Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 3 Agustus 2026 memperingati apa?
Tanggal 3 Agustus 2026 jatuh pada hari Senin. Di tanggal ini tidak hari nasional yang diperingati di Indonesia.
Meski demikian, terdapat peringatan nasional di negara lainnya. Selain itu ada juga momen yang diperingati secara global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Hari Peringatan di Tanggal 3 Agustus 2026
1. Hari Kesadaran Sindrom CLOVES
Hari Kesadaran Sindrom CLOVES (Cloves Syndrome Awareness Day) diperingati setiap 3 Agustus secara global. Hari peringatan ini betujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sindrom bawaan yang sangat langka ini.
Sindrom CLOVES merupakan kelainan bawaan langka yang sudah ada sejak bayi lahir. Hingga saat ini, kurang dari 200 kasus telah dilaporkan di seluruh dunia.
Penyakit ini ditandai dengan berbagai kelainan pada tulang, persendian, atau pembuluh darah.
Sindrom CLOVES terjadi akibat mutasi pada gen PIK3CA. Kondisi kesehatan jangka panjang setiap anak bergantung pada tingkat keparahan gejala dan usia saat diagnosis. Semakin dini gejalanya dikenali, semakin besar peluang pengobatan yang efektif.
Namun, mendeteksi sindrom ini sejak dini bukanlah hal yang mudah. Gejalanya dapat sangat berbeda pada setiap anak. Meskipun kelainan ini sudah ada sejak lahir, tanda-tandanya tidak selalu langsung terlihat.
Secara umum, orang tua perlu mewaspadai kondisi yang tampak tidak biasa, terutama munculnya benjolan lemak di punggung, perut, atau pinggang. Jarak yang lebar antara ibu jari kaki dan jari kaki lainnya juga merupakan salah satu tanda yang sering ditemukan pada penderita sindrom CLOVES.
Gejala lain dapat berupa benjolan menyerupai kutil, gangguan pada tulang belakang, kelainan bentuk anggota tubuh, atau pembesaran pembuluh darah vena. Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan adanya faktor keturunan yang meningkatkan risiko mutasi gen ini. Mutasi tersebut terjadi secara spontan saat janin masih berkembang di dalam kandungan.
Hari Kesadaran Sindrom CLOVES bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kondisi ini. Edukasi dan empati diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian sehingga menghasilkan penanganan yang lebih baik bagi para penyandang sindrom CLOVES.
Selain itu, peringatan ini juga berupaya membangun dukungan masyarakat dan menggalang dana bagi mereka yang membutuhkan perawatan. Harapannya, setiap penyandang sindrom CLOVES dapat memperoleh akses terhadap pengobatan yang tepat dan menjalani hidup sebaik mungkin. Bagikan informasi, ceritakan kisah mereka, dan bantu menyebarkan kesadaran kepada lebih banyak orang.
2. World Alternative Games
World Alternative Games atau Pekan Olahraga Alternatif Dunia diperingati setap Senin pertama di bulan Agustus. Perayaan ini diadakan untuk mendefinisikan ulang makna sebuah olahraga.
Sejak dahulu, manusia memiliki naluri untuk bersaing dengan sesamanya. Sifat kompetitif ini merupakan bagian dari proses evolusi yang telah diwariskan selama jutaan tahun.
Semangat berkompetisi telah mendorong manusia mencapai berbagai kemajuan dalam bidang teknologi, sains, seni, olahraga, dan banyak aspek kehidupan lainnya. Di era modern, olahraga, permainan, dan berbagai bentuk kompetisi tetap menjadi sarana untuk mempertahankan semangat tersebut.
Olimpiade merupakan ajang olahraga yang berasal dari Yunani pada zaman kuno. Kompetisi ini mempertemukan atlet dari berbagai negara dalam beragam cabang olahraga untuk memperebutkan medali dan kehormatan.
Dengan jutaan penonton dan penggemar di seluruh dunia, Olimpiade menjadi salah satu acara olahraga terbesar di dunia. Namun, kemegahan Olimpiade ternyata belum mampu mengakomodasi seluruh bentuk kompetisi yang berkembang di masyarakat. Karena itu, berbagai ajang olahraga alternatif pun mulai bermunculan.
Salah satunya adalah World Alternative Games, sebuah kompetisi yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri. Ajang ini menghadirkan beragam permainan sederhana, unik, namun tetap kompetitif dan menghibur-jenis permainan yang sering dimainkan bersama teman, tetapi tidak cukup populer atau memiliki struktur resmi untuk dipertandingkan di ajang besar seperti Olimpiade.
Meski demikian, permainan-permainan tersebut sangat cocok menjadi bagian dari World Alternative Games. Beragam kompetisi tak biasa dalam ajang ini ada bog snorkeling (berenang di rawa gambut) hingga wife carrying (lomba menggendong istri).
3. Hari Dahi Lebar
Hari Dahi Lebar atau Big Forehead Day diperingati setiap 3 Agustus di Amerika Serikat. Peringatan ini sebagai momen untuk merayakan dan mengapresiasi keunikan dahi yang lebar atau menonjol.
Di beberapa budaya, dahi yang lebar dianggap sebagai simbol kecerdasan dan kecantikan, meski di budaya lain justru dipandang kurang menarik. Pada masa Renaisans, dahi yang tinggi dan lebar menjadi salah satu standar kecantikan. Demi mengikuti tren tersebut, banyak perempuan mencabut rambut di garis rambut (hairline) agar dahi tampak lebih luas.
Beberapa abad kemudian, Ratu Elizabeth I turut memopulerkan tren dahi lebar. Penampilannya menginspirasi banyak perempuan untuk meniru gaya tersebut, bahkan ada yang menghilangkan rambut di garis rambut secara permanen. Sementara itu, dalam kepercayaan Hindu, dahi yang lebar dipercaya berkaitan dengan peluang meraih kesuksesan.
Pada akhirnya, standar kecantikan selalu berubah. Melalui Big Forehead Day, masyarakat diajak untuk mencintai diri sendiri, menghargai keunikan, dan lebih percaya diri dengan setiap ciri khas yang dimiliki, termasuk dahi yang lebar.
4. Festival Monday
Festival Monday diperingati setiap Senin pertama di bulan Agustus di Britania Raya. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 3 Agustus 2026.
Festival Monday ditetapkan sebagai hari libur nasional di Britania Raya. Pada hari ini, sebagian besar masyarakat tidak bekerja, sementara sekolah dan banyak tempat usaha juga tutup.
Bagi banyak orang, Festival Monday menjadi penanda berakhirnya liburan musim panas sebelum kembali bekerja atau bersekolah. Hari libur ini juga dimanfaatkan untuk berlibur singkat atau menikmati waktu bersama keluarga.
Salah satu perayaan yang paling identik dengan Festival Monday adalah Notting Hill Carnival di London. Karnaval yang pertama kali digelar pada 1965 oleh komunitas imigran Karibia ini awalnya merupakan bentuk protes terhadap rasisme dan diskriminasi.
Kini, Notting Hill Carnival telah berkembang menjadi perayaan multikultural yang menarik lebih dari dua juta pengunjung setiap tahun dan dikenal sebagai salah satu festival jalanan terbesar di dunia.
5. Hari Kadooment
Hari Kadooment diperingati setiap Senin pertama di bulan Agustus di Barbados. Hari ini dirayakan sebagai puncak sekaligus penutup Festival Crop Over yang berlangsung selama enam minggu.
Perayaan ini dimeriahkan dengan parade kostum berwarna-warni, musik calypso, tarian, dan berbagai pertunjukan budaya yang mencerminkan semangat serta warisan masyarakat Barbados.
Kata "Kadooment" dalam bahasa Bajan berarti "pesta besar". Tradisi ini telah ada sejak berabad-abad lalu, tepatnya pada masa perbudakan.
Pada abad ke-18, Barbados menjadi salah satu penghasil tebu terbesar di dunia berkat tenaga kerja para budak. Saat itu, Kadooment Day dan Crop Over Festival diperkenalkan untuk merayakan keberhasilan panen tebu. Bagi para pekerja perkebunan, perayaan ini menjadi kesempatan langka untuk beristirahat, bergembira, dan melestarikan tradisi yang mereka bawa dari leluhur.
Tradisi merayakan panen yang melimpah berasal dari budaya Afrika, yang menjadi asal-usul sebagian besar nenek moyang masyarakat Barbados. Mereka kemudian memadukannya dengan pengaruh budaya Eropa.
Para peserta mengenakan kostum yang terbuat dari rumput, bulu, bunga, dan tulang, lalu berparade di jalanan sambil bernyanyi dan menari sebagai ungkapan syukur atas hasil panen serta harapan akan panen yang lebih baik di masa mendatang. Perayaan ini juga identik dengan minuman rum yang diolah dari tebu.
Seiring waktu, Hari Kadooment berkembang menjadi festival budaya yang menampilkan musik, tarian, dan parade meriah yang melibatkan masyarakat luas. Tradisi ini tetap dipertahankan bahkan setelah perbudakan dihapuskan, dan hingga kini menjadi salah satu perayaan budaya terbesar di Barbados sekaligus simbol kebebasan, warisan sejarah, dan identitas masyarakatnya.
