Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengonfirmasi adanya titik baru yang terbakar di kawasan Gunung Nona. BPBD belum melakukan upaya pemadaman karena keterbatasan alat dan akses yang sulit menuju lokasi.
"Iya, jejerannya Gunung Nona (kembali terbakar)," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Amiruddin saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (25/8/2026).
Dia mengatakan lahan di kawasan Gunung Nona kembali terbakar sejak Selasa (25/8) siang. Dari pantauan BPBD, api masih terlihat di sejumlah titik hingga malam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak siang dan sampai sekarang (malam) masih terbakar. Kurang tahu juga (penyebab kebakaran) karena tidak ada yang bisa diambil keterangan," ujarnya.
Amiruddin mengaku petugas BPBD belum turun ke lokasi karena akses menuju kawasan tersebut cukup sulit. Selain itu, BPBD Enrekang juga tidak memiliki peralatan yang memadai untuk menjangkau titik api.
"Kami sebatas memantau saja karena susah akses ke sana dan alat juga tidak memadai," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan api tidak mendekati permukiman warga. BPBD sendiri belum melakukan koordinasi dengan Polisi Kehutanan (Polhut) terkait peristiwa tersebut.
"Kalau Polhut, saya kurang tahu juga, tidak koordinasi ke kami," pungkasnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gunung Nona, Dusun Leon, Desa Rossoan, Kecamatan Enrekang, pada Sabtu (15/8) sore. Api berhasil dipadamkan di malam hari pada hari yang sama kejadian.
"Kawasan yang terbakar merupakan area hutan lindung yang dipagari oleh Dinas Kehutanan hingga ke bagian bawah," ungkap Amiruddin kepada detikSulsel, Minggu (16/8).
BPBD Enrekang melaporkan kebakaran menghanguskan 10 are hutan dan lahan. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kebakaran tersebut.
"Tidak ada lahan masyarakat di dalam kawasan itu. Ada sekitar 10 are yang terdampak," beber Amiruddin.
