Analisis BMKG soal Gempa di Luwu Timur: Kategori Dangkal, Dipicu Sesar Matano

Analisis BMKG soal Gempa di Luwu Timur: Kategori Dangkal, Dipicu Sesar Matano

Abadi Tamrin - detikSulsel
Senin, 24 Agu 2026 13:21 WIB
Analisis gempa M 4,3 di Luwu Timur.
Analisis gempa M 4,3 di Luwu Timur. Foto: Dok. BMKG
Luwu Timur -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan 4,3 berpusat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Matano.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Matano," kata Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,50 LS; 120,92 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 26 km Barat Laut Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, pada kedalaman 6 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga pukul 13:03 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 kejadian gempabumi susulan (aftershock)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Malili, Towuti dan Tomoni dengan skala intensitas III-IV MMI, serta Kalaena dengan skala intensitas III MMI.

MMI III-IV artinya bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, Kemudian MMI III yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," paparnya.



(ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads