Tanggal 12 September 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Pentingnya

Tanggal 12 September 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Pentingnya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Sabtu, 12 Sep 2026 06:00 WIB
Kalender September 2026
Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 12 September memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 12 September 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 12 September 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya. Simak ulasannya sampai tuntas ya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Purnawirawan atau HUT PEPABRI

Setiap tanggal 12 September diperingati sebagai Hari Purnawirawan atau HUT PEPABRI di Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah Purnawirawan artinya pensiunan (TNI dan Polri), sementara PEBABRI adalah singkatan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Melansir detikNews, PEPABRI lahir di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno. Berawal pada 1 September 1953, didirikan organisasi Persatuan Pensiunan Angkatan Perang Republik Indonesia (PPAPRI) di Solo.

ADVERTISEMENT

Organisasi PPAPRI masih bersifat lokal, dengan beranggotakan mereka yang berada di sekitar Karesidenan Surakarta, khususnya para mantan anggota legiun Mangkunegaran. PPAPRI bertujuan menggalang solidaritas dan berupaya meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Kemudian, tanggal 12 April 1957, para pensiunan TNI di Jakarta mendirikan organisasi Persatuan Pensiunan Angkatan Perang Republik Indonesia (PERPAPRI) yang juga masih bersifat lokal. Kelahiran PERPAPRI di Jakarta didorong oleh semangat juang yang tidak mengenal pensiun.

Pada 10-12 September 1959, PERPAPRI menyelenggarakan Kongres Nasional I di Kaliurang Yogyakarta yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan PPAPRI Solo.

Kongres ini menghasilkan kesepakatan untuk mempersatukan seluruh organisasi pensiunan dan Janda APRI/ Janda pensiunan dalam satu wadah, dengan nama Persatuan Pensiunan Angkatan Perang Republik Indonesia (PERPAPRI), serta menyepakati landasan perjuangan dan identitas organisasi, yang kemudian dirumuskan dalam kode kehormatan "Catur Dharma."

Organisasi pensiunan dan janda APRI/janda pensiunan menjadi cikal bakal lahirnya organisasi PEPABRI. Pada bulan April 1964, PEPABRI menggelar Kongres Nasional III di Lembang Bandung dengan mengikutsertakan PPAKRI (Persatuan Pensiunan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia), yang menghasilkan keputusan sebagai berikut:

Menerima pengintegrasian PPAKRI ke dalam PEPAPRI
Menyepakati perubahan nama PEPAPRI menjadi Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia disingkat PEPABRI
Merubah sebutan pensiunan menjadi purnawirawan dan Janda ABRI/Janda purnawirawan menjadi Warakawuri,
Menetapkan tanggal 12 September sebagai hari Purnawirawan dan hari lahir PEPABRI.

Dengan demikian, setiap 12 September memperingati Hari Purnawirawan atau hari lahir Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau HUT PEPABRI.

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional

Tanggal 12 September juga diperingati sebagai Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMN) di Indoensia. Melansir laman Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, HKGMN diinisiasi pertama kali pada tahun 2018.

Hari ini diinisiasi sebagai upaya Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut. Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat agar setiap individu dan komunitas menerapkan kebiasaan merawat gigi yang baik: menyikat dua kali sehari, rutin ke dokter gigi, dan menjaga pola makan yang mendukung kesehatan mulut.

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 56,9% penduduk usia ≥3 tahun mengalami gangguan gigi dan mulut. Sementara itu, Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi karies gigi mencapai 88,8%.

Tingginya masalah tersebut berkaitan dengan perilaku dan pola hidup masyarakat, seperti kebiasaan menyikat gigi yang belum tepat, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan gigi. SKI 2023 juga menunjukkan hanya 1,4% penduduk yang menyikat gigi pada waktu yang direkomendasikan.

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan gigi, pembiasaan menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, penggunaan fluoride, dan pengurangan konsumsi gula. Pemanfaatan teledentistry juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses edukasi dan konsultasi kesehatan gigi, terutama di daerah dengan keterbatasan layanan.

Hari Peringatan Tragedi Tanjung Priok

Tanggal 12 September dikenang sebagai hari terjadinya Tragedi Tanjung Priok, salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Tragedi ini terjadi pada 12 September 1984 di Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan melibatkan aparat dan massa sipil.

Dirangkum dari berbagai sumber, peristiwa ini bermula dari ketegangan antara warga dan aparat pada 8 September 1984. Saat itu, dua Babinsa mendatangi Musala As-Sa'adah di Gang IV Koja untuk mencopot pamflet yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah Orde Baru. Tindakan tersebut memicu keributan dengan warga.

Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah warga ditangkap terkait perusakan sepeda motor milik aparat tersebut. Seorang tokoh masyarakat, Amir Biki melakukan upaya untuk membebaskan empat warga yang ditahan, sayangnya tidak membuahkan hasil.

Pada 12 September, sekitar 1.500 warga kemudian bergerak menuju Polres dan Kodim setempat. Dalam peristiwa tersebut terjadi bentrokan dan penembakan yang menyebabkan korban jiwa.

Angka resmi yang dikeluarkan pemerintah saat itu menyebutkan 24 orang tewas dan 54 orang luka-luka. Namun, laporan dari berbagai sumber independen dan saksi mata, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), memperkirakan jumlah korban jiwa jauh lebih besar bahkan mencapai ratusan orang, dengan banyak di antaranya yang hilang dan tidak pernah ditemukan.

Tragedi Tanjung Priok kemudian menjadi salah satu peristiwa yang dikenang dalam sejarah pelanggaran HAM di Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat para korban serta pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM secara adil.

Hari PBB untuk Kerja Sama Selatan-Selatan

Hari PBB untuk Kerja Sama Selatan-Selatan diperingati setiap 12 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan pertukaran solusi antarnegera Global Selatan.

Hari peringatan ini menegaskan bahwa setiap negara memiliki pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dapat dibagikan untuk mendorong kemajuan bersama.

Melansir laman resmi PBB, pada 2026 peringatan ini mengusung tema "Solidarity Rising: Global Alliance for Inclusive and Innovative Development" yang artinya "Solidaritas yang Bangkit: Aliansi Global untuk Pembangunan yang Inklusif dan Inovatif". Tema tersebut menyoroti peran kerja sama Selatan-Selatan dan trilateral dalam menghubungkan solusi yang telah terbukti dengan keahlian, kemitraan, dan dukungan yang dibutuhkan agar dapat diterapkan secara lebih luas.

Negara-negara Global Selatan kini semakin aktif berbagi solusi di berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, inovasi digital, kesehatan masyarakat, pertanian berkelanjutan, kesiapsiagaan bencana, pendidikan, hingga pelayanan publik. Pertukaran tersebut membantu negara menyesuaikan solusi yang telah berhasil dengan kebutuhan masing-masing sekaligus mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Peringatan 2026 juga menjadi momentum peluncuran Aliansi Global untuk Kerja Sama Selatan-Selatan dan Trilateral. Platform sukarela yang difasilitasi PBB ini bertujuan menghubungkan kebutuhan negara dengan keahlian, kemitraan, dan dukungan yang diperlukan untuk mengubah pengalaman bersama menjadi langkah nyata.

Hari Polisi Wanita Nasional

Hari Polisi Wanita Nasional diperingati setiap 12 September di Amerika Serikat. Peringatan ini untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi polisi wanita dalam menegakkan hukum dan menjaga ketertiban.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengakui keberanian mereka, mendorong keterwakilan perempuan yang lebih besar, serta mendukung perempuan yang berkarier di bidang penegakan hukum.

Melansir National Today, polisi wanita pertama di Amerika Serikat diyakini adalah Marie Owens, yang bergabung dengan Departemen Kepolisian Chicago pada 1891. Sebelumnya, pada 1854, New York City telah mempekerjakan petugas perempuan untuk memeriksa dan menjaga tahanan wanita. Namun, mereka berstatus sebagai warga sipil dan tidak memiliki kewenangan penegakan hukum seperti Owens.

Pada 1910, Alice Wells bergabung dengan Departemen Kepolisian Los Angeles dan menjadi polisi wanita kelahiran Amerika Serikat pertama. Wells merupakan lulusan perguruan tinggi dan pekerja sosial yang secara khusus berupaya mendapatkan posisi sebagai polisi. Ia kemudian menjadi salah satu pelopor gerakan nasional yang mendorong kepolisian merekrut perempuan sebagai petugas.

Meski demikian, perempuan di kepolisian masih menghadapi diskriminasi, seksisme, serta berbagai standar ganda di tempat kerja. Sejumlah kasus hukum kemudian diperjuangkan untuk mewujudkan kesetaraan dalam rekrutmen dan pekerjaan di lembaga kepolisian.

Salah satu kasus penting terjadi pada Agustus 1971 ketika Veragene Hardy mengajukan gugatan terhadap Dewan Kepegawaian Kota Oakland. Gugatan tersebut menuntut agar posisi polisi di Departemen Kepolisian Oakland terbuka secara setara bagi laki-laki dan perempuan.

Saat ini, polisi wanita telah terlibat dalam berbagai aspek pekerjaan kepolisian, mulai dari penegakan hukum hingga pelayanan kepada masyarakat.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads