Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) meraih penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut diterima atas kontribusi dalam penguatan akses dan pemerataan pendidikan melalui berbagai program yang dijalankan.
Ajang penganugerahan tersebut berlangsung di Makassar, Jumat (18/9/2016). Trofi penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago dan diterima oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus serta Gubernur Sulteng Anwar Hafid.
Pemprov Sulut meraih penghargaan sebagai terbaik I dan Pemprov Sulteng Terbaik II pada kategori Akses Terhadap Layanan Pendidikan. Kinerja keduanya dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capaian yang dinilai meliputi pemerataan guru, sarana pendidikan, capaian literasi dan numerasi, serta partisipasi masyarakat dalam Pendidikan. Inovasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi nilai tambah dalam penilaian untuk kategori tersebut.
Salah satu program Pemprov Sulut yang cukup menonjol dalam bidang pendidikan adalah revitalisasi 50 sekolah dan pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan sebagai upaya memperluas akses pendidikan. Selain itu, akses pendidikan bagi tenaga pendidik juga diperkuat melalui alokasi beasiswa tahun 2026 untuk 150.000 guru yang belum berkualifikasi S1.
Sementara itu, upaya Pemprov Sulteng memperluas akses pendidikan dibuktikan melalui Program Berani Cerdas, program bantuan biaya pendidikan dan beasiswa untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi siswa serta mahasiswa asal daerah tersebut. Pemprov Sulteng mencatat 23.569 penerima manfaat Berani Cerdas, dengan alokasi anggaran lebih dari Rp 84 miliar hingga akhir 2025.
Pada 2026, jumlah penerima manfaat program Berani Cerdas mencapai sekitar 47 ribu mahasiswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp 260,406 miliar.
