Kawanan monyet liar meneror warga di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satwa yang diduga kelaparan imbas kemarau dan kebakaran lahan di habitatnya itu nekat mendatangi pemukiman warga untuk mencari makan.
Kemunculan satwa liar itu meresahkan warga pemukiman Dusun Labuangnge, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, sejak dua hari terakhir. Seorang warga setempat, Asri, mengungkapkan kemunculan kawanan yang berjumlah 3 hingga 5 ekor itu kerap memanjat atap rumah.
"Iya ada beberapa kali muncul gerombolan monyet dari hutan belakang rumah. Ada beberapa ekor 3-5 ekor yang datang berkeliaran," ujar Asri kepada detikSulsel, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asri menduga kawanan satwa tersebut turun dari habitatnya di hutan karena kondisi cuaca panas serta maraknya kebakaran lahan. Dampak dari terganggunya lingkungan hutan itu membuat monyet mendekati pekarangan rumah warga untuk mencari makan.
"Naik di atas atap rumah. Biasanya itu dia makan buah pisang dekat rumah. Sudah 2 hari ini ada terus. Mungkin karena panas tempatnya. Karena memang kan banyak kebakaran lahan di situ," ungkapnya.
Meski dilanda resah, warga memilih tidak mengganggu kawanan satwa tersebut karena khawatir memicu serangan balasan. Mereka memilih memantau pergerakan monyet dari dalam rumah sembari memastikan seluruh akses masuk tertutup rapat.
"Tidak diganggu ji juga. Karena khawatir Ki nanti menyerang i. Jadi dilihat-lihat saja tutup jendela supaya tidak masuk rumah. Kalau meresahkan, iya. Karena takutnya ada yang menyerang menggigit begitu. Kita tidak tau juga mau melapor ke mana," tuturnya.
Keresahan serupa turut disampaikan warga lainnya, Rahmat. Dia mengungkapkan kawanan monyet rutin mendatangi permukiman pada pagi dan sore hari sebelum kembali ke dalam hutan saat malam tiba.
"Banyak monyet muncul. Sudah 2-3 hari begitu. Pagi sama Sore datang. Kalau malam masuk ji kembali ke hutan," kata Rahmat.
Rahmat mengatakan kawanan monyet itu sengaja datang untuk menyantap buah mangga yang tumbuh di sekitar pekarangan rumah. Dia mengaku khawatir monyet-monyet itu nekat menerobos ke dalam pemukiman jika jumlahnya semakin banyak.
"Datang mungkin cari makan. Karena mangga di dekat rumah ku lihat na makan. Kalau saya tidak sampai masuk rumah. Di pohon dekat rumah ji. Iya takutnya kalau banyak sekali datang nanti baru masuk rumah. Ini ada sekitar 4 ekor, kadang juga ada 5 yang muncul," paparnya.
Masyarakat setempat kini berharap pihak berwenang dapat segera turun tangan melakukan penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian. Langkah cepat pengamanan sangat dibutuhkan guna mencegah munculnya potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga.
"Semoga bisa ada yang amankan supaya menghindari hal-hal yang berbahaya ke warga," pungkasnya.
