Tanggal 27 Juli Memperingati Apa? Ada Hari Sungai Nasional-Peristiwa Kudatuli

Tanggal 27 Juli Memperingati Apa? Ada Hari Sungai Nasional-Peristiwa Kudatuli

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Senin, 27 Jul 2026 06:30 WIB
Tanggal memperingati
Foto: Ilustrasi. (iStock/Mykola Sheshel)
Makassar -

Sejumlah perayaan diperingati setiap harinya sebagai pengingat atas peristiwa bersejarah, isu tertentu, maupun momentum yang memiliki makna bagi masyarakat. Begitu pula pada 27 Juli yang diisi dengan sejumlah hari peringatan, baik di Indonesia maupun di berbagai negara.

Di Indonesia, 27 Juli dikenal sebagai Hari Sungai Nasional serta menjadi tanggal terjadinya Peristiwa Kudatuli yang dikenang dalam sejarah politik nasional. Sementara di belahan Bumi lainnya, terdapat Hari Iglesia ni Cristo yang dirayakan di Filipina.

Setiap peringatan tersebut memiliki makna dan sejarahnya masing-masing. Untuk mengetahuinya, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hari Sungai Nasional

Hari Sungai Nasional diperingati setiap 27 Juli sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai. Peringatan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang menetapkan tanggal diundangkannya peraturan tersebut sebagai Hari Sungai Nasional.

Melansir laman Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, sungai bukan sekadar aliran air, melainkan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Sungai juga berperan sebagai penyangga ekosistem serta menjadi warisan alam yang perlu dijaga keberlangsungannya.

ADVERTISEMENT

Karena memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian sungai. Sayangnya, masih banyak sungai yang tercemar akibat sampah, limbah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui peringatan Hari Sungai Nasional, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga sungai agar tetap bersih, sehat, dan lestari. Dengan demikian, fungsi sungai sebagai penopang kehidupan dapat terus terjaga bagi generasi sekarang maupun mendatang.

2. Hari Peristiwa Kudatuli

Disadur dari laman Komnas HAM RI, peristiwa Kudatuli merupakan tragedi yang terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Tragedi tersebut diduga disebabkan oleh konflik kepemimpinan di tubuh PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi.

Peristiwa 27 Juli 1996 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Hingga kini, tragedi itu masih dikenang oleh para korban, keluarga korban, serta saksi mata yang mengalami langsung kerusuhan tersebut.

Berdasarkan catatan hasil investigasi Komnas HAM, ditemukan adanya indikasi pelanggaran HAM yang berat dalam Peristiwa Kudatuli. Hasil penyelidikan tersebut mencatat sedikitnya 5 orang meninggal dunia, 149 orang mengalami luka-luka, dan 23 orang dinyatakan hilang akibat peristiwa tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kerusuhan tersebut juga menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 100 miliar. Komnas HAM juga menyimpulkan terdapat enam bentuk pelanggaran HAM, di antaranya pelanggaran terhadap kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan dari rasa takut, perlindungan atas hak hidup, serta perlindungan terhadap harta benda.

3. Hari Iglesia ni Cristo di Filipina

Hari Iglesia ni Cristo diperingati setiap 27 Juli oleh jemaat Gereja Iglesia ni Cristo untuk menandai pendaftaran resmi gereja tersebut di Filipina. Dilansir dari National Today, Iglesia ni Cristo terdaftar secara resmi pada 27 Juli 1914 setelah didirikan setahun sebelumnya.

Iglesia ni Cristo didirikan oleh Felix Manalo pada 1913 sebagai gereja Kristen independen. Meski dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat, Felix juga mempelajari berbagai ajaran agama sebelum mendirikan gereja tersebut dengan doktrinnya sendiri.

Seiring waktu, Iglesia ni Cristo berkembang menjadi salah satu organisasi keagamaan terbesar yang berasal dari Filipina. Sebelum Felix Manalo wafat pada 1963, gereja tersebut telah memiliki 125 kapel dan 35 katedral di seluruh Filipina, serta kini memiliki sekitar tiga juta anggota dengan ratusan rumah ibadah di berbagai negara.

Demikianlah informasi mengenai peringatan pada 27 Juli beserta ulasannya. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads