Puan Kaji Manfaat SD hingga Kuliah Negeri Gratis Pakai APBN

Puan Kaji Manfaat SD hingga Kuliah Negeri Gratis Pakai APBN

Tim detikNews - detikSulsel
Rabu, 23 Sep 2026 10:30 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani usai Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi wacana pendidikan gratis SD hingga perguruan tinggi negeri (PTN) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Puan ingin mengkaji manfaat dan kekuatan APBN terlebih dahulu.

"Kita kaji dulu bagaimana manfaatnya dan bagaimana kekuatan daripada APBN," ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir detikNews, Selasa (22/9/2026).

Menurut Puan, kajian matang dengan menyesuaikan kondisi APBN saat ini perlu dilakukan. Sebab, kata dia, kebijakan pendidikan pada akhirnya harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SD dan SMP kan, SPP sudah gratis. Jadi, ya ke depannya kita lihat dulu dengan situasi global seperti ini dan bagaimana kekuatan APBN, ya kita akan lihat seperti apa," terangnya.

"Tentu saja sebesar-besarnya adalah bagaimana itu bermanfaat buat bangsa dan negara," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Prabowo Bahas Biaya Pendidikan Negeri

Presiden Prabowo sebelumnya mengaku akan menggelar rapat terbatas (ratas) membahas biaya pendidikan negeri dalam sambutannya di HUT ke-28 PAN, di JCC, Jakarta, Jumat (18/9). Menurut Prabowo, pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri harus digratiskan.

"Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," ungkap Prabowo.

Prabowo lantas menyinggung sumber anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut. Salah satunya, dari dana yang dikorupsi oleh koruptor harus dikembalikan dan digunakan untuk kepentingan rakyat.

"Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. 'Dari mana uangnya?' Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri," katanya.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads