Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Profil Penciptanya

Hymne Pramuka: Lirik, Makna, dan Profil Penciptanya

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 11 Agu 2026 23:30 WIB
Pencipta lagu Hymne Pramuka, Husein Mutahar.
Pencipta lagu Hymne Pramuka, Husein Mutahar. (Foto: Istimewa)
Makassar -

Hymne Pramuka merupakan lagu wajib dan identitas resmi Gerakan Pramuka. Sebagai sebuah identitas, lagu ini kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan kepramukaan sebagai bentuk penghayatan terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar gerakan Pramuka.

Lagu Hymne Satya Darma Pramuka diciptakan oleh Husein Mutahar, seorang tokoh utama kepanduan sekaligus komponis musik lagu-lagu perjuangan. Lagu ciptaan Husein Mutahar ini memiliki lirik yang sarat makna. Setiap baitnya menggambarkan janji, kewajiban, serta semangat anggota Pramuka untuk ikut mewujudkan kejayaan Indonesia.

Lantas, seperti apa lirik lengkap Hymne Pramuka, apa makna di balik setiap liriknya, dan bagaimana sosok penciptanya? Simak berikut ini selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lirik Hymne Pramuka

Berikut lirik hymne Pramuka dikutip dari laman resminya:

Kami pramuka indonesia
Manusia pancasila
Satyaku kudharmakan
Dharmaku kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandu mu(1)

ADVERTISEMENT

Makna Hymne Pramuka

Setiap lirik dalam hymne Pramuka mengandung makna yang mendalam, berikut ini penjelasan makna dari setiap lirik tersebut:

"Kami Pramuka Indonesia"

Lirik ini menjelaskan sekaligus sebagai penegas bahwa Kami adalah Pramuka (Praja Muda Karana) yang berarti seorang pemuda yang memiliki semangat berkarya.

"Manusia Pancasila"

Lirik tersebut menjelaskan bahwa anggota pramuka berpegang pada Pancasila, bukan yang lain. Pancasila sendiri merupakan ideologi dasar negara Indonesia yang terdiri dari 2 kata yaitu "panca" yang artinya lima dan "sila" berarti dasar atau asas.

"Satyaku Kudharmakan Dharmaku Kubaktikan"

Bermakna setiap janji dan komitmen diri yang telah diucapkan dan/atau dihayati menjadi ketetapan yang harus ditepati dan dilaksanakan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Janji yang diucapkan secara sukarela sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan dan Darma Pramuka merupakan kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Bila diartikan perkata, "satya" berarti janji, sedangkan "dharma" artinya kewajiban, aturan dan kebenaran. Kata "darma" sendiri memiliki makna yang lebih luas tergantung konteks penggunaannya.

Namun kata Darma pada konteks di atas merujuk pada Dasa Darma Pramuka. "Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan" adalah isi dari lirik hymne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka. Kalimat ini juga merupakan motto Gerakan Pramuka yang bersifat tetap dan tunggal sebagai bagian terpadu dalam proses pendidikan.

"Agar Jaya Indonesia"

Lirik ini menggambarkan tujuan dari Gerakan Pramuka secara global, yaitu membuat negara Indonesia yang jaya. Yang artinya makmur seluruh rakyatnya.

"Indonesia Tanah Airku"

Bermakna sebagai penegas bahwa Indonesia, dan hanya Indonesia-lah tanah air kita

"Kami jadi pandumu"

Arti "pandu" sendiri dalam kamus KBBI adalah penunjuk jalan, perintis. Jadi dalam lirik terakhir hymne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka tersebut. Makna "Kami Jadi Pandumu" adalah Kami para Pramuka yang akan menjadi perintis kejayaan negara Indonesia.(2)

Profil Pencipta Hymne Pramuka

Husein Mutahar menciptakan lagu Hymne Pramuka pada tahun 1964. Lagu tersebut diciptakan bersamaan dengan awal lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia untuk membakar semangat dan kesetiaan generasi muda.

Selain hymne Pramuka, Husein Mutahar juga banyak menciptakan lagu-lagu bertema perjuangan.

Husein Mutahar lahir pada 5 Agustus 1916 di Semarang. Dia memiliki nama lengkap Husein bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar.

Pendidikan formal diawali di Europeesche Lagere School (ELS) Semarang, lalu dilanjutkan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) setingkat SMP. Setelah menamatkan Pendidikan menengah pertama, Husein melanjutkan pendidikan di Algemene Middelbare School (AMS) setingkat SMA.

Pendidikan tinggi ditempuh Husein di Universitas Gadjah Mada Fakultas Hukum (1946). Setelah dua tahun menjalani perkuliahan, Husein memilih meninggalkannya dan ikut bergabung dengan para pemuda nasionalis yang tergabung dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Bersama para pemuda tersebut, Husein Mutahar ikut dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang. Selama hidupnya, husein Mutahar tidak beristri, namun dia memiliki 8 putra dan 2 putri dari beberapa janda yang merelakan putra-putrinya untuk diangkat sebagai anak.

Husein wafat pada 19 Juni 2004 dan dimakamkan di pemakaman umum bersama rakyat, Sesuai wasiatnya. TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.(3)

Referensi:

1. Laman resmi Pramuka pramuka.or.id
2. Pusat Informasi Pers Kwarcab Agam
3. Buku Hamid Algadri: Tokoh Pahlawan Perintis Kemerdekaan dan Tokoh-tokoh Lain Penerusnya



(urw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads