Warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), digegerkan dengan penemuan mayat sisa kerangka di dalam gubuk kawasan perkebunan. Polisi kini turun tangan menyelidiki identitas dan penyebab kematian korban.
"Kerangka manusia itu ditemukan di kawasan perkebunan yang dikenal warga dengan nama Blok. Tim Inafis, Unit Jatanras, serta pemerintah desa Toulimembet sudah mendatangi dan melakukan pemeriksaan di lokasi," kata Kasi Humas Polres Minahasa Noldi Mawuntu kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Kerangka manusia ini ditemukan di Desa Toulimembet, Kecamatan Kakas pada Selasa (11/8). Penemuan bermula dari informasi masyarakat, kemudian polisi mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan kerangka manusia yang masih mengenakan pakaian. Kerangka tersebut berada di dalam salah satu gubuk perkebunan dalam posisi menyamping.
"Sebagian kerangka ditemukan telah terpisah dari rangka lainnya," bebernya.
Penemuan itu pertama kali diketahui oleh warga bernama Sisko Walintukan. Saat itu, Sisko bersama ayahnya, Hence Walintukan, pergi ke kebun milik mertuanya, Harly Sangkoy.
"Sisko dan Hence hendak membersihkan kebun cengkih, namun saat masuk ke dalam gubuk mereka justru menemukan kerangka manusia," ucapnya.
Sisko dan ayahnya kemudian kembali ke kampung dan menyampaikan informasi tersebut kepada pihak terkait. Sementara Harly Sangkoy terakhir kali pergi ke kebun tersebut pada Februari 2025.
"Harly mengaku tidak mengetahui identitas kerangka yang ditemukan di dalam gubuk," jelas Noldi.
Tokoh adat setempat juga menyebut hingga kini belum ada laporan dari masyarakat terkait warga yang dinyatakan hilang. Selanjutnya, kerangka diserahkan kepada Unit Inafis untuk dilakukan rekonstruksi bagian-bagian kerangka.
"Kami akan melakukan pencarian dan pencocokan data yang dapat membantu proses identifikasi," tutur Noldi.
Noldi mengimbau masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang hilang agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Hingga kini, identitas kerangka maupun penyebab kematiannya masih belum diketahui.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan proses identifikasi," pungkasnya.
