Kebakaran Bukit di Bolaang Mongondow Sulut Sudah 3 Hari Belum Padam

Kebakaran Bukit di Bolaang Mongondow Sulut Sudah 3 Hari Belum Padam

Fistel Mukuan - detikSulsel
Kamis, 20 Agu 2026 14:26 WIB
Kebakaran bukit di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).
Kebakaran bukit di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Foto: (dok. istimewa)
Bolaang Mongondow -

Kebakaran di kawasan perbukitan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), sudah berlangsung selama tiga hari dan hingga kini belum sepenuhnya padam. Luas lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

"Sampai tadi masih ada titik api, tim masih di lokasi melakukan pemadaman," kata Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Chandra Mokoginta kepada detikcom, Kamis (20/8/2026).

Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan terjadi di kawasan PT Conch, Desa Solog, Kecamatan Lolak pada Selasa (18/8) sekitar pukul 16.50 Wita. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk penyebabnya belum diketahui pasti, karena api bermula dari puncak bukit, kemudian angin kencang menyebabkan api menjalar dengan cepat dan tidak terkendali," imbuhnya.

Menurut Chandra, setelah menerima laporan dari pemerintah setempat dan masyarakat melalui Contact Center Pusdalops, Posko Siaga Darurat Karhutla BPBD Bolmong langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan. Tim gabungan juga terus berkoordinasi dalam upaya memadamkan api serta melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.

ADVERTISEMENT

"Tim Satgas Karhutla masih terus melakukan pemantauan karena masih ada titik api yang menjalar ke arah puncak. Sebelumnya juga sudah dilakukan pemotongan jalur api yang mendekati permukiman warga," jelasnya.

Chandra mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala medan yang cukup berat. Titik api berada di puncak bukit dengan akses yang sulit dan kemiringan cukup curam sehingga berisiko bagi keselamatan petugas.

"Medan yang berat, akses menuju titik api berada di puncak bukit atau pegunungan dengan kemiringan yang curam dan sangat berisiko bagi keselamatan personel," katanya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari Damkar Bolmong, TRC-PB BPBD, TNI, Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat. Sejumlah sarana dan prasarana juga digunakan untuk mendukung proses pemadaman, yakni dua unit mobil Damkar Bolmong, satu unit mobil rescue BPBD, serta tujuh jet shooter.

"Tim Damkar dari perusahaan Conch juga siaga di lokasi," ungkap Chandra.

BPBD Bolmong menyatakan pemantauan dan pengawasan di kawasan tersebut masih terus dilakukan. Satgas Karhutla juga tetap melaksanakan patroli serta sosialisasi di wilayah yang rawan kebakaran.

"Penanganan karhutla ini dilakukan berdasarkan SK Siaga Darurat Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang Nomor 333 Tahun 2026 serta SK Aktivasi Posko Nomor 334 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 4 Agustus 2026," tutupnya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads