Tanggal 13 September 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Momen Penting dan Menarik

Tanggal 13 September 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Momen Penting dan Menarik

Iswandy Rusli - detikSulsel
Minggu, 13 Sep 2026 07:00 WIB
Kalender September 2026
Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 13 September 2026 memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global maupun nasional.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 13 September 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 13 September 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today. Simak ulasannya sampai tuntas ya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Programmer

Hari Programmer diperingati setiap 13 September untuk mengapresiasi kontribusi penting para pengembang perangkat lunak dan programmer. Peringatan ini menjadi momen untuk menghargai para pemikir kreatif yang menciptakan berbagai perangkat dan pengalaman digital yang digunakan oleh sebagian masyarakat Bumi setiap hari.

Sejarah Hari Programer ini bermula pada tahun 2002, saat programmer asal Rusia, Valentin Balt dan Michael Cherviakov dari Parallel Technologies, menggalang dukungan dan tanda tangan untuk mendorong pemerintah Rusia menetapkan Hari Programmer. Namun, baru pada 2009 Kementerian Media Massa dan Komunikasi Rusia secara resmi mengakui Hari Programmer sebagai hari peringatan.

ADVERTISEMENT

Undang-undang untuk menghormati para programmer tersebut ditandatangani Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada 11 September 2009.

Namun, selain tanggal 13 September ini, terdapat beberapa tanggal yang juga diperingati sebagai Hari Programmer di sejumlah negara. Di China, misalnya, Hari Programmer dirayakan setiap 24 Oktober dan telah berlangsung sejak lama.

Tanggal tersebut dipilih karena dapat ditulis sebagai 10/24 atau 1024, yang berkaitan dengan angka 2¹⁰. Dalam praktiknya, angka 1.024 sering diperlakukan sebagai 1.000 sebagai penghubung antara sistem bilangan biner dan desimal. Tanggal ini juga tetap sama meski terjadi tahun kabisat.

Selain itu, sebelum ditetapkan pada 13 September, Hari Programmer secara tidak resmi diperingati pada 7 Januari. Namun, perayaan pada tanggal tersebut kini sudah jarang dilakukan.

Hari Programmer menjadi momentum untuk menghormati para programmer di seluruh dunia. Hampir tidak ada orang di era modern yang tidak merasakan manfaat dari pekerjaan mereka. Berbagai bidang, mulai dari transportasi, kesehatan, keuangan, hingga pendidikan, membutuhkan pemrograman agar dapat berjalan dengan baik.

Hampir seluruh perusahaan besar membutuhkan programmer untuk mengelola infrastruktur teknologi informasi mereka. Industri telekomunikasi juga sangat bergantung pada programmer, begitu pula industri otomotif yang membutuhkan mereka untuk memastikan jalannya lini perakitan. Selain itu, programmer berperan dalam menjaga keamanan, mendukung kehidupan sosial, hingga mengembangkan industri hiburan. Berbagai inovasi dalam perlindungan, desain, dan teknologi juga tidak lepas dari peran para programmer.

Hari Cokelat Internasional

Tanggal 13 September juga diperingati sebagai Hari Cokelat Internasional secara global. Peringatan ini menjadi momen bagi semua orang untuk menikmati cita rasa cokelat yang kaya dan lezat.

Sejarah cokelat dapat ditelusuri hingga sekitar 450 SM dan berasal dari Mesoamerika, yang kini menjadi wilayah Meksiko. Kata "cokelat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, "chocolatl", yang berarti "air panas", serta kata dalam bahasa Aztek, "xocoatl", yang berarti "air pahit".

Sekitar 4.000 tahun lalu, suku Olmek mulai mengolah biji kakao menjadi cokelat. Saat itu, cokelat digunakan sebagai obat dan bagian dari ritual adat. Berabad-abad kemudian, cokelat masuk ke dalam kebudayaan Maya dan dikonsumsi sebagai minuman serta digunakan dalam penyelesaian transaksi penting.

Biji kakao pernah dianggap sangat berharga hingga digunakan sebagai alat pembayaran oleh suku Aztek. Mereka meyakini biji kakao merupakan pemberian para dewa. Khasiatnya juga begitu dihormati sehingga masyarakat pribumi meminum cokelat sebelum pergi berperang.

Menurut legenda, cokelat dibawa ke Spanyol pada abad ke-16 oleh Hernán Cortés, penjelajah asal Spanyol yang mengenal kakao dalam perjalanannya ke Amerika. Dari Spanyol, cokelat kemudian menyebar ke berbagai wilayah Eropa.

Proses pembuatan cokelat yang membutuhkan waktu lama membuatnya menjadi makanan mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan atas. Namun, kondisi tersebut berubah pada 1828 setelah ahli kimia asal Belanda bernama Van Houten menemukan mesin pengepres cokelat. Mesin tersebut dapat memeras biji kakao yang telah dipanggang untuk menghasilkan bubuk kakao halus sebagai bahan pembuatan cokelat. Penemuan ini membuat cokelat lebih mudah diakses masyarakat luas sekaligus memungkinkan produksi dalam skala besar.

Memasuki abad ke-20, cokelat terus dinikmati masyarakat di berbagai belahan dunia dengan beragam rasa dan bentuk. Saat ini, kakao ditanam dan diekspor oleh lebih dari 50 negara dengan produksi mencapai lebih dari 4,7 juta ton per tahun.

Hari Kakek dan Nenek

Pada skala nasional terdapat peringatan Hari Kakek dan Nenek di Amerika Serikat. Hari ini diperingati setiap hari Minggu pertama setelah Hari Buruh (Labor Day) di Amerika Serikat, tahun ini jatuh pada 13 September 2026.

Peringatan ini menjadi momen khusus untuk menghargai peran berharga kakek dan nenek dalam kehidupan keluarga. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk menikmati kebijaksanaan mereka, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan bersama. Perayaan dapat dilakukan dengan mengadakan acara keluarga, mengirimkan hadiah, atau sekadar menelepon untuk mengungkapkan rasa sayang.

Sejarah Hari Kakek dan Nenek ini bermula pada tahun 1969, ketika seorang anak berusia sembilan tahun bernama Russell Capper mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. Dalam surat tersebut, ia mengusulkan agar ditetapkan satu hari khusus untuk merayakan kakek dan nenek.

Pada 12 Juni 1969, Capper menerima balasan dari Rose Mary Woods, sekretaris pribadi Presiden Nixon. Dalam surat tersebut, Woods menyampaikan bahwa usulan Capper mengenai Hari Kakek dan Nenek sangat dihargai. Namun, presiden hanya dapat menetapkan peringatan khusus melalui proklamasi apabila telah mendapat persetujuan dari Kongres.

Setelah surat tersebut, Marian McQuade kemudian mendapat pengakuan nasional dari Senat Amerika Serikat dan Presiden Jimmy Carter sebagai pendiri National Grandparents Day. McQuade ingin mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya keberadaan para lansia serta kontribusi yang telah mereka berikan sepanjang sejarah.

Ia juga mendorong generasi muda untuk "mengadopsi" seorang kakek atau nenek dan mempelajari lebih jauh tentang kehidupan, tantangan, serta harapan mereka di masa depan.

Pada 1977, Senator Randolph bersama sejumlah senator lainnya mengajukan resolusi bersama kepada Senat untuk meminta presiden menetapkan hari Minggu pertama setelah Labor Day setiap tahun sebagai National Grandparents' Day. Kongres kemudian mengesahkan aturan tersebut.

Pada 3 Agustus 1978, Presiden Jimmy Carter menandatangani proklamasi yang menetapkan Hari Kakek dan Nenek Nasional. Peringatan tersebut kemudian untuk pertama kalinya dirayakan pada tahun berikutnya.

Hari Berpikir Positif

Tanggal 13 September 2026 juga ada peringatan Hari Berpikir Positif di Amerika Serikat. Peringatan tahunan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menumbuhkan sikap optimistis dan melihat sisi positif dalam kehidupan.

Selain itu, peringatan ini juga menyoroti besarnya pengaruh pola pikir positif terhadap kesejahteraan emosional dan kesehatan secara keseluruhan. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk melatih rasa syukur, melihat tantangan dari sudut pandang berbeda, dan menebarkan energi positif kepada orang-orang di sekitar.

Hari Berpikir Positif pertama kali diperingati pada 2003. Gagasan ini dicetuskan oleh seorang pengusaha asal Amerika Serikat yang ingin mendedikasikan satu hari khusus untuk merayakan sikap positif dan berpikir positif, tujuannya adalah mendorong setiap orang untuk selalu memiliki sikap positif.

Berpikir positif memberikan berbagai manfaat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola pikir positif tidak hanya baik bagi kesejahteraan emosional, tetapi juga kesehatan mental.

Sikap ini dinilai dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian juga menunjukkan bahwa berpikir positif dapat memperpanjang usia dan membantu seseorang tetap sehat lebih lama. Bahkan, pola pikir positif disebut dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit ringan, seperti flu.

Ada berbagai teknik yang dapat dilakukan untuk membangun pola pikir positif. Salah satu cara terbaik adalah menyadari pikiran negatif yang muncul dan mengubah cara memandangnya. Ketika menghadapi suatu situasi dan memberikan reaksi negatif, cobalah melihatnya dari perspektif yang berbeda.

Kenali alasan yang membuat Anda berpikir negatif terhadap suatu keadaan, kemudian cari kemungkinan hasil positif dari situasi tersebut. Berbicara dengan teman yang mengalami hal serupa atau mengungkapkan pikiran secara verbal juga dapat membantu menemukan sisi positif dari sebuah masalah.

Hal positif yang ditemukan tidak harus berupa pencapaian besar. Kemenangan-kemenangan kecil yang sederhana pun dapat memberikan semangat dan dorongan. Jika dikumpulkan sepanjang hari, berbagai hal kecil tersebut dapat membantu membentuk sikap yang lebih positif.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads