Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe (TP) membongkar dugaan kelalaian medis di RS Paramount Makassar yang membuat cucunya meninggal usai dilahirkan. Legislator asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu juga menyebut RS Paramount Makassar memiliki rekam jejak buruk selama satu dekade terakhir.
"Nah, kenapa saya angkat ini? Kalau kita lihat historis dari rumah sakit itu, terlalu banyak kejadian-kejadian-kejadian-kejadian yang membuat pasien korban," ungkap Taufan Pawe saat RDP Komisi II DPR RI bersama Ombudsman, Rabu (26/8/2026).
TP mengungkapkan, salah satu yang menuai sorotan belum lama ini adalah kasus seorang bayi yang juga diduga menjadi korban malapraktik di RSIA Paramount. Bayi tersebut mengalami bocor pada tangannya akibat bekas infus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena historisnya rumah sakit ini luar biasa, Pak. Satu dekade sudah banyak kejadian, ada yang bocor tangannya, pasien, dan lain sebagainya," katanya.
Taufan yang juga pengajar hukum kesehatan ini mengaku paham betul soal hak pasien, dokter, hingga rumah sakit. Ia bersuara agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.
"Saya ini pengajar medical law (hukum kesehatan). Saya tahu persis bagaimana hak pasien, bagaimana hak rumah sakit, bagaimana hak dokter, antara dokter dengan pasien. Nah, olehnya itu saya menyuarakan ini supaya saudara-saudara kita di luar sana jangan jadi korban lagi," tegas Taufan.
Taufan pun meminta Ombudsman mengoptimalkan fungsi pengawasan, mediasi, dan investigasi tanpa harus menunggu aduan resmi masyarakat. Sehingga pelayanan publik bisa berjalan optimal dan terhindar dari kelalaian.
"Memang Ombudsman tidak punya daya upaya sanksi, tapi setidaknya secara administratif bisa melahirkan rekomendasi agar supaya kementerian, lembaga, rumah sakit atau dan lainnya," ucap Taufan.
Dia berharap Ombudsman bisa meningkatkan kinerja dalam pengawasan pelayanan publik. Taufan mendesak Ombudsman agar lebih cepat menindaklanjuti aduan masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial rapat.
"Saya ingin menyampaikan bahwa Ombudsman ke depan ya bukan hanya kita kaya hasanah rapat seperti ini tapi kami butuh implementasi benar tidak hak-hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di luar sana telah terakomodir dan telah melahirkan kepuasan," pungkasnya.
Sebelumnya, TP mengungkapkan awal mula cucunya mendadak wafat saat hendak pulang dari RS Paramount. Dia mengatakan cucunya meninggal sebelum meninggalkan rumah sakit karena sudah diperbolehkan pulang.
"Cucu saya meninggal di rumah sakit terkemuka di Sulawesi Selatan. Aneh. Kenapa saya katakan aneh? Orang tuanya, keluarga sudah angkut barang ke mobil, sudah mau pulang, sudah diizinkan oleh rumah sakit. Tapi kenyataan, sebelum meninggalkan kamar, meninggal dalam pangkuan," kata TP.
Dia sempat meminta penjelasan pihak manajemen RS. Pengelola rumah sakit kemudian mendatangi TP dan mengakui adanya dugaan kelalaian petugas.
"Saya hadir untuk mencoba mengklarifikasi. Jawabannya tetap bias, abu-abu. Singkat cerita lagi, pada akhirnya dua tiga hari kemudian datang menemui saya," ujarnya.
"Singkat cerita dia mengaku, kelalaian, terjadi kelalaian. Cucu saya dimandikan tanpa dipasangi popok, kedinginan dan meninggal. Ini dugaan, semuanya masih dugaan," jelasnya.
