Sebanyak 46 orang mengungsi imbas 17 barak bujang Polres Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, ludes terbakar. Para korban kini ditampung di aula utama Polres Mamberamo Tengah.
"46 (orang mengungsi) karena memang ada yang dihuni bergabung para bujang atau ada yang membawa keluarga," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada detikcom, Senin (17/8/2026).
Dia mengatakan para personel dan keluarganya yang terdampak sementara menempati aula utama Polres. Sebagian juga mengungsi ke rumah kerabat di sekitar Polres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara memanfaatkan lokasi yang ada di Aula Polres dan juga tempat-tempat sekitar ataupun ada numpang di keluarga yang ada di sana atau di tempat anggota yang lain," beber Cahyo.
Sebanyak 17 barak bujang Polre Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, ludes terbakar. Foto: dok istimewa |
Selain itu, pihak Polres juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Hal itu mencari solusi bagi personel yang kehilangan tempat tinggal akibat insiden tersebut.
"Sementara Polres sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terkait dengan tempat tinggal rekan-rekan kita yang terdekat," katanya.
Diketahui, barak Bujang Polres Mamberamo Tengah di wilayah Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah, terbakar pada Senin (17/8) sekitar pukul 11.15 WIT. Insiden itu diduga akibat korsleting listrik.
"Benar bahwa terjadi kebakaran 17 unit barak bujang milik Polres Mamberamo Tengah," kata Kombes Cahyo.
Dia mengungkapkan bahwa Kapolres Mamberamo Tengah Kompol Sigit dan jajarannya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari keterangan saksi, api pertama kali terlihat di barak yang dihuni Brigpol Tegar Pangestu.
"Ada banyak colokan (di barak Brigpol Tegar) itu tempatnya di bawah persis di rumah kayu ditempel itu langsung bersentuhan dengan kain gorden. Jadi informasinya ada korsleting hingga membakar gorden," ungkapnya.

