamuju tepat sekitar empat hari sejak peristiwa serupa di Mamasa.

"Ada 7 rumah (yang dilaporkan rusak)," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mamuju, Muh Taslim Sukirno kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Taslim mengatakan rumah terdampak berada di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Rimuku, Simboro dan Mamunyu. Dari tujuh rumah itu, terdapat 8 kepala keluarga (KK) dengan total 17 jiwa.

Menurut Taslim, rumah rusak berada di pesisir pantai dan wilayah dataran tinggi. Tujuh rumah tersebut masuk dalam kategori rusak ringan hingga sedang.

"Kategori ada yang rusak sedang dan ada yang rusak ringan saja," terangnya.

Ia menambahkan pihaknya kini melakukan pendataan pasti rumah terdampak. Selanjutnya pihaknya menyalurkan bantuan menyesuaikan anggaran yang tersedia.

"Kalau dari kami, kami melakukan asesmen, kemudian semua rumah sudah kami asesmen, itu kan dimasukkan ke data kami, sesuaikan dengan anggaran, ketika anggaran bisa kami berikan, kami akan cairkan untuk pemberian bantuan," ungkapnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads