Harga Pangan Naik, Siska Minta Distributor Aktif Koordinasi dengan Pemkot

Harga Pangan Naik, Siska Minta Distributor Aktif Koordinasi dengan Pemkot

Irwan Mubaraq - detikSulsel
Rabu, 09 Sep 2026 13:34 WIB
Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa
Foto: Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa
Kendari -

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyoroti inflasi Kota Kendari yang mencapai 3,66 %. Dia pun meminta distributor pangan aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari ketika menghadapi kendala distribusi maupun kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

"Pengendalian harga pangan bukan semata-mata menjadi soal angka inflasi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat dapat menjangkau harga-harga yang ada di pasar," kata Siska kepada wartawan di Kendari, Rabu (9/9/2026).

Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen IstimewaWalkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa

Siska kemudian menyebut inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 secara tahunan atau year-on-year (yoy) tercatat 3,66 %. Sementara secara bulanan atau month-to-month (mtm), tercatat minus 0,37 % berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau 3,66 % ini masih relatif aman karena sebelumnya sampai 4 % lebih. Andil yang paling berpengaruh terhadap inflasi ini adalah transportasi dan juga kelangkaan BBM," ujarnya.

Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen IstimewaWalkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa

Menurut Siska, persoalan transportasi yang turut memengaruhi inflasi sebagian besar berada dalam ranah kebijakan nasional, mulai dari harga tiket, keterbatasan penerbangan hingga kondisi keadaan di luar kendali seperti penutupan bandara. Pemkot Kendari pun akan mengambil langkah sesuai kewenangannya.

ADVERTISEMENT

"Transportasi ini bicara nasional. Ada harga tiket, keterbatasan tiket, apalagi ada kondisi force majeure seperti penutupan bandara. Itu memang kejadian nasional. Namun kita tetap menjalankan sesuai tupoksi pemerintah kota dan tidak mungkin melampaui kewenangan yang ada," jelasnya.

Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen IstimewaWalkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa

Sementara terkait kelangkaan BBM, Siska mengatakan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kendari. Pemerintah daerah telah menyampaikan persoalan itu kepada pemerintah pusat dan berharap pasokan dapat kembali terpenuhi untuk menjaga kebutuhan masyarakat.

"Kita sudah menyuarakan, bukan hanya di Kota Kendari yang terjadi kelangkaan BBM. Ini kondisi nasional dan tentu sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Kita harus saling mendukung, karena kalau kebutuhan masyarakat terpenuhi, maka kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi juga ikut meningkat," katanya.

Walkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen IstimewaWalkot Kendari Siska Karina Imran menyoriti kenaikan harga pangan di Kota Kendari. Dokumen Istimewa

Di sisi lain, Siska menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Kendari mencapai 7,78 % dan menempatkan Kendari di urutan ketiga kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri.

"Pertumbuhan ekonomi 7,78 % itu urutan ketiga kota se-Indonesia. Ini rilis dari Mendagri, bukan rilis Kota Kendari. Pertumbuhan ekonomi itu berbicara tentang perputaran ekonomi, mulai dari harga yang ada di pasar, keterjangkauan masyarakat, peningkatan UMKM, investasi, pendapatan, sampai daya beli masyarakat," pungkasnya.



(hmw/hmw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads