Gempa M 5,1 di Ternate Terasa hingga Manado, BMKG: Aktivitas Subduksi Lempeng

Maluku Utara

Gempa M 5,1 di Ternate Terasa hingga Manado, BMKG: Aktivitas Subduksi Lempeng

Abadi Tamrin - detikSulsel
Kamis, 17 Sep 2026 15:23 WIB
Gempa M 5,1 guncang Ternate.
Gempa M 5,1 guncang Ternate. Foto: Dok. BMKG
Ternate -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 terjadi di Ternate, Maluku Utara hingga terasa di Pulau Batang Dua, Pulau Hiri dan Manado. BMKG menganalisis gempa ini akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

Gempa M 5,1 terjadi di Ternate, Maluku Utara pada pukul 13.20 WIB atau 14.20 Wita, pada Kamis (17/9/2026). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan kedalaman 43 km.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam laporannya diterima detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,39° LU; 126,42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 121 km Barat Laut Jailolo, Maluku Utara. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

ADVERTISEMENT

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," terangnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), BMKG menyebut gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) dan III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)

"IV MMI di Pulau Batang Dua. III MMI di Pulau Hiri dan Manado," tambahnya.

BMKG menambahkan hingga pukul 13.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

"Imbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," tutupnya.



(ata/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads