Tanggal 18 September 2026 Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Global

Tanggal 18 September 2026 Memperingati Apa? Ada 3 Perayaan Global

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 18 Sep 2026 07:00 WIB
Kalender September 2026
Foto: Dok. Kementerian Agama
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 18 September 2026 memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 18 September 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 18 September 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today. Simak ulasannya sampai tuntas ya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Pemantauan Air Sedunia

Hari Pemantauan Air Sedunia diperingati setiap 18 September. Peringatan global ini mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk memantau serta menjaga kondisi sumber air di lingkungan sekitar.

Peringatan ini menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih bagi seluruh makhluk hidup sekaligus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

Hari Pemantauan Air Sedunia pertama kali diperkenalkan pada 2003 oleh America's Clean Water Foundation (ACWF). Organisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memantau sumber air secara rutin.

Awalnya, program ini diperingati setiap 18 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap pengesahan US Clean Water Act oleh Kongres Amerika Serikat pada 1972. Namun, ACWF kemudian menyadari bahwa sejumlah negara tidak dapat berpartisipasi karena sumber air di wilayah tersebut berpotensi membeku pada Oktober.

Untuk meningkatkan jumlah peserta dan negara yang terlibat, tanggal peringatan kemudian dimajukan satu bulan menjadi 18 September. Setiap tahun, sekitar satu juta orang atau lebih berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan menggunakan alat penguji kualitas air, mereka memeriksa kadar oksigen terlarut, tingkat keasaman, suhu, dan kejernihan air.

Seiring berjalannya waktu, pihak yang menjadi sponsor Hari Pemantauan Air Sedunia beberapa kali mengalami perubahan. Saat ini, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh EarthEcho International, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan dan didirikan untuk menghormati Philippe Cousteau, seorang ahli kelautan.

Keluarga Cousteau sebelumnya mendirikan Philippe Cousteau Foundation. Namun, setelah terjadi perselisihan mengenai penggunaan nama dengan Cousteau Society, organisasi tersebut kemudian berganti nama menjadi EarthEcho International.

EarthEcho menjalankan berbagai kegiatan, termasuk Hari Pemantauan Air Sedunia. Setelah berada di bawah organisasi tersebut, nama peringatan ini diubah menjadi EarthEcho Water Challenge. Meski namanya berubah, tujuan utamanya tetap sama, yakni mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air serta melakukan pemeriksaan kualitas dan keamanan air secara rutin.

Hari Kesetaraan Upah Internasional

Perayaan global yang juga diperingati setiap 18 September adalah Hari Kesetaraan Upah Internasional. Peringatan ini memperjuangkan isu penting mengenai kompensasi yang adil bagi semua orang.

Hari ini mendorong individu dan organisasi untuk menghadapi kesenjangan upah berdasarkan gender yang masih berlangsung serta memperjuangkan upah yang setara bagi semua kelompok masyarakat. Peringatan ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai ketidaksetaraan upah yang diterima perempuan dan mendorong upaya untuk menutup kesenjangan upah berdasarkan gender.

Peringatan ini dilatarbelakangi atas kondisi di Amerika Serikat, di mana perempuan memperoleh sekitar 0,82 dolar untuk setiap 1 dolar yang diperoleh laki-laki pada 2019. Kesenjangan upah perempuan juga berbeda berdasarkan ras, etnis, dan disabilitas.

Kelompok yang menerima upah paling rendah di AS adalah perempuan Hispanik, yang saat ini dibayar sebesar 57 persen dari pendapatan laki-laki kulit putih. Masalah kesenjangan upah memengaruhi banyak keluarga dari generasi ke generasi, karena perempuan kulit berwarna rata-rata mengakumulasi kekayaan yang lebih sedikit.

Kesenjangan upah ini terlihat di hampir semua pekerjaan dan industri, terutama yang didominasi laki-laki. Ahli bedah perempuan menerima penghasilan 19 miliar dolar lebih rendah setiap tahunnya dibandingkan rekan laki-laki mereka.

Dalam menentukan upah, pemberi kerja harus memastikan bahwa terdapat alasan pembenar yang berlaku. Artinya, perbedaan upah dapat diterima jika mempertimbangkan masa kerja dan deskripsi pekerjaan. Jika kesenjangan upah didasarkan pada jenis kelamin pekerja, pemberi kerja harus menaikkan upah perempuan, bukan menurunkan upah laki-laki.

Pada 1983, undang-undang yang disebut Equal Pay Act menyatakan bahwa pekerja dari semua jenis kelamin harus dibayar sama untuk pekerjaan dengan kondisi kerja yang serupa dan membutuhkan tingkat keterampilan, usaha, serta tanggung jawab yang sama. Civil Rights Act 1964 kemudian memperkuat aturan tersebut karena Title VII dalam undang-undang ini melarang diskriminasi terhadap seseorang berdasarkan ras, agama, warna kulit, atau jenis kelamin.

Hari Budaya Perusahaan Global

Peringatan internasional lainnya yang diperingati pada hari ini adalah Hari Budaya Perusahaan Global atau Global Company Culture Day. Setiap tanggal 18 September hari ini diperingati untuk menyoroti pentingnya lingkungan kerja yang positif.

Hari ini menjadi kesempatan bagi para pemimpin untuk merefleksikan nilai-nilai, perilaku, dan keputusan yang membentuk pengalaman karyawan.

Konsep budaya korporasi atau budaya perusahaan mulai berkembang pada awal 1980-an dan semakin populer pada 1990-an. Istilah ini digunakan oleh para manajer, sosiolog, dan akademisi lainnya untuk menggambarkan budaya dalam suatu perusahaan.

Budaya tersebut mencakup keyakinan, perilaku, sistem nilai, strategi, komunikasi, hubungan, lingkungan, sikap, aturan berpakaian, dan sebagainya.

Pada 2015, diakui bahwa budaya perusahaan tidak hanya dibentuk oleh pendiri, manajemen, dan karyawan suatu perusahaan, tetapi juga oleh "budaya dan tradisi nasional, tren ekonomi, perdagangan internasional, ukuran perusahaan, dan produk".

Perkembangan teknologi telah mengubah sifat budaya korporasi dalam beberapa tahun terakhir. Kini, organisasi dipengaruhi oleh berbagai budaya akibat globalisasi dan meningkatnya interaksi internasional.

Budaya korporasi yang sukses sering kali dapat dirangkum dalam beberapa karakteristik, yaitu visi, nilai-nilai, praktik, orang-orang, narasi, dan tempat. Budaya suatu perusahaan memengaruhi keseluruhan cara perusahaan tersebut berfungsi. Selain itu, karyawan mungkin tertarik pada perusahaan yang memiliki budaya yang sesuai dengan minat dan kecenderungan mereka.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads