Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 13 Sep 2026 05:45 WIB
Umat Katolik mengikuti misa Paskah di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Minggu 13 September 2026 dapat menjadi bahan refleksi bagi umat untuk kembali menata hati dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui Sabda-Nya. Pada Hari Minggu Biasa XXIV ini, umat diajak merenungkan makna pengampunan, belas kasih, dan kasih kepada sesama.

Melalui rangkaian bacaan minggu ini, umat diajak untuk tidak hanya menerima belas kasih Tuhan, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sabda Tuhan mengajak umat untuk tidak terjebak dalam dendam dan kebencian, melainkan membuka hati bagi kasih dan pengampunan.

Lantas, seperti apa bacaan lengkap dan pesan yang dapat direnungkan dari Sabda Tuhan pada Minggu, 13 September 2026? Simak selengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 13 September 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Sir 27:33-28:9

Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya.

ADVERTISEMENT

Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa.

Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia?

Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya?

Meskipun ia hanya daging belaka, namun ia menaruh dendam kesumat, siapa gerangan akan memulihkan dosa-dosanya?

Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan, ingatlah akan kebusukan serta maut dan hendaklah setia kepada segala perintah.

Ingatlah akan perintah-perintah dan jangan mendendami sesama manusia, hendaklah ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahannya.

Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian.

Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat, dan melontarkan permusuhan di antara orang-orang yang hidup dengan damai.

Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2,3-4.9-10,11-12

Mazmur Tanggapan Minggu, 13 September 2026Mazmur Tanggapan Minggu, 13 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Mazmur (oleh pemazmur):

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
    Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku.
    Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
    janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.
  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,
    dan menyembuhkan segala penyakitmu!
    Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,
    dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
  3. Tidak terus-menerus Ia murka,
    dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
    Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,
    atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
  4. Setinggi langit dari bumi,
    demikianlah besarnya kasih setia Tuhan
    atas orang-orang yang takwa kepada-Nya!
    Sejauh timur dari barat,
    demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Bacaan II: Rm 14:7-9

Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri.

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Bait Pengantar Injil:

Bait Pengantar Injil Minggu, 13 September 2026Bait Pengantar Injil Minggu, 13 September 2026 Foto: dok. Buku Misa

Ayat (oleh solis):

  • Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan,
    yaitu supaya kamu saling mengasihi
    sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

Bacaan Injil: Mat 18:21-35

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"

Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.

Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Renungan Hari Ini 13 September 2026: Mengampuni, Maukah?

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali? (Mat 18:21)

Petrus bertanya kepada Yesus apakah ia harus mengampuni saudaranya sampai tujuh kali. Yesus menjawab, "Sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Jawaban ini tidak dimaksudkan sebagai hitungan, melainkan penegasan bahwa pengampunan tidak mengenal batas.

Pada masa itu, para rabi Yahudi mengajarkan batas mengampuni kesalahan seseorang maksimal tiga kali. Petrus merasa bahwa mengampuni sampai tujuh kali adalah angka yang sangat dermawan, namun Yesus merombak total batasan manusiawi tersebut dengan konsep pengampunan tanpa batas dari Allah.

Manusia diumpamakan sebagai hamba dengan utang dosa yang tak terbayar kepada Allah. Karena Allah telah mengampuni dosa manusia terlebih dahulu dengan cuma-cuma, manusia wajib mengampuni sesama.

Seorang romo bercerita ada seorang ibu bernama Anna (bukan nama sebenarnya) yang berusia sekitar kurang lebih 45 tahun. Ia bekerja sebagai dosen pada sebuah universitas. Ia mempunyai suami yang baik dan seorang putra.

Rumah tangga mereka cukup harmonis. Ketika ia berusia 9 tahun, Anna pernah menjadi korban kekerasan seksual oleh ayahnya sendiri, sehingga ia sangat membenci ayahnya, dan sulit menerima dirinya.

Ia sulit untuk memaafkan dirinya sendiri dan terpuruk dalam waktu lama. Ia jatuh bangun berusaha untuk memaafkan dirinya dan mengampuni ayahnya.

Berkat doa dan bimbingan para romo dan suster, akhirnya Anna perlahan bangkit dari keterpurukannya. Dengan rahmat Allah, akhirnya ia mampu untuk mengampuni ayahnya dan menerima dirinya.

Ketika ayahnya meninggal, ia tulus mengurus seluruh proses pemakamannya sampai selesai. Saat itulah ia merasakan kedamaian yang selama ini dirindukan.

Luka itu mungkin tidak pernah benar-benar hilang, tetapi hatinya telah dibebaskan dari belenggu kebencian. Mengampuni memang bukan perkara mudah, apalagi ketika luka yang dialami begitu mendalam.

Pengampunan adalah sebuah keputusan yang terus diperbarui setiap hari. Kita tidak mampu melakukannya dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan rahmat, pertolongan, dan kasih Tuhan, kita dimampukan untuk melangkah menuju pengampunan. Maukah kita membuka hati dan mulai mengampuni?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Marcellina F. Hasnah

Doa Penutup

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau telah mengampuni kami. Ajar kami tuk selalu mengingat kasih-Mu agar kami lebih mudah tuk mau mengampuni kepada sesama kami. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 13 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Tuhan Yesus memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads