Tanggal 27 Agustus 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Pentingnya

Tanggal 27 Agustus 2026 Memperingati Apa? Ini Daftar Hari Pentingnya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 27 Agu 2026 06:30 WIB
Kalender Agustus 2026
Foto: detikSulsel
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 28 Agustus memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global maupun nasional.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 27 Agustus 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 27 Agustus 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya. Simak ulasannya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HUT Jalasenastri

Di Indonesia, tanggal 27 Agustus diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Jalasenastri. Dikutip dari situs resmi TNI, Jalasenastri adalah organisasi para istri prajurit TNI AL.

Visi dan misinya organisasi ini adalah mewujudkan istri TNI AL yang berbudi luhur, setia, dan mandiri dengan membangun keluarga yang berakhlak dan santun, membina keluarga yang sehat serta menjadikan keluarga yang memiliki pribadi yang kuat dilandasi Ketuhanan Yang Maha Esa.

ADVERTISEMENT

Tahun 2026 ini, HUT Jalasenastri memasuki tahun ke-80. Perayaan tahun ini mengusung tema "Jalasenastri Bersatu, Berkarya, Berdaya dan Berperan Aktif dalam Kepedulian Sosial Bersama Keluarga TNI AL Menuju Indonesia Maju".

Tema tersebut merefleksikan komitmen segenap anggota Jalasenastri untuk terus meningkatkan kemandirian, memperkuat solidaritas organisasi, serta memperluas kontribusi sosial yang berdampak positif bagi keluarga besar TNI AL maupun masyarakat luas.

Hari Kemerdekaan Moldova

Hari Kemerdekaan Moldova diperingati setiap tanggal 27 Agustus. Momen ini untuk memperingati deklarasi kemerdekaan negara tersebut dari Uni Soviet

Moldova merupakan sebuah negara yang terletak di wilayah Eropa Timur. Melansir laman National Today, sebelumnya negara tersebut merupakan bagian dari Republik Soviet.

Negara ini berbatasan dengan Rumania dan Ukraina. Sebagian besar wilayah Moldova pernah menjadi bagian dari Kepangeranan Moldavia sejak abad ke-14 hingga 1812, ketika wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Rusia. Wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Bessarabia.

Pada 1856, Bessarabia Selatan dikembalikan kepada Moldavia. Tiga tahun kemudian, Moldavia bergabung dengan Wallachia, yang kemudian membentuk Rumania. Namun, pada 1878, Rusia kembali menguasai kawasan tersebut.

Selama Revolusi Rusia 1917, Bessarabia sempat memiliki pemerintahan sendiri di bawah Republik Rusia yang dikenal sebagai Republik Demokratik Moldavia. Pada Februari 1918, Republik Demokratik Moldavia menyatakan kemerdekaannya sebelum bergabung dengan Rumania pada tahun yang sama melalui pemungutan suara di majelisnya.

Pada 1940, sebagai konsekuensi dari Pakta Molotov-Ribbentrop, Rumania dipaksa menyerahkan Bessarabia dan Bukovina Utara kepada Uni Soviet. Hal ini kemudian mengarah pada pembentukan Republik Sosialis Soviet Moldavia.

Pada 27 Agustus 1991, ketika pembubaran Uni Soviet sedang berlangsung, Republik Sosialis Soviet Moldavia menyatakan kemerdekaannya dan menggunakan nama Moldova.

Pada 21 Desember 1991, Moldova bersama 10 republik Soviet lainnya menandatangani perjanjian yang membentuk Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS). Pada 2 Maret 1992, Moldova menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang semakin memperkuat pengakuan internasional terhadap kemerdekaannya.

Sebelum 1991, parade di Republik Sosialis Soviet Moldavia diselenggarakan untuk memperingati Revolusi Oktober dan Hari Kemenangan. Namun, pada 2001, untuk pertama kalinya parade militer digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Moldova.

Hari Sup Kepiting

Di tanggal 27 Agustus terdapat peringatan unik yang dirayakan di Amerika Tengah, yakni Hari Sup Kepiting. Melansir laman National Today, hari spesial ini dirayakan oleh masyarakat Nikaragua.

Perairan biru kehijauan yang indah dan pantai berpasir putih di Nikaragua menjadikan negara ini tempat yang ideal untuk Festival Kepiting meskipun agak terpisah dari belahan dunia lainnya.

Selain itu, Festival Sup Kepiting juga dianggap sebagai acara penting yang menghormati penghapusan perbudakan di Nikaragua. Dalam festival ini warga dan wisatawan juga disuguhkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti kontes kecantikan, parade, dan kontes lainnya.

Ullambana

Ullambana, yang juga dikenal sebagai Festival Hantu, merupakan perayaan dalam tradisi Buddha yang diperingati setiap tahun pada hari ke-15 bulan ketujuh dalam kalender lunar, tahun ini jatuh pada 27 Agustus 2026. Hari ini didedikasikan untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dunia serta menunjukkan kasih sayang kepada mereka yang diyakini mengalami penderitaan di alam rendah.

Melansir laman National Today, Ullambana memiliki beberapa cerita mengenai asal-usulnya. Berdasarkan wilayah tempat perayaan ini dilaksanakan, masyarakat mewariskan kisah yang berbeda-beda mengenai sejarahnya.

Kata "Ullambana" sendiri kemungkinan berasal dari bahasa Sanskerta dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin menjadi "Ullambana". Di India, istilah yang mungkin lebih sering dijumpai adalah "Yulanpen Sutra", yang memiliki kemiripan dengan istilah Ullambana dalam tradisi Tionghoa.

Kisah di balik peringatan ini cukup menarik. Salah satu cerita mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Sariputta yang berusaha menyelamatkan ibunya yang terjebak dalam siklus kehidupan.

Menurut legenda, ibu Sariputta, Petavatthu, terjebak dalam kehidupan kelima sebagai hantu dan tidak dapat kembali terlahir sebagai manusia. Untuk membantu ibunya, Sariputta membangun gubuk-gubuk dan mengisinya dengan makanan agar dapat disantap oleh orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk pengorbanannya. Para dewa menerima pengorbanan tersebut dan akhirnya membebaskan ibunya.

Meskipun kisah tersebut disebut sebagai versi Hindu, terdapat cerita serupa dalam literatur Tiongkok dan Jepang dengan sedikit perbedaan, terutama dalam hal nama tokoh dan tempat asal cerita. Namun, secara umum, inti kisahnya tetap sama. Tradisi perayaan Ullambana juga membawa semangat yang sama, yakni membantu masyarakat miskin dengan memberikan makanan serta menghiasi jalan dan rumah menggunakan lampu dan lentera untuk menuntun roh-roh yang tersesat agar dapat menemukan jalan pulang.

Sebagian orang menganggap Ullambana sebagai versi Timur dari DΓ­a de los Muertos atau Hari Orang Mati di Meksiko. Meskipun keduanya tampak memiliki kemiripan, kedua perayaan tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Dalam ajaran Buddha terdapat konsep mengenai siklus kehidupan dan kelahiran kembali, sedangkan masyarakat Meksiko mayoritas beragama Kristen dengan keyakinan yang berbeda.

Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Ullambana dan bagaimana perayaan ini dilaksanakan, China atau Jepang dapat menjadi tujuan untuk menyaksikan tradisi tersebut secara langsung. Hingga kini, Ullambana masih diperingati di sejumlah kota di kedua negara tersebut.



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads