KSOP Utama Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka posko pengaduan bagi keluarga penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Madura, Jawa Timur. Sejak posko dibuka, KSOP telah menerima 10 laporan dari keluarga korban.
"Untuk pembukaan posko di KSOP Makassar terkait tenggelamnya KM Mutiara Santosa 2 kita buka di MCC KSOP Utama Makassar. Ada nomor aduannya juga, jangan sampai ada teman-teman korban atau keluarga korban, silakan datang ke MCC KSOP Utama Makassar," ujar Kasi Pengawasan Bandar KSOP Utama Makassar Bahar, Senin (3/8/2026).
Posko ini dibuka di Jalan Satando, Makassar, sejak hari Minggu (2/8) malam. Dari puluhan laporan yang masuk, ada salah satu warga Kabupaten Takalar yang mencari informasi terkait anggota keluarganya yang menjadi penumpang kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini sudah ada itu terkait juga sementara satu orang ini yang dari orang Takalar terkait keluarganya juga yang ikut di kapal tersebut. Kalau tidak salah mulai dari tadi malam sudah kurang lebih ada 10 orang," katanya.
KSOP Utama Makassar terus berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak Surabaya melalui agen pelayaran. Koordinasi dilakukan guna memperoleh data resmi terkait manifest penumpang dan perkembangan proses evakuasi.
"Tetap kita koordinasi melalui agen yang ada di sini dengan teman-teman KSOP Tanjung Perak," ucap Bahar.
Bahar menyebut posko akan tetap beroperasi selama 24 jam hingga seluruh korban berhasil dievakuasi. Dia kembali menegaskan, KSOP Utama Makassar juga masih menunggu data resmi mengenai jumlah penumpang maupun korban dari KSOP Tanjung Perak.
"Kalau posko di sini 1x24 jam sampai semua korban ditemukan. Nanti mungkin kita akan minta data dari KSOP Tanjung Perak terkait manifest muatan, manifest penumpang, terkait berapa jumlahnya, berapa yang selamat, berapa yang meninggal," sebutnya.
Diketahui, kebakaran hebat menimpa KM Mutiara Sentosa 2 pertama kali diketahui pada Minggu (2/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut terbakar saat sedang perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar.
Dilansir dari detikJatim, sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sementara 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, seluruh korban sudah berhasil dievakuasi. Dari hasil informasi beberapa nakhoda yang diselamatkan menyampaikan bahwa seluruh kru yang jumlahnya ada 25 ini dinyatakan selamat.
"Itu informasi sementara yang disampaikan. Kemudian juga ada tenaga-tenaga bantuan yang ada di kapal seperti di catering segala ini.Ini juga disampaikan bahwa tim atau teman-temannya semuanya terkonfirmasi selamat," ujar Syafii saat ditemui awak media di Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8).
