Guru SD di Takalar Diduga Keracunan Menu MBG Mengandung Boraks

Guru SD di Takalar Diduga Keracunan Menu MBG Mengandung Boraks

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Kamis, 24 Sep 2026 17:12 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Takalar Nilal Fauziah.
Kepala Dinas Kesehatan Takalar Nilal Fauziah. Foto: Reinhard Soplantila/detikSulsel
Takalar -

Sejumlah guru SD 58 Lengkese, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu sampel organoleptik Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan (Dinkes) Takalar kemudian melakukan pengujian dan menemukan kandungan boraks dalam sampel tahu dari menu MBG tersebut.

Informasi sejumlah guru mengalami reaksi alergi usai menyantap menu MBG dilaporkan terjadi pada Rabu (23/9). Dinkes Takalar bersama tim puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) kemudian mengambil sampel makanan MBG tersebut.

"Kami bersama dengan tim dari puskesmas dan juga Labkesda turun melakukan inspeksi sanitasi dan juga mengambil sampel makanan yang disajikan pada hari itu," ujar Kepala Dinkes Takalar Nilal Fauziah kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilal mengatakan pihaknya memeriksa dua bahan makanan dari menu MBG tersebut, yakni tahu dan ayam. Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan kandungan boraks pada sampel tahu.

"Dari sampel makanan itu kami periksa ada dua bahan yang kami periksa yaitu ada tahu dan ada juga ayam. Dari pemeriksaan itu tahunya mengandung boraks dan juga kami lakukan pemeriksaan terhadap formalin tetapi keduanya negatif," katanya.

ADVERTISEMENT

Meski ditemukan boraks pada tahu, Nilal menegaskan pihaknya belum dapat memastikan reaksi alergi yang dialami para guru disebabkan menu MBG. Sebab, para guru juga mengonsumsi makanan lain sehingga sumber alergi belum dapat dipastikan.

"Alhamdulillah belum ada (yang dirawat karena keracunan). Jadi mereka itu memang mengalami reaksi alergi, tetapi kita juga tidak bisa menjustifikasi apa penyebab reaksi alerginya karena tidak dilakukan pemeriksaan saat itu," ungkapnya.

"Karena kan mungkin saja sudah ada beberapa makanan yang dimakan termasuk makan MBG itu, sehingga kita tidak bisa memastikan sumber alerginya sehingga menimbulkan gejala alergi pada korban yang dimaksud," sambung Nilal.

Menu MBG tersebut disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Takalar Mangarabombang Topejawa. Dinkes Takalar mengimbau seluruh SPPG lebih selektif dalam memilih bahan pangan yang akan diolah.

"Saya mengimbau ke seluruh SPPG yang ada di Kabupaten Takalar agar berhati-hati di dalam mencari bahan atau sumber pangan yang akan diolah untuk kebutuhan dapur MBG," jelas Nilal.

Nilal juga meminta bahan pangan tertentu diperiksa terlebih dahulu di laboratorium kesehatan daerah sebelum digunakan maupun sebelum menentukan pemasok. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

"Untuk makanan-makanan tertentu itu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu sebelum menentukan supliernya supaya kita aman dan juga menjaga tidak ada lagi kasus-kasus keracunan di sekolah-sekolah atau orang-orang yang menerima manfaat MBG ini," pungkasnya.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads