Tanggal 25 Agustus 2026 Memperingati Apa? Ada Perayaan Maulid Nabi 1448 H

Tanggal 25 Agustus 2026 Memperingati Apa? Ada Perayaan Maulid Nabi 1448 H

Iswandy Rusli - detikSulsel
Selasa, 25 Agu 2026 06:30 WIB
Kalender Agustus 2026
Foto: Urwatul Wutsqaa/detikSulsel
Makassar -

Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 25 Agustus 2026 memperingati apa saja?

Tanggal 25 Agustus 2026 jatuh pada hari Selasa. Di hari ini terdapat perayaan keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Selain itu, ada berbagai perayaan hari nasional di berbagai belahan dunia. Salah satunya di Indonesia yang memperingati Hari Perumahan Nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk simak daftar dan ulasan momen yang diperingati di tanggal 25 Agustus 2026 berikut ini!

ADVERTISEMENT

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

Tanggal 25 Agustus 2026 umat Islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal berdasarkan kalender Hijriah, tahun ini jatuh pada 25 Agustus dalam kalender Masehi.

Melansir laman Baznas, Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini lebih pada tradisi populer, lantaran sejarah mengenai kapan tepatnya Nabi Muhammad SAW dilahirkan memiliki sejumlah riwayat.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi lebih tepat dipahami sebagai momentum untuk mengenang kehidupan, perjuangan, keteladanan dan ajaran Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi sendiri tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Tradisi memperingati kelahiran Rasulullah berkembang beberapa abad setelah wafatnya.

Sejumlah sumber sejarah menyebut peringatan Maulid mulai dikenal dalam lingkungan pemerintahan Islam pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Dalam perkembangannya, tradisi tersebut kemudian mengalami perubahan bentuk dan penyebaran ke berbagai wilayah.

Salah satu tokoh yang sering disebut dalam perkembangan peringatan Maulid Nabi adalah Muzhaffaruddin Gökböri, penguasa Irbil di wilayah yang kini berada di Irak. Pada masa pemerintahannya, peringatan Maulid diselenggarakan secara besar-besaran dengan kegiatan keagamaan dan sosial.

Tradisi tersebut kemudian berkembang di berbagai wilayah umat Islam dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang mengisinya dengan pembacaan sirah atau sejarah kehidupan Nabi, selawat, ceramah agama, sedekah, pemberian makanan hingga kegiatan sosial bagi masyarakat.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi berkembang seiring dengan penyebaran Islam dan dakwah para ulama. Tradisi tersebut kemudian berakulturasi dengan budaya lokal sehingga bentuk perayaannya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Peringatan tersebut umumnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Warga memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.

Selain itu, peringatan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal juga ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional setiap tahunnya.

Hari Perumahan Nasional (Hapernas)

Tanggal 25 Agustus diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Indonesia. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usianya yang ke-18.

Dilansir dari laman Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Hapernas diperingati setiap 25 Agustus sejak ditetapkan melalui Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 46/KPTS/2008. Peringatan ini menjadi salah satu momen penting dalam agenda nasional, khususnya di bidang penyediaan perumahan bagi masyarakat.

Tujuan utama diperingatinya Hapernas adalah untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa rumah memiliki fungsi penting sebagai cikal bakal peradaban dan jati diri bangsa. Karena itu, setiap tahunnya Hapernas dijadikan momentum refleksi serta penguatan komitmen bersama dalam upaya membangun perumahan rakyat yang layak dan berkeadilan.

Sejarah peringatan Hapernas berawal dari Kongres Perumahan Rakyat Sehat yang dibuka oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 25-30 Agustus 1950. Dalam kesempatan tersebut, Hatta menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat bukanlah hal mustahil, asalkan dikerjakan dengan kesungguhan dan kerja keras.

Hari Pahlawan Nasional Filipina

Hari Pahlawan Nasional (National Heroes' Day) di Filipina diperingati setiap Senin terakhir bulan Agustus, tahun ini jatuh pada tanggal 25 Agustus 2026. Hari ini untuk memperingati keberanian rakyat Filipina yang berjuang demi kemerdekaan bangsa.

Melansir laman National Today, Filipina merupakan negara kepulauan yang indah. Namun di balik keindahan itu, terdapat sejarah panjang yang penuh pergolakan dan perjuangan untuk meraih kebebasan.

Setiap Senin terakhir bulan Agustus, masyarakat Filipina mengenang Cry of Pugad Lawin, sebuah peristiwa penting dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Filipina.

Berawal dari Ferdinand Magellan yang mengklaim Filipina sebagai wilayah kekuasaan Spanyol dalam ekspedisinya pada 1542. Setelah sekitar 300 tahun berada di bawah pemerintahan kolonial Spanyol dan menyadari bahwa Spanyol tidak berniat mengurangi cengkeramannya atas wilayah kepulauan tersebut, gerakan Katipunan yang dipimpin Andres Bonifacio melancarkan pemberontakan bersenjata.

Bonifacio dan para pengikutnya secara terbuka merobek cedulas mereka, yaitu surat keterangan tempat tinggal yang diterbitkan oleh pemerintah Spanyol, sambil meneriakkan "Hidup Filipina!" Tindakan tersebut kemudian menjadi pemicu dimulainya revolusi.

Meskipun Spanyol akhirnya berhasil mengalahkan Bonifacio dan pasukannya, pemberontakan tersebut menginspirasi gelombang perlawanan di berbagai wilayah Filipina. Perjuangan itu pada akhirnya berkontribusi terhadap Perang Spanyol-Amerika dan, pada 1899, berdirinya Republik Filipina Pertama.

Hari ini diperingati setiap tahun untuk mengenang para pahlawan, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, yang berjuang dalam Revolusi Filipina serta berbagai perjuangan setelahnya. Masyarakat dapat mengenang pengorbanan mereka, mempelajari kisah perjuangannya, dan mengikuti berbagai kegiatan peringatan.

Hari Songun

Tanggal 25 Agustus diperingati sebagai Hari Songun (Day of Songun) setiap tahun di Korea Utara. Hari ini untuk memperingati kebijakan khas Korea Utara yang mengutamakan militer. Hari

Melansir National Today, Hari Songun merupakan salah satu hari peringatan penting di Korea Utara. Meskipun sebagian pihak berpendapat bahwa makna hari ini telah berkurang seiring waktu atau bahwa peringatannya hanya menjadi bagian dari pemujaan terhadap keluarga Kim, sejarah Songun tetap menjadi bagian penting bagi negara tersebut.

Songun berarti "militer sebagai yang utama" (military-first), sebuah prinsip yang pernah menjadi salah satu doktrin pemerintahan Korea Utara selama beberapa dekade. Akar gagasan tersebut dapat ditelusuri hingga perjuangan melawan Jepang pada 1930-an, ketika Kim Il-sung, pendiri Korea Utara, memainkan peran penting dalam gerakan tersebut.

Setelah mengunjungi Divisi Tank ke-105 Ryu Kyong Su di Seoul bersama ayahnya, putra sekaligus penerusnya, Kim Jong-il, kemudian mengembangkan konsep Songun. Divisi tersebut memiliki arti penting dalam sejarah Korea Utara karena terlibat dalam salah satu kemajuan militer penting dari Seoul menuju Taejon (Daejeon) selama Perang Korea.

Dalam kunjungannya ke divisi tank tersebut, Kim Jong-il mengembangkan sistem yang menempatkan militer sebagai prioritas dan mengelompokkan masyarakat ke dalam tiga kelompok besar. Prioritas utama diberikan kepada militer dan Tentara Rakyat Korea (KPA). Ia meyakini bahwa berbagai persoalan dalam masyarakat dapat diatasi dengan memberikan perhatian utama pada urusan militer.

Namun, seiring berjalannya waktu dan di bawah pemerintahan Kim Jong-un, konsep Songun dinilai semakin berkurang pengaruhnya. Hal ini berkaitan dengan upaya menyeimbangkan peran Partai Pekerja Korea (Workers' Party of Korea/WPK) dan Tentara Rakyat Korea (KPA). Pada masa pemerintahan sebelumnya, KPA memiliki posisi yang sangat dominan. Istilah Songun juga kemudian digunakan secara lebih longgar untuk menggambarkan sesuatu yang dianggap "baik".

Seiring menurunnya kondisi kehidupan sebagian anggota militer, Hari Songun pada akhirnya dianggap semakin berfungsi sebagai hari untuk mengenang dan menonjolkan sosok serta warisan Kim Jong-il.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads