Momen Haru Wisudawan Asal NTT Batal Didampingi Ortu Akibat Gempa

Fadli Ilham - detikSulsel
Jumat, 21 Agu 2026 16:40 WIB
Wisudawan UIM asal NTT korban terdampak gempa. Foto: Fadli Ilham/detikSulsel
Makassar -

Momen haru dirasakan Jumadi Ulla seorang wisudawan Universitas Islam Makassar (UIM) asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua orang tuanya batal mendampingi pencapaian pendidikannya akibat bencana gempa bumi.

Prosesi wisuda UIM itu digelar di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (20/8). Jumadi mengungkapkan tempat tinggalnya itu termasuk salah satu daerah yang terdampak gempa bumi.

"Asal saya dari Flores NTT Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Sambi Rampas Desa Nampar Sepang salah satu daerah yang terdampak akibat bencana gempa alam. Ada juga beberapa rumah yang rusak ada korban jiwa ada juga jalan yang beberapa rusak juga," ucap Jumadi kepada detikSulsel, Jumat (21/8/2026).

Mahasiswa yang baru saja menyelesaikan studi di Jurusan Pertanian Prodi Kehutanan UIM itu menyampaikan rumahnya rusak akibat gempa. Kendati begitu, kedua orang tuanya termasuk keluarganya selamat dari bencana.

"Di Keluarga saya yang terdampak tapi sasaran lebih ke fasilitas seperti rumah, kalau korban alhamdulillah tidak ada. Rumah saya terdampak karena atapnya sedikit bergeser karena rumah panggung, untuk dihuni sudah tidak bisa. Keluarga beruntung kemarin mereka cepat evakuasi cari bukit-bukit yang lebih aman," ujarnya.

Jumadi menceritakan sebelum terjadi bencana pada 15 Agustus, kedua orang tuanya sudah dijadwalkan akan ke Makassar. Namun, kata dia, saat bencana terjadi rencana itu diurungkan, ditambah lagi akses transportasi laut diberhentikan.

"Tidak ada, satu pun tidak ada yang datang karena bertepatan sama musibah. Kemarin ada rencana mau datang. Orang tua sama kakak juga rencana datang tapi karena gempa, karena ini akses laut juga diberhentikan juga untuk kapal," ungkapnya.

Orang tua Jumaidi pun sempat menyampaikan permohonan maaf akibat batal mendampingi di prosesi wisuda. Ia mengatakan saat prosesi wisuda berlangsung, orang tuanya hanya menyaksikan melalui live YouTube.

"Mereka lihat hanya live saat saya wisuda. Bahasanya orang tua kemarin mereka sampaikan mohon maaf karena saya kan sudah berharap mereka datang, tapi gempa terpaksa mereka infokan ke saya tidak jadi datang," tuturnya.



Simak Video "Video Basarnas: Total Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 51 Orang"


(ata/asm)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork