Gempa dengan magnitudo (M) 7,7 yang dimutakhirkan menjadi M 7,0 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terasa kuat di empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga di empat kecematan itu sempat panik dan berlarian ke bukit usai peringatan dini tsunami.
"Ya, jadi yang paling terasa itu ada di empat kecamatan. Di Kecamatan Pasir Maranung, Pasir Lambena, Pasir Masunggo Timur dan Pasir Masunggo," kata Bupati Selayar Muhammad Natsir Ali kepada detikSulsel, Sabtu (15/8/2026).
Natsir mengatakan warga panik karena ada rasa trauma akibat gempa pada 2022 lalu. Saat itu, gempa yang juga berpusat di NTT menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan termasuk rumah warga Selayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini masyarakat itu dengan mereka rata-rata panik karena ada traumatik gempa yang tahun 2022 itu, kan gempa NTT itu sempat merusak beberapa fasilitas termasuk rumah masyarakat," bebernya.
"Cuma rata-rata masyarakat itu karena traumatik gempa kemarin itu naik ke perbukitan-perbukitan di kecamatan Kepulauan," lanjutnya.
Terkait dampak gempa hari ini, Natsir mengatakan belum ada laporan fasilitas dan bangunan rumah rusak. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut.
"Belum ada, belum ada kerusakan. Alhamdulillah tidak ada kerusakan sampai saat ini," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu yang paling dekat dengan pusat gempa hingga air laut sempat surut. Sementara Kecamatan Takabonerate lumayan jauh.
"Nah itu sempat air laut itu surut bahkan sampai empat kali turun naik, turun naik cuman memang kembalinya air ini tidak terlalu keras. Sempat di Kecamatan Pasimarannu itu air melimpas di atas tanggul cuman tidak keras," ungkapnya.
"Setelah itu turun terus, turun terus, turun terus dan kemudian kurang tidak berdampaklah terhadap gelombang saat masuk ke daratan," lanjutnya.
Gempa M 7,0 Guncang NTT
BMKG sebelumnya menyebut gempa M 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. BMKG mengeluarkan peringatan dini terjadinya tsunami.
Wilayah yang mendapatkan peringatan dini tsunami di NTT antara lain meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende Bagian Utara, Sikka Bagian Utara, Pulau Ende, Pulau Sikka hingga Flores.
Sementara wilayah NTB antara lain meliputi Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian Utara, Dompu. Selanjutnya wilayah Sulsel meliputi Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bone, Wajo.
Lalu ada Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, hingga Kota Palopo. Sementara Sulawesi Tenggara meliputi wilayah Kota Baubau.
Selanjutnya, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut resmi dinyatakan berakhir. Ancaman tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara (Sultra) juga dinyatakan berakhir.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa Mag 7,7 15 Agustus 2026 04:58:24 dinyatakan berakhir," tulis BMKG dalam laporannya, Sabtu (15/8).
