Pangdam Hasanuddin Minta Warga Tak Panik Beli BBM: Stok Aman

Pangdam Hasanuddin Minta Warga Tak Panik Beli BBM: Stok Aman

Iswandy Rusli - detikSulsel
Senin, 14 Sep 2026 11:28 WIB
Pangdam XIV/Hasanuddin melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Pertamina di Makassar. Dokumen Istimewa
Foto: Pangdam XIV/Hasanuddin melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Pertamina di Makassar. Dokumen Istimewa
Makassar -

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memastikan ketersediaan BBM untuk wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Dia pun meminta warga tak perlu panik.

Hal itu diungkapkan Bangun Nawoko usai melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Pertamina dan SKK Migas, Minggu (13/9/2026). Pihak Pertamina memastikan stok BBM aman kendati ada anomali di balik antrean BBM.

"Kemarin kan kita pertemuan dengan Dirut Pertamina pusat, Kepala SKK Migas, sama GM Pertamina Sulawesi. Sesungguhnya stok itu ada, yang kedua bahkan kita pengeluarannya tiap hari sudah melebihi di hari raya Idul Fitri," ujar Bangun kepada detikSulsel, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut dia menjelaskan anomali di balik antrean BBM. Menurutnya, sebagian warga yang antre BBM sebenarnya masih memiliki stok di tangkinya dan hanya terpengaruh oleh isu kelangkaan yang beredar.

"Rupanya ada anomali, khususnya untuk sepeda motor, dia tidak sesuai waktu antre dengan apa yang dia isi, kadang isinya cuma 2-3 liter, ada apa itu?," jelas Bangun.

Meski demikian, pihak Pertamina dan SKK Migas telah memberikan garansi penuh atas jaminan ketersediaan pasokan energi di wilayah Sulawesi. Kendati begitu, pola konsumsi yang tidak bijak dari masyarakat tetap berpotensi merusak rantai distribusi di lapangan.

"Tapi alhamdulillah kemarin dari Dirut, SKK Migas, Pertamina Sulawesi, mereka jamin pasokan itu. Tapi kalau penggunaan tidak bijak tentu saja tidak baik ke depannya, harapan kita semua masyarakat bijak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Langkah penambahan pasokan harian terus dilakukan secara terukur guna memenuhi kebutuhan warga yang meningkat. Selain itu, pasokan cadangan juga akan segera memperkuat ketahanan stok nasional dalam waktu dekat.

"Memang sudah ditambah stoknya, ada hitung-hitungannya kemarin tiap hari berapa kiloliter, itu sudah melebihi. Apalagi tanker mau datang lagi informasi dari GM Sulawesi, jadi harapan kita masyarakat tidak perlu panik," jelasnya.

Sistem Ganji Genap demi Urai Pengendara Antre BBM

Pemprov Sulsel sebelumnya memberlakukan aturan sistem ganjil genap dalam pengisian BBM. Aturan itu meruju pada surat Pemprov Sulsel bernomor: 670/2478/DESDM terkait Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Selatan yang diteken Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Kasman.

"Untuk mengurai antrean diberlakukan sistem pengisian berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil genap di seluruh SPBU di Sulawesi Selatan," kata Kasman dalam suratnya dikutip detikSulsel, Minggu (13/9).

Kebijakan kedua, Pemprov mendorong dilakukan penjadwalan ulang pengisian kendaraan truk agar pengisian BBM untuk kendaraan jenis truk dialihkan pada malam hari. Hal ini untuk mengurangi penumpukan kendaraan besar di jam operasional siang.

Pemprov Sulsel turut meminta penertiban personel dan nozel SPBU. SPBU yang tidak melengkapi operator pada setiap nozel agar diberikan sanksi. Apabila sanksi tidak ada perbaikan, pengoperasian SPBU tersebut diambil alih oleh PT Pertamina dan dilakukan evaluasi izin operasionalnya.

PT Pertamina juga diminta untuk segera melakukan upaya inovasi dalam sistem pengisian bahan bakar, seperti penambahan jam operasional, mengawasi jam operasional SPBU yang telah ditetapkan beroperasi 24 jam, penambahan armada MT, memastikan ketersediaan stok BBM di SPBU dan digitalisasi antrean.



(hmw/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads