Heboh di media sosial warung babi guling di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), digeruduk warga. Aksi itu dilakukan karena warung tersebut dianggap terlalu mencolok sehingga tidak menghargai warga sekitar.
Aksi protes tersebut berlangsung di Warung Ajek Tondo, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore pada Minggu (2/8). Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ismail mengatakan aksi itu berlangsung secara spontan setelah warga membahas keberadaan warung tersebut saat berkumpul di sekitar lokasi.
"Kejadian kemarin sebenarnya spontanitas masyarakat, khususnya warga Tondo karena lokasi warung itu berada di wilayah mereka. Saat itu warga sedang berkumpul di sekitar lokasi, lalu muncul pembicaraan mengenai keberadaan warung tersebut. Dari situ masyarakat kemudian menghubungi Lurah Tondo untuk meminta penjelasan," kata Ismail kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Ismail menegaskan keberatan warga bukan ditujukan kepada aktivitas mencari nafkah. Sorotan warga adalah lokasi warung yang berada di tepi jalan utama dengan penanda usaha dan mudah terlihat oleh masyarakat.
"Perlu saya tegaskan, ini bukan soal seseorang mencari nafkah dan bukan juga soal intoleransi seperti yang banyak disebut di media sosial," ujarnya.
Ia menyebut, warung itu berada di jalan yang ramai dan menggunakan penanda yang sangat terbuka. Padahal mayoritas warga di wilayah ini beragama Islam.
"Menurut kami, seharusnya hal seperti itu juga mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar," terangnya.
Ismail menilai usaha serupa tidak akan memicu reaksi masyarakat apabila lokasinya tidak terlalu mencolok. Ismail kembali menegaskan inti persoalan yang dipersoalkan warga bukanlah keberadaan usaha tersebut, melainkan cara usaha itu ditampilkan di ruang publik.
"Menurut kami, akan lebih menghargai masyarakat apabila usaha seperti itu tidak dibuka secara mencolok di pinggir jalan. Contohnya ada usaha serupa di bagian belakang permukiman. Lokasinya masuk ke dalam lorong, tidak memasang penanda yang mencolok, sehingga tidak pernah menjadi persoalan," katanya.
"Yang menjadi persoalan adalah bagaimana menghargai masyarakat mayoritas yang tinggal di lingkungan tersebut. Sayangnya di media sosial yang muncul hanya potongan video aksi warga sehingga banyak orang berkomentar tanpa mengetahui duduk persoalan sebenarnya," ujarnya.
Dalam video dilihat detikcom, tampak sejumlah warga mendatangi lokasi sambil meneriakkan protes. Mereka mendesak pemilik warung untuk menutup usaha tersebut.
"Lurah, tutup Lurah. Jangan banyak alasan, ini masyarakat," ujar warga dalam video beredar.
Simak Video "Video: Razia Gabungan di Lapas Palu Bongkar Peredaran Barang Terlarang"
(asm/hsr)