Tanggal 28 September Memperingati Apa? Ada Hari Kereta Api Nasional ke-81

Tanggal 28 September Memperingati Apa? Ada Hari Kereta Api Nasional ke-81

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Senin, 28 Sep 2026 06:30 WIB
Ilustrasi Libur di Kalender
Ilustrasi (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)
Makassar -

Sejumlah momen penting diperingati di berbagai belahan dunia setiap harinya, baik secara nasional maupun internasional. Lantas, tanggal 28 September memperingati hari apa saja?

Di Indonesia, tanggal 28 September menjadi salah satu hari penting dalam sejarah perkeretaapian bangsa. Tanggal tersebut menandai peringatan Hari Kereta Api Nasional ke-81.

Sementara itu, di dunia internasional tanggal 28 September diperingati sebagai 2 perayaan penting. Kedua peringatan internasional tersebut adalah Hari Rabies Sedunia dan Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa sejarah dan keunikan dari masing-masing peringatan tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Hari Kereta Api Nasional

Dilansir dari laman resmi Kereta Api Indonesia (KAI), sejarah perkeretaapian di Indonesia telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada 17 Juni 1864, dilakukan pencangkulan pertama pembangunan jalur kereta api rute Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele.

ADVERTISEMENT

Pembangunan jalur tersebut dilakukan perusahaan swasta Naamlooze Vennootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) dengan lebar rel 1.435 milimeter. Pada 8 April 1875 pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api negara rute Surabaya-Pasuruan-Malang melalui Staatsspoorwegen (SS).

Pembangunan jalur kereta api lalu meluas ke sejumlah wilayah di Jawa dan luar Jawa, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi. Total panjang jalan kereta api dan trem di Indonesia hingga akhir 1928 tercatat mencapai 7.464 kilometer, dengan 4.089 kilometer milik pemerintah dan 3.375 kilometer milik swasta.

Pada tahun 1942, Jepang mengambil alih pengelolaan kereta api lalu mengubah namanya menjadi Rikuyu Sokyoku atau Dinas Kereta Api. Setelah Indonesia merdeka, stasiun dan kantor kereta api yang sebelumnya dikuasai Jepang mulai diambil alih pemerintah Indonesia.

Puncaknya terjadi pada 28 September 1945 Ketika Kantor Pusat Kereta Api Bandung berhasil diambil alih. Peristiwa tersebut menjadi tonggak peringatan Hari Kereta Api Nasional sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Hari Rabies Sedunia

Tanggal 28 September juga menandai peringatan Hari Rabies Sedunia. Mengutip laman National Today, peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya, pencegahan, dan pengendalian rabies.

Hari Rabies Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas di berbagai negara untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara mencegah rabies, baik pada hewan peliharaan maupun manusia.

Salah satu upaya pencegahan rabies yang paling dasar adalah vaksinasi serta kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab. Untuk turut mendukung kampanye tersebut, Aliansi Global untuk Pengendalian Rabies (GARC) turut mendukung berbagai kegiatan sebagai upaya pengendalian rabies berkelanjutan.

Salah satu hewan yang paling umum menularkan rabies kepada manusia adalah anjing. Lebih dari 99 persen kasus rabies pada manusia dilaporkan terjadi karena gigitan anjing. Oleh karena itu, pencegahan pada hewan menjadi salah satu bagian penting dalam mengendalikan penyakit tersebut.

Rabies masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian di berbagai negara. Lebih dari 60.000 orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal setiap tahunnya akibat infeksi rabies.

Mengingat betapa berbahayanya penyakit tersebut, melalui Hari Rabies Sedunia, masyarakat didorong untuk lebih memahami cara melindungi hewan peliharaan dari rabies.

Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi

Di dunia internasional juga diperingati Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi pada tanggal 28 September. Peringatan tersebut menyoroti hak mendasar setiap orang untuk mencari, menerima, dan menyebarluaskan informasi.

UNESCO mengadopsi resolusi pada 17 November 2015 yang menetapkan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi. Pada tahun 2019, Majelis Umum PBB menetapkan 28 September sebagai Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi.

Untuk membahas akses terhadap informasi sebagai bagian dari hak asasi manusia, UNESCO bersama program antarpemerintahnya menyediakan forum bagi berbagai pihak. Sebelum ditetapkan secara resmi tersebut, Hari Hak untuk Mengetahui telah diperingati di berbagai negara sejak 2002 melalui dukungan para pegiat masyarakat sipil.

Peringatan Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya akses masyarakat terhadap informasi. Akses universal tersebut juga berkaitan dengan transparansi pemerintahan, akuntabilitas, serta kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik.

Nah detikers, demikianlah daftar peringatan penting dan menarik yang jatuh pada tanggal 28 September. Semoga menambah wawasan!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads