Taubat adalah bentuk ikhtiar seseorang untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan. Dalam syariat Islam, taubat adalah penyesalan mendalam yang disertai niat kuat untuk memperbaiki diri.(1)
Setiap umat Islam dianjurkan untuk bertaubat setiap kali melakukan kesalahan atau perbuatan dosa, bahkan terdapat tuntunan untuk melaksanakan sholat taubat secara khusus. anjuran terkait sholat taubat ini disandarkan pada sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk mengerjakan sholat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya." (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ahmad)(2)
Lantas, bagaimana tata cara pelaksanaan sholat taubat? Simak panduan selengkapnya berikut ini, lengkap dengan bacaan doa setelahnya!
Tata Cara Sholat Taubat
Sholat taubat bisa dikerjakan sebanyak dua, empat, atau enam rakaat. Jika dikerjakan sebanyak empat atau enam rakaat, maka dilakukan dengan salam setiap dua rakaat.
Tata cara pelaksanaan sholat taubat ini pada dasarnya sama sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada bacaan niat dan surah yang dianjurkan dibaca setelah al-Fatihah.
Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara sholat taubat selengkapnya:
- Membaca niat sholat taubat
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallii sunnatat taubati rakataini mustaqbilal qiblati lillaahi taʼaalaa.
Artinya: "Saya niat sholat sunah taubat dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala." - Takbiratul ihram rakaat pertama
- Membaca surat al-Fatihah, dilanjutkan surat al-Kafirun
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Membaca surat al-Fatihah, dilanjutkan surat al-Ikhlas
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tahiyat akhir
- Salam
- Membaca doa setelah sholat taubat
- Membaca sayyidul istighfar
Doa Setelah Sholat Taubat
Sebagaimana dalam tata cara sholat di atas, setelah melaksanakan sholat taubat, umat Islam juga dianjurkan membaca doa taubat khusus.
Berikut ini bacaannya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِى لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Arab Latin: Astaghfirullâhal 'adzhîm, alladzî lâ ilaha illâ huwal hayyul qayyûm wa atûbu ilaihi taubata 'abdin dzhâlimin lâ yamliku linafsihi dharran wa lâ naf'an wa lâ mautan wa lâ hayâtan wa lâ nusyûran.
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi. Aku bertobat kepada-Nya sebagaimana tobatnya hamba yang zalim yang berdosa, tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudarat, manfaat, mati, hidup maupun bangkit nanti"
Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:
الْهِي عَبْدُكَ الْأَبِقُ رَجَعَ إِلَى بَابِكَ. عَبْدُكَ الْعَاصِي رَجَعَ إِلَى الصُّلْحِ. عَبْدُكَ الْمُذْنِبُ أَتَاكَ بِالْعُذْرِ فَاعْفُ عَنِّي بِجُوْدِكَ وَتَقَبَّلْ مِنِّي بِفَضْلِكَ وَانْظُرْ إِلَى بِرَحْمَتِكَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا سَلَفَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَاعْصِمْنِي فِيمَا بَقِيَ مِنَ الْأَجَلِ فَإِنَّ الْخَيْرَ كُلَّهُ بِيَدِكَ وَأَنْتَ بِنَا رَؤُوْفٌ رَّحِيمٌ.
Arab Latin: Ilâhî 'abdukal âbiqu rajaa ilâ bâbika, 'abdukal 'âshî raja'a ilash shulhi, 'abdukal mudznibu atâka bil'udzri fa'fu 'annî bijûdika wa taqabbal minnî bifadhlika wan dzhur ilayya birahmatika. Allâhummagh firlî mâ salafa minadz dzunûbi washimnî fimâ baqiya minal ajali faʻinnal khaira kullahu biyadika wa anta binâ raʻûfur rahîmun.
Artinya: "Ya Tuhanku, hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu. Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan. Hamba-Mu yang berdosa telah datang kepada-Mu memohon maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku dengan kemurahan-Mu, terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu, dan pandanglah aku dengan rahmat-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau, dan peliharalah sisa-sisa umurku, karena sesungguhnya semua kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami."(2)
Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat
Terkait ketentuan waktu pelaksanaan sholat taubat, tidak ada waktu khusus untuk mengerjakannya. Artinya, sholat sunnah ini dapat dikerjakan kapan saja, baik di siang maupun malam hari.
Setiap muslim dianjurkan untuk segera melaksanakan sholat taubat ketika ia sadar telah melakukan perbuatan dosa atau maksiat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah RA berikut ini:
وكذلك صلاة التوبة فإذا أذنب فالتوبة واجبة على الفور وهو مندوب إلى أن يصلي ركعتين ثم يتوب كما في حديث أبي بكر الصديق
Artinya: "Demikianlah shalat taubat itu dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan shalat dua rakaat kemudian ia bertaubat sebagaimana hadits Abu Bakar as-Shiddiq. (Lihat kitab: Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyyah 23/512, cetakan Darul Wafa).(3)
Keutamaan Sholat Taubat
Sholat taubat dianjurkan untuk dilaksanakan karena memiliki keutamaan luar biasa. Adapun keutamaan terbesarnya yaitu mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq RA yang mendengar Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًاء ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّر - وفي رواية: فيحسن الوضوء - . ثُمَّ يُصَلِّى - وفي رواية: ركعتين -- ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهِ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ وَالَّذِينَ إِذا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: "Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci-dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik-, kemudian melaksanakan shalat - dalam riwayat lain: dua rakaat-, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya".
Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat berikut ini:
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS Ali 'Imraan:135).
Penjelasan dalam hadits tersebut mencerminkan besarnya kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Allah tidak hanya membuka pintu taubat, tetapi juga menjanjikan ampunan bagi mereka yang bertekad meninggalkan dosa dan tidak mengulanginya.
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ، وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS an-Nisaa':17).(4)
Referensi:
1. detikHikmah
2. Buku Tuntunan Lengkap 99 Salah Sunah Sumperkomplet oleh Ibnu Watiniyah
3. Buku Panduan Sholat Rosulullah 2 oleh Imam Abu Wafa
4. Laman muslim.or.id
