Tanggal 10 September 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Momen Penting dan Menarik

Tanggal 10 September 2026 Memperingati Apa? Ada 4 Momen Penting dan Menarik

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 10 Sep 2026 10:36 WIB
Kalender September 2026
Foto: Screenshot/Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 Kemenag
Makassar -

Tanggal 10 September 2026 jatuh pada hari Kamis dalam kalender Masehi. Terdapat sejumlah momen penting yang diperingati di tanggal ini.

Salah satunya adalah Hari Ulang tahun (HUT) TNI Angkatan Laut (AL) di Indonesia. Selain itu, ada juga Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati secara global.

Mengetahui hari peringatan pada tanggal ini tentunya bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa di baliknya. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, berikut daftar hari penting dan menarik yang diperingati pada 10 September 2026. Yuk simak selengkapnya!

HUT TNI AL

Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut diperingati setiap tanggal 10 September. Hari ini mengenang pertama kali didirikannya angkatan laut Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dirangkum dari laman resmi TNI AL, angkatan laut Indonesia didirikan pada 10 September 1945 dengan nama Badan Kemanan Rakyat Laut (BKR Laut). Salah satu pendorong terbentuknya BKR Laut adalah masih adanya potensi yang memungkinkan organisasi tersebut menjalankan fungsi angkatan laut, seperti keberadaan kapal dan pangkalan. Kondisi tersebut menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kekuatan laut, meskipun pada saat itu angkatan bersenjata Indonesia belum terbentuk secara utuh.

Seiring pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), BKR Laut kemudian berubah menjadi TKR Laut. Dalam perkembangannya, TKR Laut berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) Laut dan selanjutnya menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

Pada masa perang kemerdekaan, ALRI aktif menyebarkan berita Proklamasi, melakukan operasi lintas laut, mengangkut pasukan dan logistik, serta menghadapi blokade Belanda meski dengan sarana yang terbatas. Pada periode ini, ALRI juga mulai membangun organisasi dan kekuatan pendukung, termasuk Corps Armada, Corps Marinier, serta lembaga pendidikan. Kondisi perang menyebabkan sejumlah kapal dan pangkalan mengalami kerusakan atau kehancuran.

Pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, ALRI memasuki fase konsolidasi dan pembangunan kekuatan. Sejumlah kapal perang Belanda kemudian menjadi bagian dari kekuatan ALRI. Organisasi juga diperkuat melalui pembentukan armada, korps marinir, penerbangan laut, dan komando daerah maritim.

Memasuki dekade 1960-an, ALRI berkembang pesat dengan masuknya persenjataan modern dari Uni Soviet, termasuk kapal selam, kapal perang permukaan, dan pesawat udara. Kekuatan tersebut mendukung pelaksanaan Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat. Dalam rangkaian operasi tersebut, terjadi Pertempuran Laut Aru yang menewaskan Komodor Yos Sudarso. ALRI juga berperan dalam Operasi Dwikora dalam rangka konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Memasuki masa Orde Baru, ALRI mengalami penataan organisasi seiring integrasi kekuatan bersenjata ke dalam ABRI. Nama ALRI kemudian berubah menjadi TNI Angkatan Laut (TNI AL). Pada periode berikutnya, TNI AL berperan dalam berbagai operasi militer, termasuk Operasi Seroja di Timor Timur. Modernisasi alutsista juga terus dilakukan, dengan penggunaan teknologi dan persenjataan dari negara-negara Barat yang semakin besar.

Selain menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, TNI AL turut berperan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Peran tersebut antara lain diwujudkan melalui Operasi Surya Bhaskara Jaya, pembangunan masyarakat pesisir, serta berbagai kegiatan kemaritiman.

Memasuki dekade 1990-an hingga era Reformasi, TNI AL terus memperkuat dan menata organisasinya. Penambahan kapal perang dan alutsista, reorganisasi armada, serta pengembangan Korps Marinir menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan laut yang lebih modern. Pembenahan tersebut terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjalankan tugas pertahanan, keamanan, penegakan hukum di laut, serta mendukung pembangunan maritim nasional.

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day diperingati setiap 10 September secara global. Hari peringatan ini diselenggarakan oleh International Association for Suicide Prevention bekerja sama dengan World Health Organization (WHO).

Melansir laman WHO, tema yang diusung dalam peringatan periode 2024-2026 adalah "Changing the Narrative on Suicide" yang artinya "Mengubah Narasi tentang Bunuh Diri". Fokus tema ini tentang beralih dari budaya bungkam dan rasa malu menuju pemahaman dan dukungan.

Tema tersebut mendorong seluruh elemen masyarakat dunia, mulai individu, komunitas, institusi, hingga pemerintah untuk melakukan diskusi terbuka dan jujur tentang bunuh diri dan perilaku bunuh diri.

Diperkirakan 208.000 jiwa yang hilang setiap tahunnya. Bunuh diri bahkan kini menjadi masalah besar di kawasan Asia Tenggara dengan menjadi salah satu penyebab kematian utama, yang memengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, dan latar belakang.

Dengan mematahkan stigma seputar kesehatan mental dan bunuh diri, diharapkan dapat tercipta budaya di mana orang merasa aman untuk mencari bantuan. Sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang merasa sendirian, dan bahwa setiap orang tahu sistem dukungan dan intervensi tersedia.

Bunuh diri dapat dicegah, tetapi upaya pencegahannya bukanlah hal yang mudah. Hal ini membutuhkan upaya kolektif, kesadaran, dan komitmen untuk menumbuhkan harapan, penyembuhan, dan koneksi.

Lebih dari sekadar menanggapi krisis individu, upaya ini tentang membangun komunitas yang kuat dan inklusif di mana orang merasa terhubung, dihargai, dan didukung. Bahkan tindakan kebaikan kecil, percakapan jujur, atau sekadar hadir untuk seseorang dapat membuat perbedaan yang mendalam.

Hari "Are You Okay?"

Hari "Are You Okay?" atau Are You Okay Day diperingati setiap Kamis kedua bulan September di Australia. Tahun ini jatuh pada 10 September 2026.

Peringatan ini mengajak masyarakat Australia untuk menanyakan kabar teman, keluarga, dan rekan kerja. Hari ini mengingatkan setiap orang untuk bertanya, mendengarkan, mendorong seseorang mengambil langkah untuk mengatasi masalahnya, kemudian kembali menanyakan kabarnya.

Melansir laman National Today, peringatan ini muncul ditarabelakangi oleh insiden Barry Larkin yang meninggal karena bunuh diri pada 1995. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan teman-temannya, serta berbagai pertanyaan yang belum terjawab.

Pada 2009, putranya, Gavin Larkin, memilih melakukan sesuatu untuk mengenang kematian sang ayah sekaligus mencegah lebih banyak kasus bunuh diri.

Gavin mengusung satu pertanyaan sederhana untuk menghormati ayahnya dan mencegah terjadinya lebih banyak bunuh diri, yakni "Are you okay?" yang artinya "Apakah kamu baik-baik saja?". Bersama beberapa temannya, Gavin kemudian mengubah pertanyaan tersebut menjadi sebuah kampanye nasional. Dari gagasan tersebut, didukung keahlian dan kepedulian mereka, lahirlah R U OK?

Gavin meninggal karena kanker pada 2011. Namun, hingga akhir hayatnya, ia tetap meyakini bahwa sebuah percakapan dapat mengubah kehidupan seseorang.

Warisannya kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan percakapan berskala nasional. R U OK? merupakan organisasi amal yang bergerak dalam pencegahan bahaya dan bunuh diri dengan mendorong masyarakat melakukan percakapan yang dapat membantu orang lain maupun diri sendiri menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.

Pada 2011, sebuah film dokumenter juga dibuat untuk mengisahkan perjalanan luar biasa di balik R U OK?

R U OK? berfokus pada membangun motivasi, kepercayaan diri, dan keterampilan orang-orang yang memberikan dukungan kepada sesama, terutama dalam mengenali tanda-tanda munculnya pikiran untuk bunuh diri. Organisasi ini berkontribusi dalam upaya pencegahan bunuh diri dengan mendorong masyarakat meluangkan lebih banyak waktu untuk membangun hubungan dan membentuk jaringan dukungan informal, seperti teman, keluarga, dan rekan kerja.

Peringatan Hari Are You Okay? pada dasarnya lebih menekankan pengembangan kemampuan seseorang untuk menjadi pendukung bagi orang lain daripada sekadar meminta bantuan ketika sedang menghadapi masalah. Peringatan ini juga berupaya mengurangi stigma terhadap masalah kesehatan mental.

Hari Top Up Sedunia

Hari Top Up Sedunia (World Top Up Day) diperingati setiap 10 September. Peringatan ini untuk menghargai tindakan sederhana tetapi berdampak besar, yakni mengirimkan pulsa kepada orang-orang terkasih yang berada di negara lain.

Peringatan ini menyoroti pentingnya layanan isi ulang pulsa secara daring dalam menjaga hubungan dan memberikan dukungan kepada keluarga di berbagai belahan dunia. Masyarakat dapat ikut memperingatinya dengan mengirimkan pulsa, membagikan cerita, atau meningkatkan kesadaran tentang pentingnya inklusi keuangan digital.

Sejarah telepon seluler prabayar bermula pada 1990-an ketika operator seluler mulai memperluas jangkauan pasar. Sebelum itu, layanan telepon seluler umumnya hanya tersedia melalui sistem kontrak atau pascabayar.

Akibatnya, orang-orang dengan riwayat kredit yang kurang baik dan anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak dapat menikmati layanan tersebut. Tiga dekade kemudian, telepon seluler prabayar telah digunakan oleh masyarakat di hampir seluruh dunia.

Namun, layanan telepon seluler prabayar harus diisi ulang secara berkala. Bagi masyarakat yang hidup dengan kondisi keuangan terbatas, biaya isi ulang pulsa dapat menjadi beban tersendiri. Melihat kebutuhan tersebut, sejumlah perusahaan kemudian menghadirkan layanan isi ulang pulsa internasional. Salah satunya adalah MobileRecharge, perusahaan yang bergerak di bidang isi ulang pulsa internasional, yang pada 2015 menggagas World Top-up Day.

Peringatan tersebut dibuat untuk meningkatkan kesadaran mengenai kemurahan hati para ekspatriat yang secara rutin memberikan dukungan kepada keluarga dan teman-teman mereka di negara asal. MobileRecharge menilai upaya komunitas ekspatriat dalam membantu orang-orang terdekat mereka belum banyak mendapat perhatian maupun apresiasi. Karena itu, mereka menciptakan sebuah hari khusus untuk merayakan tindakan tersebut.

Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati World Top-up Day, termasuk kontes daring yang menghibur di kalangan komunitas ekspatriat. Beragam penawaran dan promo khusus juga disiapkan bagi mereka. Selain itu, media sosial dan berbagai artikel daring turut diramaikan dengan konten yang ditujukan untuk komunitas ekspatriat.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads