Lirik Mahalul Qiyam Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Lirik Mahalul Qiyam Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 25 Agu 2026 20:45 WIB
Membaca Sholawat
Foto: Ilustrasi. (Thirdman/Pexels)
Makassar -

Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal kerap dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Salah satu tradisi umat Islam di Indonesia yang cukup melekat pada momen ini adalah pembacaan kitab maulid yang berisi kisah, pujian, dan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

Melansir laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, bagian penting yang dikenal dalam tradisi pembacaan kitab maulid adalah mahalul qiyam. Pada momen tersebut, para jemaah dianjurkan berdiri sebagai bentuk penghormatan dan rasa takzim kepada Nabi Muhammad SAW.

Anjuran berdiri saat mahalul qiyam juga dijelaskan dalam kitab I'anah At Thalibin berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah menjadi tradisi bahwa ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan pada beliau. Berdiri seperti itu merupakan perbuatan yang sangat baik (mustahsan) sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi SAW. Banyak ulama panutan umat yang sudah melakukan hal itu (berdiri)."

Dalam pelaksanaannya, para jemaah melantunkan syair atau pujian kepada Rasulullah SAW. Lantas, apa saja bacaan yang dilantunkan saat mahalul qiyam? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

ADVERTISEMENT

Lirik Mahalul Qiyam: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Berikut lirik sholawat yang dibaca saat mahalul qiyam sebagaimana dilansir dari laman NU Online:

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٌ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ
مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Arab Latin:

Shallallahu 'ala Muhammad, shallallahu 'alaihi wasallam.
Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.

Artinya: Allah bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah bershalawat dan mengucap salam sejahtera untuknya.
Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang.

يَا نَبِي سَلَامٌ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلُ سَلَامٌ عَلَيْكَ
يَا حَبِيبُ سَلَامٌ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللَّهُ عَلَيْكَ

Arab Latin:

Yā nabī salām 'alayka, yā rasūl salām 'alayka.
Yā habīb salām 'alayka, shalawatullah 'alayka.

Artinya:

Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu.
Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu, shalawat (rahmat) Allah untukmu.

اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ
مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Arab Latin:

Asyraqal badru 'alayna, fakhtafat minhul budūru.
Mitsla husnik mā ra'aynā, qaththu yā wajhus surūri.

Artinya:

Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya.
Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira.

اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ
اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Arab Latin:

Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri.
Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri.

Artinya:

Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya.
Kau laksana obat segala guna (elixir) lagi mahal, kau adalah lentera hati.

يَاحَبِيْبِيْ يَامُحَمَّدْ، يَا عَرُوْسَ الخَافِقَيْنِ
يَا مُؤَيَّدْ يَا مُمَجَّدْ، يَا اِمَامَ القِبْلَتَيْنِ

Arab Latin:

Yā habībi yā Muhammad, yā 'arūsal khāfiqayni.
Yā mu'ayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni.

Artinya:

Wahai Kekasih, wahai Muhammad SAW, wahai pengantin Timur dan Barat.
Wahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat.

مَنْ رَآى وَجْهَكَ يَسْعَدْ، يَا كَرِيْمَ الوَالِدَيْنِ
حَوْضُكَ الصَّافِى الْمُبَرَّدْ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُوْرِ

Arab Latin:

Man ra'ā wajhaka yas'ad, yā karīmal wālidayni.
Hawdhukas shāfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri.

Artinya:

Siapapun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia.
Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan.

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنَّتْ، بِالسُّرَى اِلَّا اِلَيْكَ
وَاْلَغَمَامَةْ قَدْ اَظَلَّتْ، وَالْمَلَا صَلُّوْا عَلَيْكَ

Arab Latin:

Mā ra'aynal 'īsa hannat, bis surā illā ilayka.
Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū 'alayka.

Artinya:

Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu.
Gumpalan awan menaungimu, semua makhuk mengucapkan shalawat untukmu.

Ketentuan Berdiri saat Mahalul Qiyam Maulid

Berdasarkan penjelasan pada laman resmi Kemenag RI, berdiri saat mahalul qiyam dalam pembacaan Maulid Nabi dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Hukum pelaksanaannya sunnah, bukan wajib.

Seseorang yang tidak berdiri karena meremehkan keagungan Nabi Muhammad SAW dapat berujung pada kekufuran. Sementara itu, jika seseorang tidak berdiri karena enggan atau malas, tanpa maksud meremehkan Rasulullah SAW, maka hukumnya berdosa karena meninggalkan sunnah.

Adapun seseorang orang yang tidak berdiri karena memiliki uzur seperti sakit, lanjut usia, atau hal lain yang mendesak, tidak berdosa.

Pendapat tersebut juga dijelaskan oleh Syekh Abu al-Su'ud, yang menyebut bahwa tidak berdiri saat pembacaan maulid dapat menjadi bentuk meremehkan Nabi SAW jika memang dilandasi niat demikian. Namun, jika tidak berdiri bukan karena meremehkan Rasulullah SAW, maka hukumnya tidak sampai kufur, melainkan hanya berdosa.

Demikianlah lirik mahalul qiyam lengkap teks Arab, Latin, dan artinya. Semoga bermanfaat!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads