6.023 Kendaraan di Sulsel Diblokir Tak Bisa Isi BBM Subsidi Lagi

6.023 Kendaraan di Sulsel Diblokir Tak Bisa Isi BBM Subsidi Lagi

Abadi Tamrin - detikSulsel
Kamis, 10 Sep 2026 17:15 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Pettarani Makassar masih mengular meski harga BBM tidak mengalami kenaikan.
Foto: Antrean kendaraan di SPBU Pettarani Makassar mengular. (detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 6.023 kendaraan terdeteksi melakukan pembelian mencurigakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kendaraan tersebut kini diblokir dari akses pembelian Pertalite maupun Solar.

"Pertamina telah melakukan pemblokiran terhadap 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan dalam penyaluran BBM bersubsidi," ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Deny mengatakan pengawasan transaksi terus diperkuat untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran. Menurutnya, Pertamina juga secara rutin menyampaikan laporan realisasi penyaluran dan kuota BBM maupun LPG kepada pemerintah provinsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah tersebut menjadi bagian dari keterbukaan data penyaluran sekaligus bahan evaluasi bersama terhadap perkembangan kebutuhan energi di Sulawesi Selatan," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu kata Deny, sebagai tambahan langkah pelayanan, 16 SPBU di Kota Makassar akan ditambah jam operasional menjadi 24 jam. Dengan 11 SPBU yang sebelumnya telah beroperasi selama 24 jam, nantinya terdapat 25 SPBU yang memberikan layanan sepanjang hari di Kota Makassar.

"Pertamina telah menambah alokasi BBM sekitar 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah yang membutuhkan," terangnya.

Diketahui, antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU di Kota Makassar kian parah dalam beberapa hari terakhir. Dari sebelumnya hanya terjadi pada BBM jenis Solar, kini antrean juga terjadi pada jenis Pertalite, bahkan terjadi hingga dini hari.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads