Erupsi Gunung Anak Krakatau, 46 Penerbangan Bandara Hasanuddin Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 46 Penerbangan Bandara Hasanuddin Terdampak

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 06 Sep 2026 23:35 WIB
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros.
Foto: Ilustrasi suasana di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Maros -

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga saat ini tercatat ada 46 penerbangan yang terdampak.

Penundaan penerbangan tersebut berdasarkan informasi Notice to Airmen (NOTAM) yang berlaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Diketahui, operasional penerbangan di Bandara Soetta mengalami penutupan sementara pada Minggu (6/9) pukul 23.59 WIB hingga Senin (7/9) pukul 00.59 Wita.

"Berdasarkan data hingga malam ini, sebanyak 46 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terdampak pembatalan, terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 26 penerbangan keberangkatan (departure). Penerbangan yang terdampak meliputi rute dari dan menuju Jakarta (CGK)," jelas Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan InJourney Airpots, khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), guna memperoleh perkembangan informasi terkait kondisi operasional penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai langkah antisipasi, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus mengikuti perkembangan jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Bandara juga menyiapkan kebutuhan pelayanan bagi penumpang yang terdampak apabila terjadi perubahan pada operasional penerbangan," paparnya.

Selain itu, manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyiapkan langkah-langkah antisipasi sebagai rencana cadangan, termasuk kesiapan pelayanan serta respons bagi penumpang yang terdampak perubahan operasional penerbangan.

ADVERTISEMENT

"Bandara Sultan Hasanuddin terus mengikuti perkembangan informasi terkait kondisi abu vulkanik dan operasional penerbangan. Hingga saat ini pemantauan dan pembaruan data penerbangan yang terdampak di Bandara Sultan Hasanuddin, termasuk berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan jadwal penerbangan," tegas Fascal.

Fascal melanjutkan, kesiapan pelayanan menjadi bagian penting dalam langkah antisipasi yang dilakukan Bandara Sultan Hasanuddin.

"Kami telah menyiapkan Contingency Plan dan Service Recovery Action untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Bandara Sultan Hasanuddin memastikan personel dan fasilitas pelayanan siap mendukung penanganan penumpang yang terdampak," jelasnya.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memahami bahwa kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi calon penumpang. Untuk itu, calon penumpang diimbau untuk secara berkala memastikan status penerbangannya kepada maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)menyampaikan total ada delapan bandara di Indonesia yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Ratusan ribu penumpang juga terdampak akibat penundaan penerbangan tersebut.

"Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Adapun delapan bandar udara yang terdampak tersebut ialah Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto Curug (Tangerang), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung), dan Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumsel).

Dari delapan bandara terdampak, tercatat ada 1.558 penerbangan yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan. Dudy meminta maskapai agar tetap memenuhi hak-hak penumpang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



(sar/nvl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads