Tanggal 31 Juli Memperingati Apa? Ini Momen Penting dan Menariknya

Tanggal 31 Juli Memperingati Apa? Ini Momen Penting dan Menariknya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 31 Jul 2026 07:45 WIB
Kalender Juli 2026
Foto: Gemini AI
Makassar -

Banyak yang penasaran, tanggal 31 Juli memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global dan nasional.

Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 31 Juli 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, bagi detikers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 31 Juli 2026, berikut ini detikSulsel sajikan informasi lengkapnya yang dilansir dari laman National Today. Simak ulasannya sampai tuntas ya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Apresiasi Penjaga Pantai

Hari Apresiasi Penjaga Pantai atau Lifeguard Appreciation Day diperingati setiap 31 Juli secara global. Hari peringatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para profesional yang berdedikasi menjaga keamanan di kolam renang dan pantai.

Perayaan Hari Apresiasi Penjaga Pantai pertama kali dilakukan pada tahun 2020. Peringatan ini diprakarsai oleh Ellis & Associates, sebuah organisasi yang berfokus pada keselamatan akuatik dan manajemen risiko.

ADVERTISEMENT

Hari tersebut resmi diperkenalkan pada 31 Juli 2020 dengan tujuan meningkatkan apresiasi serta kesadaran masyarakat terhadap kerja keras tanpa henti para penjaga pantai dalam menjaga keamanan fasilitas kolam renang bagi para penggunanya.

Profesi penjaga pantai muncul sebagai kebutuhan akibat meningkatnya angka kematian dan cedera di fasilitas perairan lebih dari satu abad yang lalu. Pada abad ke-19, kegiatan berenang semakin populer di Amerika Serikat, sehingga berbagai fasilitas rekreasi air bermunculan. Namun, semakin banyak fasilitas yang dibuka, semakin sering pula terjadi kasus tenggelam. Saat itu, diperkirakan sekitar 9.000 orang meninggal karena tenggelam setiap tahunnya.

Untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut, sejumlah resor memasang tali penyelamat di kolam renang mereka. Sayangnya, alat tersebut sering kali sulit dijangkau oleh korban atau tidak terlihat cukup cepat ketika keadaan darurat terjadi. Setelah itu, papan penyelamat juga mulai digunakan, tetapi efektivitasnya masih belum memadai.

Seiring meningkatnya upaya pencegahan kasus tenggelam, beberapa komunitas menugaskan petugas kepolisian sebagai tim penyelamat di fasilitas perairan. Namun, kebijakan ini justru mengurangi jumlah aparat penegak hukum yang bertugas di lokasi lain yang juga membutuhkan. Karena itu, pemerintah daerah kemudian memutuskan untuk merekrut tenaga profesional yang memiliki pelatihan khusus dalam penyelamatan di air.

Sejak saat itulah istilah "lifeguard" atau penjaga pantai mulai dikenal luas. Pada tahun 1912, Young Men's Christian Association (YMCA) membentuk layanan penyelamatan untuk mencegah insiden tenggelam. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1914, American Red Cross Volunteer Lifesaving Corps didirikan untuk melatih para perenang dalam teknik penyelamatan jiwa serta pemberian resusitasi jantung paru (CPR). Para perenang yang telah dilatih kemudian ditempatkan di berbagai komunitas sebagai penjaga pantai.

Selain pelatihan, berbagai peralatan penyelamatan juga terus dikembangkan untuk meningkatkan peluang menyelamatkan korban tenggelam. Salah satu contohnya adalah rescue tube, alat pelampung penyelamat yang diciptakan oleh Pete Peterson pada tahun 1935.

Kini, hampir seluruh fasilitas rekreasi air dan pantai mempekerjakan penjaga pantai yang bekerja secara profesional untuk menjaga keselamatan pengunjung dan menekan angka kejadian tenggelam hingga seminimal mungkin.

Hari Ranger Sedunia

Hari Ranger Sedunia atau World Ranger Day juga diperingati setiap 31 Juli dalam skala global. Hari ini bertujuan untuk menghormati dedikasi para ranger taman nasional di seluruh dunia.

Ranger adalah petugas profesional yang bertanggung jawab menjaga, melindungi, dan mengelola kawasan konservasi, seperti taman nasional, hutan lindung, cagar alam, suaka margasatwa, atau kawasan wisata alam.

Pada tahun 2004, pembuat film dokumenter sekaligus pegiat konservasi Sean Willmore merasa prihatin karena minimnya penghargaan masyarakat terhadap profesi ranger taman nasional dan kurangnya kesadaran akan berbagai bahaya yang mereka hadapi saat bertugas. Sebagai seorang ranger, Willmore bertekad mengangkat kisah nyata perjuangan para ranger ke hadapan publik melalui sebuah film dokumenter.

Selama hampir satu tahun, ia melakukan perjalanan ke 23 negara untuk mewawancarai para ranger dan mendokumentasikan kisah-kisah inspiratif tentang pengabdian, keberanian, serta pengorbanan mereka. Hasilnya adalah film dokumenter berjudul "The Thin Green Line."

Sejak pertama kali ditayangkan pada 2007, The Thin Green Line telah disaksikan oleh masyarakat di lebih dari 50 negara. Film tersebut membantu mengembalikan rasa bangga, martabat, dan harapan bagi para ranger di seluruh dunia. Dokumenter ini juga memberikan gambaran yang jarang terlihat tentang kehidupan sehari-hari para ranger, termasuk berbagai risiko yang mereka hadapi serta pengorbanan yang turut dirasakan oleh keluarga mereka.

Kesuksesan film tersebut kemudian menginspirasi Sean Willmore untuk mendirikan The Thin Green Line Foundation, yang kini menjadi lembaga amal resmi dari International Ranger Federation (IRF), organisasi yang berdiri pada 1992. Bersama-sama, kedua organisasi tersebut memberikan dukungan kepada keluarga ranger yang gugur atau mengalami cedera saat menjalankan tugas, serupa dengan organisasi yang membantu keluarga polisi maupun petugas pemadam kebakaran yang gugur.

Pada 2007, The Thin Green Line Foundation dan International Ranger Federation bekerja sama menyelenggarakan Hari Ranger Sedunia untuk pertama kalinya, sekaligus memperingati 15 tahun berdirinya International Ranger Federation. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para pria dan wanita yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk melindungi taman nasional, hutan, kawasan konservasi, serta mengenang para ranger yang gugur dalam menjalankan tugas.

Pada 2011, ahli primata, antropolog, sekaligus tokoh konservasi dunia Jane Goodall ditunjuk sebagai duta The Thin Green Line Foundation. Melalui perannya tersebut, ia aktif mempromosikan Hari Ranger Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran ranger dalam melindungi sumber daya alam dan satwa liar di Bumi.

Hari Bendera Hawaii

Hari Bendera Hawaii diperingati setiap 31 Juli di wilayah tersebut. Hari ini untuk menghormati Ka Hae Hawaiʻi, bendera khas Hawaii yang memiliki sejarah panjang dan desain yang unik.

Salah satu ciri paling menarik dari bendera ini adalah keberadaan unsur bendera negara lain di dalam desainnya, yakni Britania Raya dan Amerika. Keunikan desain ini tentu saja tidak lepas dari sejarah panjang wilayah tersebut.

Kerajaan Hawaii didirikan dan pertama kali diperintah oleh Kamehameha I. Ia memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan George III.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan tersebut, Kamehameha I sempat mengibarkan bendera Britania Raya di wilayah kerajaannya. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan bendera tersebut mulai dipertanyakan.

Karena itu, Kamehameha I meminta salah seorang sekutu asal Britania untuk merancang sebuah bendera khusus bagi kerajaannya. Saat itu, ia tentu tidak menyangka bahwa hampir dua abad kemudian, bendera tersebut akan menginspirasi lahirnya sebuah hari peringatan khusus untuk menghormatinya.

Sejak pertama kali dibuat pada 1816, bendera Hawaii telah mengalami beberapa perubahan. Salah satu perubahan penting terjadi pada 1845, ketika jumlah garis horizontal diubah menjadi delapan garis sebagai lambang delapan pulau utama yang membentuk Kerajaan Hawaii.

Hingga kini, desain bendera Hawaii tetap mempertahankan unsur bendera Amerika Serikat dan bendera Britania Raya (Union Jack). Meskipun mengalami beberapa penyesuaian sepanjang sejarah, bendera tersebut tetap mempertahankan filosofi awal yang melandasi pembuatannya, bahkan setelah Kerajaan Hawaii digulingkan dan dianeksasi oleh Amerika Serikat pada 1893.

Pada 1990, Gubernur Hawaii saat itu, John Waiheʻe, secara resmi menetapkan 31 Juli sebagai Hari Bendera Hawaii. Hingga kini, lebih dari tiga dekade kemudian, peringatan tersebut masih terus dirayakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, identitas, dan warisan budaya Hawaii.

Hari Ulang Tahun Harry Potter

Hari Ulang Tahun Harry Potter diperingati setiap 31 Juli untuk merayakan tokoh penyihir muda paling ikonis dalam dunia fiksi sekaligus hari kelahiran penciptanya, JK Rowling. Momen ini biasanya dirayakan oleh para penggemar dengan membaca kembali novel favorit, mengadakan maraton film, mengenakan kostum karakter, atau berbagai aktivitas bertema Dunia Sihir atau Wizarding World

Diketahui, Harry Potter adalah tokoh utama dalam seri novel fantasi karya JK Rowling. Kisahnya berlangsung selama tujuh tahun kehidupannya, dimulai saat ulang tahunnya yang ke-11 ketika ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang penyihir.

Harry kemudian bersekolah di Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry, sekolah sihir bergengsi yang dipimpin oleh Albus Dumbledore. Di sana, ia belajar ilmu sihir, menjalin persahabatan dengan Ron Weasley dan Hermione Granger, serta menyadari bahwa takdirnya berkaitan erat dengan penyihir hitam yang sangat berbahaya, Lord Voldemort.

Sepanjang seri, Harry harus menyeimbangkan kehidupan sekolahnya dengan perjuangan menghadapi Voldemort.

Harry Potter telah menjadi salah satu ikon budaya pop paling berpengaruh sepanjang masa. Banyak pembaca, kritikus, dan penikmat sastra menempatkannya sebagai salah satu karakter fiksi terbaik yang pernah diciptakan.

Dalam adaptasi film layar lebar, tokoh Harry diperankan oleh Daniel Radcliffe, mulai dari film Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001) hingga Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 2 (2011).

Menurut JK Rowling, ide tentang Harry Potter muncul pada tahun 1990 ketika ia sedang menunggu kereta dari Manchester menuju London, Inggris. Selama perjalanan tersebut, ia mulai membayangkan jalan cerita beserta tokoh-tokoh utamanya.

Dalam lima tahun berikutnya, Rowling menyusun naskah novelnya, bahkan menulis banyak draf awal di berbagai kafe di Edinburgh.

Perjalanan menuju penerbitan tidaklah mudah. Naskah Harry Potter sempat ditolak oleh sejumlah penerbit sebelum akhirnya diterima oleh Bloomsbury Publishing. Pada 26 Juni 1997, sebanyak 500 eksemplar edisi sampul keras dari novel pertama, Harry Potter and the Philosopher's Stone, resmi diterbitkan.

Sejak saat itu, fenomena Harry Potter pun dimulai. Novel pertamanya langsung menarik perhatian dunia sastra dan kemudian berkembang menjadi salah satu seri buku terlaris sepanjang masa, dengan penjualan ratusan juta eksemplar di berbagai negara. Kesuksesan tersebut menjadikan Harry Potter sebagai fenomena global yang digemari anak-anak maupun orang dewasa, sekaligus membantu membangkitkan kembali minat membaca di kalangan generasi muda.



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads