Seorang buruh pemecah batu berinisial DC (63) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas tertimpa batu besar. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat tebing longsor.
"Telah terjadi kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pemecah batu saat sedang bekerja," kata Kapolsek Balocci, Iptu Agus Indra Jaya kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Korban ditemukan tewas lokasi tambang batu Kampung Peokang, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Pangkep pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban berangkat ke lokasi dari rumahnya sejak Jumat (31/7) sekitar pukul 14.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menuturkan pihak keluarga awalnya cemas lantaran korban tak kunjung pulang pada Jumat sore. Anak korban kemudian meminta cucu korban untuk mengecek langsung ke lokasi kerja.
"Cucu korban menemukan korban dalam keadaan sudah tertindih batu. Setengah badan korban tertindih dari batu yang cukup besar," jelas Agus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, batu tersebut berasal dari tebing tanah tempat korban biasa beraktivitas. Batu itu diduga lepas dari tebing dengan ketinggian sekitar 2 meter dan langsung menimpa korban.
"Batu yang lengket di tebing-tebing tanah itu jatuh kemudian menindih korban. Sehingga pada saat itu korban barangkali sudah tidak bisa bergerak," terangnya.
Personel Polsek Balocci bersama tim Inafis dan Unit Identifikasi Polres Pangkep telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.
Dari hasil pemeriksaan luar dan identifikasi, pihak kepolisian sempat menawarkan proses visum kepada keluarga. Namun, istri korban menyatakan menolak dan menganggap insiden tersebut murni kecelakaan kerja.
"Istrinya menjelaskan bahwa memang peristiwa ini adalah murni akibat daripada pekerjaan korban itu sendiri, dalam hal ini kecelakaan murni," pungkas Agus.
