BMKG memperbarui data gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari semula magnitudo (M) 7,7 menjadi M 7,0. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pada sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulsel dan Sultra imbas gempa ini.
"Gempa (update) Mag:7.0," demikian tulis BMKG dalam laporan terbarunya, Sabtu (15/8/2026).
BMKG sebelumnya mencatat gempa M 7,0 terjadi pada pukul 04:58 WIB. Gempa berlokasi 8.33 Lintang Selatan dan 121.32 Bujur Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peringatan tsunami," tulis BMKG.
Warga Selayar Evakuasi Diri ke Bukit Imbas Gempa NTT
Warga Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, berlarian ke bukit usai peringatan dini tsunami akibat gempa di NTT. Bupati Selayar Muhammad Natsir Ali mengatakan warga dari dua kecamatan tersebut memang termasuk paling cepat mengevakuasi diri.
"Saya sudah langsung Video Call dengan pemerintah kecamatan, masyarakat yang ada di Pasimarannu, Pasilambena, memang kan sempat ada kejadian di tahun 2021 kalau tidak salah itu, yang mengakibatkan trauma masyarakat," ujar Natsir Ali saat dihubungi detiksulsel, Sabtu (15/8/2026).
Dia juga memastikan belum ada laporan kerusakan bangunan imbas gempa NTT. Kendati demikian, dia mengakui warga mengalami kepanikan akibat gempa tersebut.
"Panik masyarakat, pasti, karena sama kejadian yang (gempa pada 2021) kemarin tapi alhamdulillah (dampaknya) tidak seperti yang kemarin, kemarin kan rusak parah rumahnya masyarakat, tanggul jalanan rusak," ujar Natsir Ali.
"Tapi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada ji. Sempat saya tanya tdak ada rusak rumah sekolah apa, kami masih waspada," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ketinggian air laut di Kabupaten Selayar memang sempat mengalami kenaikan usai gempa. Namun, dia menyebut ketinggian air tidak terasa kuat.
"Air sempat naik, cuma baliknya air tidak kencang, sempat melimpas sedikit dari tanggul, tapi tidak kencang, kayak di ember naik sedikit air," jelasnya.
(urw/nvl)
